- Apa yang dimaksud dengan desil?
- Arti Desil 1 sampai 10
- Desil 1 sampai 4 dan kaitannya dengan bansos
- Bagaimana dengan Desil 5 sampai 10?
- Cara cek data bansos dan status kesejahteraan
- Apakah desil bisa berubah?
- Kenapa penerima bansos bisa berubah?
- Apa yang dilakukan jika data tidak sesuai?
- Perlu diperhatikan
Brilio.net - Pemerintah terus melakukan pembaruan data sosial ekonomi untuk membantu memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Salah satu hal yang perlu dipahami masyarakat adalah desil 1-10, yaitu pengelompokan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang digunakan dalam data sosial ekonomi pemerintah.
Desil dapat membantu menggambarkan posisi kondisi ekonomi sebuah keluarga dibandingkan kelompok rumah tangga lainnya. Dalam penyaluran bantuan sosial, kelompok desil bawah menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan sasaran program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan.
Pada 2026, pembaruan data sosial ekonomi dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat juga dapat mengecek informasi terkait data penerima bantuan melalui kanal resmi pemerintah.
Berikut penjelasan mengenai arti desil 1 sampai 10, faktor yang memengaruhi pengelompokan, cara mengecek data, hingga langkah yang dapat dilakukan jika informasi yang tercatat tidak sesuai, dilansir dari Liputan6, Kamis (13/8/2026).
Apa yang dimaksud dengan desil?
Dalam statistik, desil merupakan metode untuk membagi suatu kelompok data menjadi 10 bagian dengan proporsi yang sama. Setiap kelompok mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan populasi yang sedang dianalisis.
Sebagai gambaran, jika terdapat 100 juta rumah tangga yang diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan, data tersebut dapat dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari sekitar 10 juta rumah tangga.
Dalam konteks data sosial ekonomi di Indonesia, urutan tersebut digunakan untuk menggambarkan posisi kesejahteraan rumah tangga. Desil 1 berada pada kelompok terbawah, sedangkan Desil 10 berada pada kelompok teratas.
Penentuan desil tidak hanya melihat besarnya pendapatan. Kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga dinilai melalui sejumlah indikator.
Beberapa hal yang dapat menjadi bagian dari penilaian antara lain:
- pendapatan dan pengeluaran rumah tangga;
- kondisi rumah;
- fasilitas sanitasi;
- sumber air dan penerangan;
- kepemilikan aset;
- kendaraan dan barang elektronik;
- tingkat pendidikan kepala keluarga;
- jumlah anggota keluarga;
- jumlah anak yang masih bersekolah;
- keberadaan lansia atau anggota keluarga dengan kebutuhan tertentu.
Data tersebut kemudian digunakan dalam proses pemeringkatan kesejahteraan rumah tangga.
Arti Desil 1 sampai 10
foto: sumberwuluh-candipuro.lumajangkab.go.id
Secara sederhana, semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi rumah tangga dalam pemeringkatan kesejahteraan. Sebaliknya, angka desil yang lebih tinggi menunjukkan posisi ekonomi yang relatif lebih baik dalam pemeringkatan tersebut.
Berikut gambaran pembagian desil:
Perlu dipahami, desil bukan sekadar label “miskin” atau “kaya”. Angka tersebut menunjukkan posisi relatif sebuah rumah tangga dalam pemeringkatan kondisi sosial ekonomi berdasarkan data yang digunakan pemerintah.
Desil 1 sampai 4 dan kaitannya dengan bansos
Kelompok desil bawah menjadi perhatian dalam program perlindungan sosial. Berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam materi, Desil 1 sampai Desil 4 atau 40 persen terbawah dapat menjadi kelompok yang diusulkan sebagai penerima bantuan sosial seperti PKH dan Sembako, dengan tetap mengikuti ketentuan dan penetapan program yang berlaku.
1. Desil 1
Desil 1 merupakan 10 persen kelompok rumah tangga dengan posisi kesejahteraan paling rendah.
Kelompok ini dapat memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar, kondisi tempat tinggal yang kurang layak, serta keterbatasan kepemilikan aset.
Dalam skema perlindungan sosial, kelompok pada posisi terbawah menjadi salah satu sasaran prioritas untuk berbagai program bantuan sesuai kriteria masing-masing program.
2. Desil 2
Desil 2 mencakup kelompok yang berada setelah Desil 1 dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Kondisi ekonomi kelompok ini masih tergolong rendah. Penghasilan yang diperoleh dapat belum cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara konsisten.
Desil 2 juga termasuk kelompok yang dapat menjadi sasaran sejumlah program perlindungan sosial sesuai persyaratan yang berlaku.
3. Desil 3
Desil 3 berada pada kelompok berikutnya dalam pemeringkatan.
Kondisi rumah tangga pada kelompok ini dapat terlihat lebih stabil dibandingkan kelompok desil terbawah, tetapi masih memiliki kerentanan ekonomi. Perubahan pendapatan atau pengeluaran yang cukup besar dapat memengaruhi kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan.
Kelompok ini masih dapat menjadi sasaran sejumlah program bantuan sesuai kebijakan dan kuota yang tersedia.
4. Desil 4
Desil 4 berada pada posisi 40 persen terbawah.
Kelompok ini dapat memiliki kondisi ekonomi yang lebih stabil dibandingkan Desil 1 sampai 3, tetapi masih termasuk dalam kelompok yang menjadi perhatian dalam perlindungan sosial.
Desil 4 dapat menjadi salah satu kelompok sasaran program tertentu sesuai kriteria masing-masing bantuan.
Bagaimana dengan Desil 5 sampai 10?
Rumah tangga yang masuk Desil 5 sampai Desil 10 berada di atas 40 persen terbawah dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Namun, angka desil tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai ukuran pendapatan atau kekayaan seseorang secara mutlak. Posisi tersebut merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi.
Secara umum, kelompok Desil 5 dan 6 berada pada posisi menengah bawah, sementara Desil 7 dan 8 berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Desil 9 dan 10 berada pada 20 persen kelompok teratas dalam pemeringkatan.
Status desil juga tidak dengan sendirinya menentukan seseorang berhak atau tidak berhak menerima setiap program pemerintah. Setiap bantuan mempunyai persyaratan dan mekanisme penetapan masing-masing.
Cara cek data bansos dan status kesejahteraan
Masyarakat dapat mengecek informasi penerima bantuan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Langkah umumnya sebagai berikut:
1. Buka laman Cek Bansos Kemensos melalui browser https://cekbansos.kemensos.go.id/
2. Pilih provinsi sesuai alamat.
3. Pilih kabupaten atau kota.
4. Pilih kecamatan.
5. Pilih desa atau kelurahan.
6. Masukkan nama penerima manfaat sesuai identitas.
7. Masukkan kode verifikasi yang tersedia.
8. Pilih tombol “CARI DATA”.
Hasil pencarian akan menunjukkan informasi yang tersedia pada sistem mengenai penerima manfaat dan bantuan sosial.
Catatan penting: hasil pencarian pada laman publik tidak selalu berarti angka desil ditampilkan secara langsung. Karena itu, jangan menyimpulkan angka desil hanya dari ada atau tidaknya satu jenis bantuan.
Apakah desil bisa berubah?
Bisa. Data sosial ekonomi bersifat dinamis sehingga posisi sebuah rumah tangga dapat berubah ketika kondisi yang menjadi dasar pemeringkatan juga berubah.
Beberapa kondisi yang dapat memengaruhi pembaruan data antara lain:
- perubahan pekerjaan atau pendapatan anggota keluarga;
- perubahan jumlah anggota rumah tangga;
- perubahan kepemilikan aset;
- perubahan kondisi tempat tinggal;
- perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga;
- adanya ketidaksesuaian data kependudukan.
Karena itu, seseorang yang sebelumnya menerima bantuan belum tentu selalu berada pada posisi desil yang sama pada pembaruan data berikutnya.
Kenapa penerima bansos bisa berubah?
Pembaruan data dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam penyaluran bantuan. Dalam proses pendataan dikenal istilah inclusion error, yaitu kondisi ketika orang yang seharusnya tidak menjadi sasaran justru masuk sebagai penerima, serta exclusion error, yaitu ketika orang yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak tercatat sebagai penerima.
Perubahan kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan data perlu diperbarui secara berkala.
Misalnya, sebuah keluarga yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi kemudian mengalami perubahan pendapatan atau kepemilikan aset. Perubahan tersebut dapat memengaruhi hasil pemeringkatan pada pembaruan data.
Sebaliknya, keluarga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi juga dapat mengalami perubahan posisi setelah data diperbarui dan diverifikasi.
Apa yang dilakukan jika data tidak sesuai?
Jika kondisi ekonomi yang sebenarnya tidak sesuai dengan data yang tercatat, masyarakat dapat menggunakan mekanisme pengusulan atau sanggah yang tersedia.
Salah satu caranya melalui aplikasi Cek Bansos, yang menyediakan fitur “Usul Sanggah”.
Selain melalui kanal tersebut, masyarakat juga dapat menyampaikan informasi melalui perangkat desa atau kelurahan. Data yang disampaikan selanjutnya dapat melalui proses verifikasi dan validasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Dokumen atau informasi pendukung dapat membantu proses pemeriksaan kondisi di lapangan. Misalnya, masyarakat dapat menyiapkan bukti mengenai kondisi tempat tinggal atau kondisi ekonomi apabila memang diperlukan dalam proses verifikasi.
Perlu diperhatikan
Status desil tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya patokan untuk menyebut seseorang “miskin” atau “kaya”. Desil merupakan hasil pemeringkatan data sosial ekonomi dan penggunaannya berkaitan dengan sasaran program pemerintah.
Begitu pula dengan penerimaan bansos. Masuk dalam kelompok desil tertentu tidak otomatis berarti pasti menerima semua jenis bantuan. Setiap program memiliki kriteria, kuota, serta mekanisme penetapan yang dapat berbeda.
Dengan memahami hal tersebut, masyarakat dapat membaca informasi desil secara lebih tepat dan tidak langsung menyimpulkan status ekonomi seseorang hanya berdasarkan angka desil.
Recommended By Editor
- Cara cek status penerima Bansos Mei 2026 pakai NIK, aplikasi, dan kantor Dinsos
- Potret rumah sementara di Aceh Tamiang, komitmen Presiden Prabowo percepat pemulihan pasca banjir
- Cara mudah cek bantuan PIP termin tiga lewat HP, lengkap dengan besaran dananya
- Cara cepat dan mudah cek BLT kesra Rp900 ribu di cekbansos kemensos
- Iuran BPJS Kesehatan orang kaya ditanggung pemerintah, begini klarifikasi menkes


