×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

0

Kesehatan

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Wilayah di Indonesia seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur berstatus sebagai wilayah endemis tinggi.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Muhamad Jalil

23 / 04 / 2019 11:05

Tahukah kamu bahwa setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia (HMS). HMS dimaksudkan untuk membuka kesadaran kepada masyarakat internasional agar lebih peka terhadap ancaman malaria.

Di Indonesia sendiri pada pada tahun 2017, dari jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, 266 (52%) di antaranya wilayah bebas malaria, 172 kabupaten/kota (33%) endemis rendah, 37 kabupaten/kota (7%) endemis menengah, dan 39 kabupaten/kota (8%) endemis tinggi (Depkes, 2018). Artinya, penyakit malaria belum sepenuhnya tuntas di negara kita. Masih ada daerah yang endemik malaria. Wilayah yang berstatus endemis tinggi berada di Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Plasmodium sp (Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f1/Malaria.jpg)

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina (Marianti, 2017). Parasit masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Ada empat jenis malaria, yaitu malaria tertiana atau vivax, malaria quartana, malaria tropika, dan malaria ovale. Dari keempat jenis malaria itu, malaria tropika dan tertiana yang paling sering ditemui di Indonesia (Wismabrata, 2018). Gigitan nyamuk malaria lebih sering terjadi pada malam hari.

Loading...

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Vektor Anopheles sp

Sumber: https://ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/anopheles-plumbeus)

Tanda-tanda jika mengalami malaria ringan, akan muncul perkembangan gejala sebagai berikut ini.

1. Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil;

2. Demam;

3. Sakit kepala;

4. Mual dan muntah;

5. Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda;

6. Tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan;

7. Nyeri pada tubuh.

Sedangkan gejala malaria berat, biasa dibuktikan dengan hasil dari klinik atau laboratorium yang menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan fungsi organ vital dan beberapa gejala lainnya, seperti berikut.

1. Demam tinggi diiringi dengan menggigil hebat;

2. Mengalami gangguan kesadaran;

3. Mengalami kejang;

4. Adanya gangguan pernapasan;

5. Munculnya anemia berat;

6. Mengalami disfungsi organ vital;

7. Gagal ginjal;

8. Kolaps kardiovaskular;

9. Kadar gula darah rendah.

Berbagai upaya diklaim telah dilakukan sebagai usaha mempercepat eliminasi malaria. Usaha ini antara lain penyemprotan rumah, meningkatkan perlindungan kelompok rentan malaria (ibu hamil dan balita), imunisasi, deteksi dini dan pengobatan yang tepat, dan peningkatan kesadaran serta pengetahuan masyarakat untuk melakukan pencegahan (Ratnasari, 2018). Upaya lain dengan melakukan tindakan penyembuhan dengan menggunakan tanaman obat tradisional. Beberapa tanaman obat tradisional yang dapat dipakai, yakni:

1. Pepaya (Carica papaya).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Daun Pepaya 

(Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2018/12/15/ini-khasiat-super-minum-jus-daun-pepaya-yang-jarang-diketahui-bisa-bikin-awet-muda)

Pepaya merupakan tanaman buah-buahan yang berasal dari suku Caricaceae. Yang dimanfaatkan untuk obat malaria adalah daunnya (Thomas, 1989, p. 86). Daun pepaya merupakan salah satu jenis sayuran yang diolah pada saat masih muda menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi (Warisno, 2003) . Disamping dapat diolah menjadi makanan yang lezat, daun pepaya dapat pula dijadikan obat untuk beberapa jenis penyakit (Thomas, 1989). Helaian daun pepaya berbentuk menyerupai tangan manusia (Thomas, 1989). Apabila daun pepaya dilipat tepat di tengah, maka akan tampak bahwa daun pepaya berbentuk simetris.

Cara membuat obat malaria dari daun pepaya dengan mengambil 2/3 genggam daun pepaya agak muda. Cuci bersih dan tumbuk sampai halus, bisa juga diblender. Tambahkan air hangat sebanyak 3/4 cangkir, tambahkan garam. Peras, kemudian saring airnya dan minum 3 kali sehari.

 

2. Anuma (Artemisia annua).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Anuma

(Sumber: https://www.amazon.com/Chinese-Wormwood-Sweet-Annie-Artemisia/dp/B01DA7LW9C)

Tanaman ini  memiliki nama lokal Anuma (Jawa, Papua). Nama latinnya adalah Artemisia annua, dari famili Asteraceae. Ini merupakan tumbuhan liar yang hidup di hutan, pinggir jalan, atau kebun, di dataran menengah sampai pegunungan (William, 2019). Terna semusim ini tingginya 30-100 cm dengan akar serabut warna putih kekuningan. Batangnya bulat warna hijau kecoklatan. Daunnya majemuk berbentuk lonjong dengan ujung runcing, warna ungu kehijauan. Bunganya majemuk berbentuk tandan, keluar di ujung batang seperti bintang, warna putih gading. Bijinya lanset kecil warna cokelat.

Cara membuatnya ambil 60 gram daun anuma segar yang sudah dicuci bersih. Rebus dengan 400 ml air selama 10-15 menit, kemudian airnya disaring dan diminum setelah dingin. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

 

3. Sambiloto (Andrographis paniculata).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Sambiloto

(Sumber: https://permies.com/t/39658/kitchen/Andrographis-paniculata-Astragalus-membranaceus)

Sambiloto (Andrographis paniculata) digunakan sebagai ramuan obat sejak zaman dulu (Detik, 2010). Tanaman ini diduga berasal dari India dan kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Asia lain. Oleh karena itu, pengobatan-pengobatan di Asia menggunakan sambiloto untuk menyembuhkan berbagai penyakit. 

Cara pembuatannya, ambil setengan genggam daun sambiloto. Cuci dan rebus dengan tiga gelas air. Biarkan mendidih sehingga tersisa seperempat bagian. Dinginkan, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas minum.

 

4. Pulai (Alstonia scholaris).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Pulai

(Sumber:http://www.satuharapan.com/read-detail/read/pulai-pohon-penghijauan-berkhasiat-obat) 

Pulai berasal dari keluarga famili Apocynaceae. Kayu Pulai mempunyai ciri kayunya lunak atau agak lunak, warna kayu gubal hampir sama dengan warna kayu teras yang berwarna putih krem, dan sukar dibedakan. Tekstur kayu agak halus sampai hampir kasar, mudah digergaji, diserut dan dibor baik dalam keadaan segar mapun kering, sehingga cocok untuk bahan baku kerajinan.

Hampir setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Mulai dari bagian batang (kulit dan kayu), daun, akar dan getah. Kulitnya dapat digunakan sebagai tonik dan obat penyakit desentri dan malaria. Getahnya dapat digunakan untuk pembuatan permen karet dengan kualitas rendah. 

Cara pembuatan untuk obat malaria adalah dengan mengambil 3 jari kulit pulai, cuci dan potong menjadi beberapa bagian. Rebus dengan 5 gelas air minum. Biarkan mendidih sampai setengahnya. Dinginkan, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas minum. Tambahkan sedikit gula karena pahit.

 

5. Johar (Senna siamea).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Tanaman Johar

(Sumber: https://tanaman--herbal.blogspot.com/2015/09/manfaat-dan-khasiat-johar-cassia-siamea.html

Pohon Johar termasuk suku Fabaceae atau Leguminoceae (polong-polongan). Daunnya majemuk dan menyirip genap sepanjang 10–35 cm, dengan tangkai bulat torak sepanjang 1,5 – 3,5 cm yang beralur dangkal di tengah poros tanpa kelenjar. Perakarannya yang luas mampu menahan air secara baik. Johar juga sering ditanam dalam sistem pertanaman campuran (agroforestri), baik sebagai tanaman sela, tanaman tepi atau penghalang angin. Pohon ini juga dimanfaatkan sebagai obat cacingan, sawan, diabetes, dan sebagainya (Tiana, 2015).

Cara membuat, ambil segenggam daun johar segar yang sudah dicuci bersih. Rebus dalam 3 gleas air, biarkan mendidih sampai air rebusannya tersisa 3/4nya. Minum airnya 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas minum.

 

6. Brotowali (Tinospora cordifolia).

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Brotowali

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tinospora_cordifolia.jpg)

Tumbuhan ini menyukai tempat panas, berupa perdu memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat yang rasanya pahit, seperti sirih. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak bundar seperti telurdengan ujung lancip, panjang 7-12 cm, lebar 5-10 cm, bunga kecil, berwarna hijau muda. Selain itu, Bratawali juga dapat diperbanyak dengan stek.

Cara pembuatannya, ambil 3/4 jari batang brotowali segar yang sudah dicuci bersih. Rebus dengan 4,5 gelas minum air. Biarkan mendidih sampai tinggal setengah airnya. Kemudian air disaring dan tambahkan gula. Minum airnya 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas minum.

 

7. Meniran (Phyllanthus urinaria). 

Tangkal malaria dengan 7 tanaman obat tradisional ini

Gambar: Meniran

(Sumber: https://deltomed.id/health/fakta-dan-kegunaan-meniran-2)

Meniran atau Phyllanthus urinaria adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki bentuk batang bulat, basah dan tinggi kurang dari 50 cm Daun dari tanaman meniran bertulang menyirip genap, setiap satu tangkai memiliki daun majemuk dengan ukuran yang kecil dan berbentuk lonjong. Bunga tumbuhan ini terdapat pada setiap ketiak daun serta menghadap ke bagian bawah (Wikipedia, 2019).

Cara pembuatannya, setengah genggam daun meniran, cuci bersih. Rebus dengan 3 gelas air, biarkan mendidih sampai air rebusannya tersisa 3/4-nya. Saring dan biarkan dingin. Minum airnya 3 kali sehari sebanyak 3/4 gelas minum dan tambahkan sedikit madu.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red