Brilio.net - Lama tak terdengar kabarnya, Veri AFI kali ini membawa kabar yang kurang mengenakkan. Pria 40 tahun tersebut diduga menjadi korban teror dan tagihan fiktif dari aplikasi pinjol atau pinjaman online. Veri AFI menjelaskan kronologi hingga akhirnya ia menerima teror fiktif.

Semua itu bermula ketika Veri menginstal aplikasi pinjol. Saat itu dirinya ingin mencari dana cadangan tambahan modal usaha. Ia pun bermaksud ingin mempelajari syarat dan ketentuannya. Kemudian setelah diinstall, Veri diminta untuk melengkapi data diri.

"Ternyata untuk masuk atau mendaftar langsung foto KTP, verifikasi wajah beserta memasukkan nomor rekening. Selesai registrasi langsung muncul nominal limit yang bisa dipinjam," kata Veri seperti dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Jumat (5/1).

Veri kemudian mengecek simulasi pinjaman untuknya. Setelah dicek ternyata Veri menilai bunganya sangat tinggi dan tenornya hanya 7 hari. Ia pun membatalkan niatnya untuk melakukan pinjaman.

Veri AFI jadi korban teror tagihan fiktif © Instagram

foto: Instagram/@very_well_07

"Saya langsung cek simulasi jika pinjam sekian tenornya berapa lama dan bunganya berapa. Ternyata bunganya sangat tinggi dan tenor hanya tujuh hari. Setelah pengecekan itu saya jadi mikir-mikir kalau mau pinjam. Intinya saya tidak melakukan pengajuan pinjaman," ungkapnya Veri.

Namun nahas, Veri AFI malah menjadi sasaran empuk pemerasan oleh aplikasi pinjol ilegal tersebut. Diduga telah terjadi penyalinan data ke oknum pinjol lainnya. Veri mengaku dirinya mulai mendapat teror tagihan fiktif pertama pada tanggal 14 Desember lalu.