Brilio.net - Kayaknya sudah ribuan bahkan nggak terhitung jumlahnya artikel-artikel yang mengatakan bahwa penggunaan smartphone justru bikin hidup kita jadi insecure. Ada juga yang bilang, saking gampangnya terhubung dengan segala hal, smartphone justru bikin kita terjebak dengan kebiasaan membuka hal-hal buruk yang justru bisa merusak masa depan. Atau ada juga yang bilang, kebiasaan menggunakan smartphone untuk bermain game, juga bisa menguras tabungan karena mesti membayar tagihan dari aplikasi atau permainan yang berbayar.

Nggak salah sih sebenernya. Cuma kalau mau dibandingkan sama hal-hal buruk di atas, ternyata masih ada lho yang lebih 'jahat' lagi. Hah, emangnya ada? Bunyi notifikasi smartphone! Lho, kok bisa?

Smartphone memang membuat pekerjaan manusia lebih gampang. Tinggal klik sana klik sini, kerjaan kelar. Tapi buruknya, smartphone seringkali membuat konsentrasi manusia menjadi buyar. Dan oknum utama yang bikin gagal fokus bukan aplikasi, permainan, atau kamera dengan pikselnya yang tinggi, tapi bunyi notifikasinya yang berdurasi hanya sepersekian detik itu. Weleh!

Kenyataan mengejutkan ini disimpulkan berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Florida State University, seperti dikutip brilio.net dari DigitalTrends, Selasa (21/7). Menurut para peniliti, notifikasi smartphone berkontribusi paling besar dalam penurunan produktivitas seseorang setiap harinya. Bahkan penurunan konsentrasimu bisa terus terjadi walaupun kamu sama sekali nggak membuka smartphonemu, lho.

Kamu mungkin bisa saja merasa 'menang' karena nggak tergoda untuk membuka smartphone setiap notifikasi berbunyi. Tapi percaya atau nggak, sebenarnya bunyi notifikasi pesan masuk seperti WhatsApp, BBM, Line, e-mail dan lain sebagainya justru telah berhasil memenangkan perhatian di dalam otakmu. Bunyi-bunyi tersebut bahkan efeknya seperti magnet yang berhasil mengalihkan perhatianmu. Kenapa begitu?

Loading...

Hal ini disebabkan karena otak manusia menerima rangsangan dari bunyi notifikasi tersebut. Nah, ketika hal ini terjadi, orang akan cenderung kepo untuk tahu siapa yang mengirim pesan, apa isi pesannya, atau bagaimana kamu akan merespons terhadap isi pesan tersebut. Semua hal-hal tersebut ternyata mengambil ruang berpikir yang cukup besar di dalam otakmu. Sehingga apa yang kamu kerjakan sesungguhnya tak benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati sampai kamu membuka notifikasi tersebut. Wew!

Gangguan akibat bunyi notifikasi smartphone, dikatakan para peneliti bahkan bisa tiga kali lebih buruk mengganggu hasil kerjamu, lho. Bahkan level gangguannya sama besarnya ketika menerima telepon atau menulis pesan. Hal ini juga yang mencetus alasan kenapa kamu nggak boleh menggunakan smartphonemu ketika sedang mengendarai mobil atau motor. Bahaya!

Nah, jadi kalau kamu pengen fokus, disarankan sebaiknya merubah mode dering ke silent aja. Jangan sekali-kali perhatianmu tergoda ke ponselmu ya? Ntar bisa gagal fokus lho. Kesehatanmu lho!

BACA JUGA:

Unik, di Jepang ada kuil khusus untuk mendoakan gadget

Mahasiswa ini ciptakan charger smartphone tanpa kabel, hebat betul!

Hebatnya 3 anak muda ini, dalam 2 jam jadikan helm sebagai charger HP

Tinggalkan gadgetmu, ada baiknya kamu mulai coba nulis diary lagi

Posisi pemakaian gadget seperti ini membahayakan tubuh

Pakai banyak gadget bisa bikin kemampuan otakmu cepat menurun

5 Efek membahayakan buat kamu yang sudah kecanduan gadget

PERLU JUGA KAMU BACA:

Makan telur sebabkan bisul, mitos atau fakta?

Awas! 10 Bahan makanan ini nggak boleh kamu simpan di dalam lemari es

VIDEO: Hal-hal yang terjadi pada jasadmu di dalam tanah usai meninggal

Begini penjelasan kenapa maghrib & tengah malam identik dengan mistis

VIDEO: Kisah sepasang sepatu bekas yang akan membuatmu menangis

Sarapan buah bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi bikin kamu lebih sehat!

Kamu sering gemetaran? Hati-hati mungkin itu gejala Multiple Sclerosis

Duh, terobsesi dengan makanan sehat bisa bikin gejala gangguan makan!

Cermati ubanmu, bisa jadi itu adalah gejala kanker, hati-hati!

Ini kandungan menu sarapan yang baik, sudahkah sarapanmu memenuhi?