Brilio.net - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatannya setelah sempat pingsan saat menghadiri upacara penghormatan bagi tiga pegawai KKP yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.

Kronologi Insiden di Podium Upacara

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan berbagai sumber

foto: YouTube/Kementerian Kelautan dan Perikanan

Insiden tersebut terjadi saat Menteri Sakti Wahyu Trenggono bersiap memberikan sambutan dalam suasana duka yang mendalam. Berdasarkan rekaman video siaran langsung, awalnya Sakti tampak berjalan dengan stabil menuju podium. Namun, sesampainya di depan mikrofon, kondisi fisiknya menurun secara tiba-tiba.

Sakti terlihat menunduk sejenak sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh terlentang. Ajudan serta staf kementerian yang berada di lokasi langsung bertindak cepat memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi beliau ke ruang medis. Tugas sambutan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Menteri KKP, Didit Herdiawan Ashaf.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan berbagai sumber

foto: YouTube/Kementerian Kelautan dan Perikanan

Klarifikasi dan Kondisi Terkini: "Hanya Kelelahan"

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan berbagai sumber

foto: Facebook/Sakti Wahyu Trenggono

Melalui unggahan di media sosial resminya pada malam hari, Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa kondisinya kini telah stabil. Sakti menyampaikan rasa terima kasih atas doa masyarakat, termasuk perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang menghubunginya secara langsung.

"Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulilah observasi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan," tulisnya dalam akun Facebook Sakti Wahyu Trenggono, dikutip brilio.net, Senin (26/1).

Sakti mengakui bahwa sepekan terakhir merupakan masa yang berat, tidak hanya bagi fisiknya tetapi juga mentalnya. Sebagai pimpinan KKP, ia merasa perlu hadir secara langsung memberikan penghormatan terakhir kepada para pegawainya yang menjadi korban kecelakaan udara tersebut.

Komitmen di Tengah Jadwal Padat

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan berbagai sumber

foto: Facebook/Sakti Wahyu Trenggono

Sebelum insiden ini, Sakti diketahui baru saja menyelesaikan rangkaian tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos. Meski didera kelelahan akibat perjalanan jauh dan beban psikologis atas musibah yang menimpa keluarga besar KKP, beliau menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi bawahannya dalam suka maupun duka.

“… Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500. Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir. Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia🇮🇩”,” tambah Sakti menutup pernyataannya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa penyebab utama kelelahan yang dialami Menteri Sakti Wahyu Trenggono?

Selain jadwal kunjungan kerja internasional yang padat ke London dan Davos, beliau juga mengawal proses evakuasi dan pengurusan jenazah pegawai KKP pasca kecelakaan pesawat ATR 42-500.

2. Siapa saja korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 KKP di Gunung Bulusaraung?

Kecelakaan tersebut menelan korban tiga pegawai KKP yang sedang dalam tugas kedinasan menggunakan pesawat jenis ATR 42-500.

3. Bagaimana prosedur standar medis jika seorang pejabat negara pingsan saat bertugas?

Pejabat tersebut akan segera ditangani oleh tim medis kepresidenan atau tim medis internal kementerian dan biasanya dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto untuk observasi lebih lanjut.

4. Apa tugas utama yang dijalankan Sakti Wahyu Trenggono di Davos sebelumnya?

Kehadiran di Davos biasanya terkait dengan World Economic Forum (WEF) untuk membahas isu ekonomi kelautan berkelanjutan dan investasi maritim Indonesia.