Brilio.net - Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya mencapai babak akhir. Pada hari ketujuh pencarian, Jumat (23/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban yang berjumlah 10 orang.
Penemuan korban pesawat ATR 42-500
foto: Instagram/@kantorsar_makassar
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan informasi ini dengan penuh emosi. Penemuan korban terakhir dipastikan terjadi pada pukul 10.16 WITA.
"Dan pada pukul 10.16 alhamdulillah, korban terakhir ditemukan. Saat ini sementara proses evakuasi," ujar Andi Sultan sambil menahan tangis haru dalam jumpa pers tersebut, dikutip brilio.net dari Instagram @kantorsar_makassar, Jumat (23/1).
Momen Haru dan Sujud Syukur Tim Gabungan
Penemuan korban pesawat ATR 42-500
foto: Instagram/@kantorsar_makassar
Pengumuman keberhasilan operasi ini diwarnai suasana emosional. Andi Sultan tampak tak kuasa menahan haru setelah tim dari berbagai instansi dan potensi SAR bekerja tanpa lelah selama satu minggu penuh.
Keberhasilan menemukan seluruh korban memicu momen sakral di mana Andi Sultan bersama jajaran TNI yang terlibat melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR tetap bersiaga di lokasi untuk merampungkan proses evakuasi jenazah ke titik penjemputan utama.
Penemuan korban pesawat ATR 42-500
foto: Instagram/@kantorsar_makassar
Tantangan Evakuasi di Lereng Gunung Bulusaraung
Meskipun seluruh titik koordinat korban sudah diketahui, proses pengangkutan dari lereng gunung bukanlah perkara mudah. Tim SAR harus bekerja dengan sangat hati-hati mengingat faktor cuaca yang tidak menentu dan medan lereng gunung yang sangat curam.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat yang membawa tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menabrak lereng Gunung Bulusaraung sesaat sebelum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin.
Menanggapi momen haru ini, lewat Instagram ditjenpsdkp, akun resmi Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, pihak KKP menyampaikan terima kasih.
“Kami atas nama keluarga besar Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan menyampaikan terima kasih banyak atas perjuangan dan kerja keras yang tulus oleh rekan-rekan tim SAR di lapangan. Terima kasih telah menemukan rekan-rekan kami untuk kembali ke tangan keluarga. Semoga Tuhan senantiasa melindungi seluruh tim SAR di setiap misi penyelamatan 🙏🙏🙏,” tulis akun @ditjenpsdkp.
Recommended By Editor
- Momen persemayaman Deden Maulana korban pesawat ATR 42-500, sang putra lantunkan Al-Insyirah
- Perjuangan tim SAR demi evakuasi korban ATR 42-500, makan seadanya di tengah badai & medan curam
- 11 Potret penemuan puing-puing pesawat ATR 42-500 di Lereng Selatan Gunung Bulusaraung Sulsel
- 5 Fakta penemuan helikopter BK117 D3 jatuh di hutan Mentewe Kalsel, terdeteksi ada enam jasad
- Sosok Marsma TNI Fajar Adriyanto, mantan Kadispen AU yang gugur dalam insiden pesawat jatuh di Bogor



































