Brilio.net - Masjid ini terletak di Jalan Jogokaryan nomor 36 RT 40/11, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Penamaannya pun disesuaikan dengan nama daerahnya, yaitu Masjid Jogokariyan. Masjid yang dibangun pada tahun 1960an ini dibangun dari hasil tukar tanah warga dengan tanah wakaf.

Lantai dasar berfungsi sebagai tempat sholat, lantai dua merupakan aula, dan lantai tiga merupakan hotel. Suyatno, salah seorang petugas masjid tersebut menuturkan, masjid ini seringkali mendapat kunjungan dari luar provinsi bahkan luar pulau seperti dari Semarang, Batam, Bontang. Oleh karenanya dibangunlah sebelas kamar untuk memfasilitasi mereka yang dari luar daerah tersebut.

Untuk lebih memanjakan lagi para jamaahnya, disediakanlah poliklinik yang terletak di sebelah timur berdekatan dengan ruang takmir. "Kalau nggak bulan Ramadan, bukanya biasa ba'da Maghrib kalau Senin-Kamis. Kalau Jumat setelah Jumatan, kalau Sabtu dan Minggu buka pagi," kata salah satu pengurus masjid, Suyatno, ketika berbincang dengan brilio.net beberapa waktu lalu.

Masjid ini selalu beri fasilitas penuh untuk semua jamaahnya, salut!

Setiap Minggu pagi akan ada kajian ba'da Shubuh yang mana setelahnya disediakan sarapan seperti roti dan susu atau bubur. Takmir masjid pernah memberikan reward kepada 4 orang warga yang sholat berjamaahnya rutin dalam jangka waktu tertentu tidak terlambat, yaitu ibadah umrah.

Loading...

"Penilaiannya jamaah hadir tepat waktu bahkan sebelum azan. Nanti setiap datang absen dengan fingerprint," ujar Suyatno.

Masjid ini selalu beri fasilitas penuh untuk semua jamaahnya, salut!

Menurut pria yang telah bekerja 10 tahun di Masjid Jogokariyan tersebut, masjid ini juga selalu memperhatikan warganya tanpa memandang agamanya. Para lansia sedikit banyak mendapat perhatian dan santunan meskipun dari keluarga mampu. Begitu juga dengan anak-anak sekolah, masjid selalu mendata warga Jogokariyan yang terdapat 4 RW di dalamnya. "Mahasiswa-mahasiswa yang lagi KKN juga dikasih sangu (bekal) sama takmir," terang Suyatno.

Di bulan Ramadan, masjid ini menyediakan makanan berat 1000 porsi buka puasa bagi para jamaah yang dikelola oleh warga sendiri per RT. Tak ketinggalan setiap Ramadan selalu hadir imam dari Palestina, yang telah berlangsung selama 5 bulan belakangan. Setiap Kamis malam diadakan sholat tarawih ala Madinah, yaitu pembacaan satu juz Alquran dalam sholatnya.

Jika menginginkan menu takjil yang beragam, kamu pun juga bisa mendatangi Pasar Tiban yang letaknya berada di sebelah timur masjid setiap sore menjelang berbuka. Selamat berwisata religi ya!

BACA JUGA:

5 Masjid di dunia ini arsitekturnya keren banget, Allahu Akbar!

Bikin kagum, masjid di Turki ini sangat indah bentuknya mirip gua

Kisah Mbah Sholeh, tukang sapu Masjid Ampel yang punya 9 makam

Masjid unik, dibangun pekerja Kristen dan dicat warna pink

Masjid terapung pertama di Indonesia, miliki panorama luar biasa!

Ini lho masjid tertua di Indonesia

BERITA YANG WAJIB KAMU BACA:

Begini ceritanya kenapa Raden Paku akhirnya bisa dipanggil Sunan Giri

Kisah terenyuh Sunan Giri, saat bayi dibuang ke laut oleh kakeknya

Kisah Wali Sanga, alat musik tradisional bikin orang masuk Islam

Mengenal peletak dasar-dasar kerajaan Islam pada era Wali Songo

'Tapa ngeli', cara Sunan Muria menyebarkan ajaran Islam

Ternyata Fatahillah bukan Sunan Gunung Jati, ini penjelasannya

Ini asal usul falsafah dahsyat Moh Lima besutan Sunan Ampel

Tokoh punakawan, peninggalan Sunan Kalijaga sewaktu berdakwah

Kisah Sunan Kudus yang berhasil sembuhkan wabah penyakit di Arab

Shalat minta hujan Sunan Gresik selamatkan gadis yang akan jadi tumbal

Ini penjelasan kenapa semua Wali Songo terletak di pesisir utara Jawa