Brilio.net - Berkendara adalah kegiatan yang membutuhkan kondisi prima agar sampai ke tujuan dengan selamat. Ketika sedang merasa mengantuk pengendara dianjurkan untuk beristirahat sejenak. Meski begitu, nggak sedikit orang yang memaksakan berkendara dalam kondisi mengantuk.

Ketika mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk, kemampuan konsentrasi pengendara dapat terganggu. Dengan begitu, pengendara bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.

Saat berkendara dalam kondisi mengantuk, seseorang bisa mengalami tertidur sejenak atau biasa disebut dengan microsleep. Keadaan tersebut sering kali tak disadari oleh pengendara. Dalam waktu beberapa saat, pengendara bisa terlelap hingga tak mampu mengendalikan kemudinya.

Microsleep sendiri adalah momen ketika pengendara hanya tertidur beberapa saat karena rasa kantuk yang sangat luar biasa dan tetap memaksakan untuk berkendara. Walau hanya sejenak, microsleep ini sangat mungkin menyebabkan kecelakaan saat berkendara.

Microsleep ini juga ternyata memiliki beberapa fakta yang bisa membuat pengendara bisa lebih waspada. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (1/7), ini dia lima fakta microsleep.

Loading...

1. Microsleep lebih sering terjadi di sore hari.

microsleep fact Unsplash

foto: unsplash.com

Selain pada malam hari, microsleep ini rawan terjadi di jam-jam tidur siang menuju sore hari.

Dilansir dari tuck.com, sore hari adalah salah satu waktu yang paling rawan terjadi microsleep. Pada jam tersebut, tubuh manusia mulai lelah dan membutuhkan istirahat.

2. Hanya terjadi selama 15 detik hingga 30 detik.

microsleep fact Unsplash

foto: unsplash.com

Sebenarnya microsleep ini memang hanya terjadi di waktu yang singkat, yaitu 15 sampai 30 detik saja. Namun ini menjadi berbahaya karena terjadi saat berkendara, yang setiap melakukan sedikit kesalahannya bisa berujung dengan kecelakaan fatal.

3. Bahaya microsleep sama dengan berkendara dengan keadaan mabuk.

microsleep fact Unsplash

foto: unsplash.com

Dilansir dari tuck.com, AAA Foundation mengungkapkan hasil penelitian bahwa 16,5 persen kecelakaan fatal saat berkendara itu disebabkan oleh mengantuk.

Angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan tak terpaut jauh dari kecelakaan fatal yang disebabkan pengemudi mabuk. Dengan kata lain, microsleep yang terjadi saat berkendara akan sama bahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk.

4. Durasi 20 menit adalah waktu yang cukup untuk istirahat.

microsleep fact Unsplash

foto: unsplash.com

Penyebab utama dari microsleep adalah rasa ngantuk yang timbul karena lelah dan harus mengemudi lagi. Namun banyak pengemudi yang memilih memaksakan tetap mengemudi, padahal dengan beristirahat selama 20 menit saja, itu sudah sangat cukup untuk menghilangkan rasa ngantuk dan lelah saat mengemudi.

5. Mengunyah permen karet atau makanan lainnya bisa mencegah microsleep.

microsleep fact Unsplash

foto: unsplash.com

Untuk mencegah tertidur saat berkendara, pengemudi harus tetap konsentrasi dan fokus. Namun terlalu fokus terkadang menimbulkan rasa ngantuk karena saat mengemudi tak bisa banyak bergerak.

Untuk menghilangkan rasa ngantuk, pengemudi bisa memilih untuk menggerakkan mulut, seperti mengunyah permen karet. Mulut yang terus mengunyah bisa mengurangi rasa ngantuk yang timbul, karena adanya gerakan yang intensif.