Brilio.net - Mimisan atau pendarahan hidung memang bisa terjadi pada semua usia. Namun kondisi ini kerap terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa. Keadaan ini ditandai dengan keluarnya darah melalui lubang hidung. Mimisan juga bisa terjadi mendadak dan kapan saja, seperti saat sedang beraktivitas, hingga saat beristirahat atau tidur.

Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan terjadi hanya di satu lubang hidung. Mimisan sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni berdasarkan pendarahan itu berasal.

Pertama, mimisan di bagian depan. Kebanyakan hidung berdarah di bagian depan, darah mengalir dari dinding antara kanal di hidung. Sedangkan jenis yang satunya, yaitu mimisan di bagian belakang.

Jenis mimisan di bagian belakang termasuk yang tidak biasa. Pasalnya, mimisan terjadi ketika pendarahan dari rongga hidung, terletak di dalam hidung antara otak dan langit-langit mulut. Umumnya pendarahan ini lebih serius dibandingkan mimisan di bagian depan.

Lalu bagaimana jika mimisan terjadi pada bayi? Mimisan sebenarnya merupakan hal umum terjadi pada bayi. Hidung dalam bayi banyak dipenuhi oleh lubang pembuluh darah kecil yang mudah berdarah, terutama saat mengering dan iritasi. Penyebab mimisan pada bayi terjadi karena beberapa faktor.

Penasaran apa saja? Berikut penyebab mimisan pada bayi dan cara mengatasinya yang brilio.net himpun dari berbagai sumber, Selasa (3/12).

Loading...
2 dari 3 halaman


Penyebab mimisan pada bayi.

1. Suhu udara yang ekstrem.

foto: freepik.com

Saat cuaca udara tak menentu seperti perubahan cuaca dari panas ke hujan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Apabila daya tahan tubuh lemah, penyakit akan mudah muncul.

Mimisan pada bayi bisa terjadi karena perubahan ekstrem seperti dari panas ke dingin dan sebaliknya. Mimisan ini disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada hidung.

Saat perubahan cuaca ekstrem, seseorang dapat terserang penyakit flu yang kemudian membuat bayi akan menyeka hidungnya. Ketika sekaan itu terlalu keras maka membuat pembuluh darah di area hidung bayi secara tidak sengaja akan membuat pembuluh darah pecah dan akhirnya mimisan.

2. Hidung terbentur.

foto: freepik.com

Penyebab mimisan pada bayi selanjutnya karena hidung terbentur oleh benda keras. Orang dewasa yang terbentur benda keras saja bisa mimisan, apalagi bayi atau anak-anak.

Mimisan karena benturan terjadi karena pembuluh darah pecah dan akhirnya darah keluar melalui lubang hidung. Nah, sebaiknya awasi dan singkirkan benda-benda keras yang dapat berisiko berbenturan pada hidung buah hati.

3. Stres.

foto: freepik.com

Siapa bilang balita atau bayi nggak bisa mengalami stres. Meskipun masih kecil dan nggak mengerti masalah, mereka juga bisa merasakan tekanan atau stres.

Stres yang dialami balita dan anak-anak bisa memicu munculnya mimisan. Sebab balita memiliki pembuluh darah di area hidung yang tergolong masih rapuh. Hal ini juga bisa diperparah jika si anak memiliki riwayat asma.

Ketika asma terjadi bersamaan dengan mimisan, semakin kuat untuk menarik napas sementara pembuluh darah di area hidung tak bisa dipaksa untuk bekerja keras. Pada akhirnya, kondisi ini membuat mimisan pada anak.

4. Kelelahan.

foto: freepik.com

Kelelahan pada bayi atau anak-anak juga bisa menyebabkan mimisan. Hal itu karena pembuluh darah yang masih tipis dan cenderung lemah. Saat bayi mengalami kelelahan, pembuluh darah tersebut mudah tegang dan pecah. Akibatnya mimisan tidak bisa dihindarkan.  

3 dari 3 halaman


Cara mengatasi mimisan pada bayi.

Sebagai orangtua, sangat normal jika merasa panik ketika melihat bayi mengalami mimisan. Namun untuk mengatasi masalah mimisan ini pastikan kamu harus tenang dan fokus terlebih dahulu.

Jangan panik, tenangkan buah hati agar tidak melakukan tindakan yang memperparah mimisan seperti menyeka hidung dengan keras.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mimisan pada bayi.

1. Posisikan duduk tegak ke arah depan.

foto: freepik.com

Sebaiknya ketika bayi mimisan jangan biarkan pada posisi berbaring atau menundukkan kepala anak. Sebab kondisi ini akan membuat mimisan yang mereka alami akan semakin parah. Cara lain yang harus dihindari yaitu mengangkat kepala ke atas atau membuat anak menengadah dengan maksud menahan aliran darah agar tidak keluar.

Cara yang benar, yaitu dengan memosisikan bayi tetep tegak dan arahkan tubuh sedikit ke depa. Tutup lubang hidung yang mimisan dengan jempol dan telunjuk. Posisi ini bisa menghindari potensi darah masuk ke paru-paru.

2. Menggunakan daun sirih.

foto: freepik.com

Cara mengatasi mimisan pada bayi selanjutnya yaitu menggunakan daun sirih. Siapkan daun sirih secukupnya, cuci bersih dan gulung sesuai ukuran lubang hidung bayi yang mengalami mimisan. Sumpalkan daun sirih pada lubang hidung bayi selama 20 menit untuk menghentikan pendarahan.

3. Kompres es batu.

foto: freepik.com

Jika kamu tidak mendapatkan daun sirih sebagai cara untuk mengatasi mimisan, kamu dapat menggunakan alternatif lain yakni es batu. Ambil es batu lalu bungkus dengan kain bersih dan tempelkan tepat di tengah-tengah antara kening dan hidung. Es ini dapat berfungsi mengecilkan pembuluh darah yang melebar atau pecah sehingga mimisan akan terhenti.

4. Jika mimisan tak kunjung berhenti, segera ke dokter.

foto: freepik.com

Jika darah tak kunjung mereda dan perubahan selama lebih dari 20 menit, makan kamu perlu membawa bayi ke klinik atau dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah melakukan diagnosis penyebab mimisan dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai.