Brilio.net - Mimisan atau pendarahan hidung memang bisa terjadi pada semua usia. Namun kondisi ini kerap terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Keadaan ini ditandai dengan keluarnya darah melalui lubang hidung. Mimisan juga bisa terjadi mendadak dan kapan saja, seperti saat sedang beraktivitas, hingga saat beristirahat atau tidur.

Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan terjadi hanya di satu lubang hidung. Mimisan sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni berdasarkan pendarahan itu berasal.

Pertama, mimisan di bagian depan. Kebanyakan hidung berdarah di bagian depan, darah mengalir dari dinding antara kanal di hidung. Sedangkan jenis yang satunya, yaitu mimisan di bagian belakang.

Jenis mimisan di bagian belakang termasuk yang tidak biasa. Pasalnya, mimisan terjadi ketika pendarahan dari rongga hidung, terletak di dalam hidung antara otak dan langit-langit mulut. Umumnya pendarahan ini lebih serius dibandingkan mimisan di bagian depan.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Lalu bagaimana jika mimisan terjadi pada bayi? Mimisan sebenarnya merupakan hal umum terjadi pada bayi. Hidung dalam bayi banyak dipenuhi oleh lubang pembuluh darah kecil yang mudah berdarah, terutama saat mengering dan iritasi. Penyebab mimisan pada bayi terjadi karena beberapa faktor.

Sebaiknya, kamu mencari tahu penyebab mimisan tersebut dan mengetahui cara mengatasinya. Berikut 11 penyebab mimisan pada anak, lengkap dengan cara mengatasinya, dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa (27/7)

1. Suhu udara yang ekstrem.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Saat cuaca udara tak menentu seperti perubahan cuaca dari panas ke hujan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Apabila daya tahan tubuh lemah, penyakit akan mudah muncul.

Mimisan pada anak atau bayi bisa terjadi karena perubahan ekstrem seperti dari panas ke dingin dan sebaliknya. Mimisan ini disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada hidung.

Saat perubahan cuaca ekstrem, seseorang dapat terserang penyakit flu yang kemudian membuat anak akan menyeka hidungnya. Ketika sekaan itu terlalu keras maka membuat pembuluh darah di area hidung anak secara tidak sengaja akan membuat pembuluh darah pecah dan akhirnya mimisan.

2. Hidung terbentur.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Penyebab mimisan pada bayi selanjutnya karena hidung terbentur oleh benda keras. Orang dewasa yang terbentur benda keras saja bisa mimisan, apalagi bayi atau anak-anak.

Mimisan karena benturan terjadi karena pembuluh darah pecah dan akhirnya darah keluar melalui lubang hidung. Nah, sebaiknya awasi dan singkirkan benda-benda keras yang dapat berisiko berbenturan pada hidung buah hati.

3. Stres.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Siapa bilang balita atau bayi nggak bisa mengalami stres. Meskipun masih kecil dan nggak mengerti masalah, mereka juga bisa merasakan tekanan atau stres.

Stres yang dialami balita dan anak-anak bisa memicu munculnya mimisan. Sebab balita memiliki pembuluh darah di area hidung yang tergolong masih rapuh. Hal ini juga bisa diperparah jika si anak memiliki riwayat asma.

Ketika asma terjadi bersamaan dengan mimisan, semakin kuat untuk menarik napas sementara pembuluh darah di area hidung tak bisa dipaksa untuk bekerja keras. Pada akhirnya, kondisi ini membuat mimisan pada anak.

4. Kelelahan.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Kelelahan pada bayi atau anak-anak juga bisa menyebabkan mimisan. Hal itu karena pembuluh darah yang masih tipis dan cenderung lemah. Saat bayi mengalami kelelahan, pembuluh darah tersebut mudah tegang dan pecah. Akibatnya mimisan tidak bisa dihindarkan.

5. Pilek dan alergi.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Biasanya pilek dan alergi membuat hidung bengkak dan penumpukan lendir di hidung. Itulah yang terkadang membuat pernafasan tersumbat. Namun, upaya yang dilakukan seperti membuka-menutup atau menghembuskan nafas dengan keras dan berulang-ulang, dapat merobek pembuluh darah kecil di hidung. Saat kamu membuang lendir ingus pada anak, tekanan yang terjadi pada hidung juga bisa memicu iritasi dan keluarnya darah tiba-tiba.

6. Cuaca sedang panas.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Cuaca yang sedang panas-panasnya dan ditambah suhu kamar yang cukup panas, bisa menyebabkan mimisan pada anak. Hal ini terjadi karena pembuluh kapiler pada anak pecah. Kasus mimisan saat tidur umumnya lebih banyak diderita oleh anak yang tinggal di kawasan panas.

Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan pendingin ruangan dan pastikan pula permukaan kasur tidak terlalu panas. Sehingga, anak bisa lebih nyaman.

7. Suhu terlalu dingin.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Tak hanya di kondisi yang panas saja, cuaca yang terlalu dingin juga bisa membuat anak rentan mimisan. Hal ini terjadi pembuluh darah kapiler menjadi pecah hingga akhirnya keluar darah melalui hidung. Karena itu ketika udara sangat dingin, pastikan suhu tubuh anak stabil, gunakan penghangat ruangan atau berikan sesuatu yang menghangatkan pada anak.

8. Infeksi bakteri.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebab terjadi mimisan pada anak. Ketika anak menderita penyakit infeksi kulit, seperti impetigo maka anak juga akan sering mengalami infeksi pada bagian hidung. Infeksi menyebar ketika kulit yang terkena infeksi mengenai bagian hidung.

Kemudian bisa menyebabkan bagian yang terkena sangat merah, sakit, nyeri, berkerak dalam bagian hidung dan juga kulit yang terus mengelupas pada bagian hidung. Jika kondisi semakin buruk, maka anak akan sangat rentan terkena mimisan pada malam hari.

9. Infeksi sinus.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Gejala pilek yang berkepanjangan lebih dari 10 hari dapat berkembang menjadi infeksi sinus, yang mana terjadi bila rongga hidung di saluran pernafasan bengkak. Biasanya infeksi sinus ini sembuh dengan sendirinya. Namun untuk kasus yang parah, dokter mungkin akan memberikan antibiotik.

10. Memiliki penyakit lain.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Gangguan liver, ginjal, dan masalah lainnya dapat menurunkan kemampuan darah untuk membeku sehingga penderitanya bisa mimisan secara tiba-tiba. Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) juga rentan mengalami mimisan akibat naiknya tekanan darah secara tiba-tiba.

11. Penggunaan obat pengencer darah.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Berbagai jenis obat pengencer darah, seperti aspirin, coumadin atau jantoven, obat antiplatelet plavix, dan obat antiinflamasi nonsteroid dapat menyebabkan mimisan tiba-tiba. Obat pengencer ini mengubah kemampuan darah untuk menggumpal dan juga membeku. Akibatnya pendarahan pada hidung tidak dapat dihindarkan.

Cara mengatasi mimisan pada anak.

11 Penyebab mimisan pada anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

Sebagai orang tua, sangat normal jika merasa panik ketika melihat anak mengalami mimisan. Namun untuk mengatasi masalah mimisan ini pastikan kamu harus tenang dan fokus terlebih dahulu.

Jangan panik, tenangkan buah hati agar tidak melakukan tindakan yang memperparah mimisan seperti menyeka hidung dengan keras. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mimisan pada anak.

1. Posisikan duduk tegak ke arah depan.

Sebaiknya ketika anak atau bayi mimisan jangan biarkan pada posisi berbaring atau menundukkan kepala anak. Sebab kondisi ini akan membuat mimisan yang mereka alami akan semakin parah. Cara lain yang harus dihindari yaitu mengangkat kepala ke atas atau membuat anak menengadah dengan maksud menahan aliran darah agar tidak keluar.

Cara yang benar, yaitu dengan memposisikan anak tetap tegak dan arahkan tubuh sedikit ke depan. Tutup lubang hidung yang mimisan dengan jempol dan telunjuk. Posisi ini bisa menghindari potensi darah masuk ke paru-paru.

2. Menggunakan daun sirih.

Cara mengatasi mimisan pada anak atau bayi selanjutnya yaitu menggunakan daun sirih. Siapkan daun sirih secukupnya, cuci bersih dan gulung sesuai ukuran lubang hidung anak yang mengalami mimisan. Sumpalkan daun sirih pada lubang hidung anak selama 20 menit untuk menghentikan pendarahan.

3. Kompres es batu.

Jika kamu tidak mendapatkan daun sirih sebagai cara untuk mengatasi mimisan, kamu dapat menggunakan alternatif lain yakni es batu. Ambil es batu lalu bungkus dengan kain bersih dan tempelkan tepat di tengah-tengah antara kening dan hidung. Es ini dapat berfungsi mengecilkan pembuluh darah yang melebar atau pecah sehingga mimisan akan terhenti.

4. Jika mimisan tak kunjung berhenti, segera ke dokter.

Jika darah tak kunjung mereda dan perubahan selama lebih dari 20 menit, maka kamu perlu membawa anak ke klinik atau dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah melakukan diagnosis penyebab mimisan dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai.

(brl/vin)