Brilio.net - Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan, menyisakan cerita haru tentang dedikasi para petugas di lapangan. Di tengah medan yang sangat curam dan cuaca ekstrem, anggota tim SAR terekam tetap bersyukur meski hanya bisa menyantap nasi dan mie instan seadanya.

Dalam sebuah unggahan video, terlihat para petugas SAR sedang siaga berdiri mencari korban. Suara riuh badai hujan terdengar jelas menyelimuti lokasi pencarian. Bahkan saat makan pun, ada yang tetap berdiri. Mereka harus tetap mengisi energi agar proses berjalan lancar dan tak tumbang. 

perjuangan tim SAR Bulusaraung Instagram @pembasmii.kehaluan

Perjuangan tim SAR Bulusaraung
foto: Instagram/@pembasmii.kehaluan

“Makan tak makan yang penting kumpul. Ya, ini lagi menunggu evakuasi satu korban cewek yang sekarang sudah ada di posisi 200 meter, tinggal ke atasnya lagi 300 meter. Tapi kondisi... (menunjukkan suasana badai)... nih lihat nih, badai hujan. Lagi menunggu... (menunjukkan tim SAR)... tuh masih nunggu di situ semua, tuh ada si Andika. Lagi nunggu instruksi, sehat-sehat buat tim SAR, ujar salah satu petugas mencoba mencairkan suasana berat di tengah tugas kemanusiaan tersebut, dikutip brilio.net dari Instagram @pembasmii.kehaluan, Jumat (23/1).

perjuangan tim SAR Bulusaraung Instagram @pembasmii.kehaluan

Perjuangan tim SAR Bulusaraung
foto: Instagram/@pembasmii.kehaluan

Kondisi di lapangan dilaporkan sangat menantang. Tim harus berjaga di posisi ketinggian sambil menunggu instruksi untuk mengangkat korban yang berada di area sulit. Saat video tersebut diambil, satu korban telah berada di posisi 200 meter, namun tim masih harus menempuh jarak 300 meter lagi ke arah atas untuk mencapai titik evakuasi yang aman.

perjuangan tim SAR Bulusaraung Instagram @pembasmii.kehaluan

Perjuangan tim SAR Bulusaraung
foto: Instagram/@pembasmii.kehaluan

Update Penemuan: Seluruh Korban Berhasil Ditemukan

Kerja keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram kantorsar_makassar pada Jumat (23/1), seluruh korban pesawat yang berjumlah 10 orang kini telah ditemukan.

Kepala Seksi Operasi SAR Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa penemuan korban terakhir dipastikan pada pukul 10.16 WITA.

"Dan pada pukul 10.06 (terdengar ralat menjadi 10.16) alhamdulillah, korban tunggal ditemukan. Alhamdulillah, pas jam 10. Iya, sudah bisa ditemukan. Dan saat ini sementara proses evakuasi. Terima kasih," jelasnya.

Meskipun seluruh titik koordinat korban sudah diketahui, proses pengangkutan dari lereng gunung masih terus berjalan dengan sangat hati-hati mengingat faktor cuaca.

Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport

Pesawat jenis ATR 42-500 ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat yang mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menabrak lereng Gunung Bulusaraung sesaat sebelum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin.

Hingga saat ini, tim SAR tetap bersiaga di lokasi untuk merampungkan proses evakuasi seluruh jenazah ke titik penjemputan utama.