×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
True Story: Kisah tukang becak tolak pelanggan demi jamaah subuh

View Image

0

BRILIO » News

True Story: Kisah tukang becak tolak pelanggan demi jamaah subuh

Hidup mungkin sudah sedemikian fana. Tapi kisah seorang pengayuh becak Madiun ini sangat menginspirasi.

09 / 04 / 2015

Brilio.net - Jarum jam masih menunjukkan pukul 03.30 WIB subuh, Kamis (9/4). Tapi seorang tukang becak sudah tampak duduk di sebuah kursi tak jauh dari Masjid Annur, Jalan Nusa Penida, Kelurahan Klegen, Kota Madiun, Jawa Timur.

Dari sana terbukalah dialog antara tukang becak dengan salah satu warga, Sugeng Turbiantoro yang kebetulan juga kerap berjamaah subuh di masjid tersebut.

Sugeng Turbiantoro (ST) : Apa kabar Pak

Tukang Becak (TB) : Alhamdulillah sehat Mas

ST : Kok kelihatan sayah ( payah ) habis narik ya Pak ...

Loading...

TB : Ya Mas ... jam 02.00 tadi mengantar orang ke Terminal Bus Kota Madiun

ST : Wauuuw begitu ...

TB : Sebenarnya sepulang dari mengantar orang dari stasiun saya disuruh untuk mengantar sesorang yang baru saja pulang dari Australia dari sebuah biro perjalanan, tapi saya menolaknya dengan halus bahwa saya ada acara.

ST : Lo Kenapa ditolak kan bayarannya besar Pak ...

TB : Ya Mungkin Mas ... Memang saat itu kebetulan tidak ada satu pun tukang becak yang lewat.

ST : (Saya pun memberondong pertanyaaan sekenanya). Kenapa Bapak tolak ... Bukannya seandainya Bapak mengantarkannya tentu mendapat tambahan uang yang cukup banyak ...

TB : Ya Mas ... Kalau dipikir memangnya begitu ... Tetapi sejak awal saya mancal

( mengayuh becak ) mengantar orang ke stasiun tadi ... sepulangnya saya niat berjamaah sholat subuh di masjid ini ...

ST : Bapak kan bisa melaksanakan jamaah sholat subuh di musola atau di masjid lain

TB : Ya mungkin bisa ... Tapi saya sudah niat dari awal untuk ajek ( rutin ) sholat dua rakaat sebelum subuh serta jamaah sholat subuh di masjid ini ... Saya yakin kalau saya melaksanakannya dengan ajek ( rutin ) dan ikhlas ... Allah juga akan memberikan rezeki yang ajek ( rutin ) pula kepada saya untuk keluarga saya.

Begitulah akhirnya terungkap alasan bapak tukang becak yang identitasnya minta dirahasiakan tersebut lebih memilih sholat subuh ketimbang membawa pelanggan asing meski mungkin imbalannya jauh lebih besar.

"Selamat berkarya Pak ... Semoga tetap sehat dan bisa istikomah melaksanankan sholat dua rakaaat sebelum subuh dan dilanjutkan sholat subuh secara berjamaah bersama kami," begitu Sugeng Turbiantoro memberikan komentar dalam kisah yang juga diunggah di Facebook pribadinya. Salut!

Kantong lagi kering tapi pengen nonton JICOMFEST???

Daripada mencibir itu dosa, mending sobri ikut games MENCABIR alias Mencari Bibir. yang beruntung akan mendapat tiket JICOMFEST gratis !

ikut kuis!






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    50%

  • Ngakak!

    50%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more