Brilio.net - Kamu mungkin sudah tahu bahwa ibadah puasa untuk tujuan kesehatan jasmani dan rohani. Bicara rohani, puasa bertujuan untuk mengendalikan hawa nafsu dan mempertebal keimanan dan ketakwaan hamba pada Sang Khaliq. Kalau jasmani? Kenapa ya, ada orang yang berniat menguruskan badan sembari puasa ramadan, eh, malah gagal. Ada yang niatnya mau sehat dengan puasa, eh, sama saja nggak ada perkembangan signifikan. Mengapa bisa begitu?

Seperti dikutip brilio.net dari buku Food Combining di Bulan Ramadan yang ditulis Erikar Lebang, Jumat (19/6), penyebab puasa tidak berfungsi maksimal sebagai detoksifikasi tubuh adalah asupan makanan 'sampah' ketika berbuka atau sahur.

Ya, puasa merupakan upaya detoksifikasi tubuh secara menyeluruh. Berasal dari kata toxin yang artinya racun, secara umum menggambarkan upaya mengeluarkan tumpukan substansi yang telah menumpuk dan berubah sifat menjadi racun bagi tubuh.

Jangan kaget ya, guys. Puasa sendiri ternyata sudah dikenal sejak zaman Bapak dunia kesehatan, Hippocrates, yang hidup 400 tahun sebelum masehi, lho. Selain itu, ada ahli kesehatan natural modern, Herbert M Shelton, sekaligus penulis buku Fasting Can Save Your Life, yang mengombinasikan puasa dengan terapi jus buah dan sayuran segar. Tujuannya untuk apa? Penyembuhan diri!

Dalam dunia kesehatan konvensional, puasa mungkin tidak dikaji lebih dalam. Namun di bidang kesehatan naturopati (cabang ilmu kesehatan yang menekankan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri), puasa adalah bagian umum pengobatan penyakit serta perawatan kesehatan. Jelas hal ini berkaitan dengan pembuangan racun tubuh tadi.

Lebih lanjut, puasa 'membantu' upaya detoksifikasi alami tubuh melalui buang air besar, yang terkadang justru tidak maksimal. Misalnya kurang minum air putih atau kurang makan makanan berserat, pasti bikin BAB kamu susah banget, kan? Belum lagi kalau ditambahi dengan konsumsi makanan berlemak atau yang sulit dicerna seperti tepung-gula, susu, kopi, teh, sirup, soda, dan alkohol, waaaah ... 'sampah' perutmu bejibun! Maka dari itu, puasa yang benar bisa menghentikan masuknya makan dan minuman 'sampah' itu. Sehingga memberikan tubuh energi ekstra untuk membuang 'sampah' yang terlebih dulu ada di dalam perut.

Nah, biar tidak membentuk lingkaran setan, saat berbuka maupun sahur untuk puasa berikutnya, makanlah makanan bernutrisi sehat, berbuka dan sahur sewajarnya alias jangan sok balas dendam seolah nggak makan bertahun-tahun, cukupi tubuh dengan air putih supaya tubuh terus terhidrasi. Pokoknya yang sederhana sajalah, guys. Rasulullah saja mencontohkan kesederhanaan dalam berbuka seperti yang tertulis dalam hadis berikut:

Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma segar) sebelum sholat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadis riwayat Ahmad dan Abu Dawud).

Well, guys, selamat berpuasa dengan sehat, ya!

BACA JUGA SOAL PUASA DAN KESEHATAN:

Ini dia sahur ala anak kos, masaknya pakai rice cooker dan setrikaan

Hindari minum teh saat sahur, ini alasannya

Makanan ini nggak seharusnya jadi menu sahur kamu

Masalah klasik saat bulan puasa, bau mulut! Begini cara mengatasinya

Tips agar kamu bisa khatam Alquran di bulan puasa

Bagaimana jika terlupa tidak niat puasa Ramadan?

Berbuka puasa sehat dengan menu ini

Puasa bukan halangan berolahraga, kamu bisa melakukannya begini

BACA JUGA:

Di negara ini imsyak pukul 06.30 dan berbuka puasa 16.30, di mana ya?

Fakta yang harus kamu tahu, puasa tidak sebabkan sakit maag

Puasa bisa membuat lambungmu 'segar' kembali

Di negara ini, kamu baru bisa berbuka puasa jam 10 malam

Negeri ini tanpa malam siang terus 24 Jam, ulama bahas cara berpuasa

       

(brl/gib)