×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Sudah berusaha keras tapi malah berakhir kegagalan? Ini alasannya

0

Life

Sudah berusaha keras tapi malah berakhir kegagalan? Ini alasannya

Berusaha keras memang penting, namun terkadang ada hal lain yang perlu untuk diperhatikan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Widya Rohman

18 / 09 / 2019 10:19

Banyak orang yang memiliki hidup sesimpel ini, contohnya jika mengorbankan lebih banyak pikiran, waktu, dan energi pasti akan menghasilkan yang lebih baik dan mendapatkan apa yang diinginkan. Tetapi kadang hidup tak seindah dan semudah itu, misalnya kita mengikuti lomba dan sangat berusaha dengan keras tapi malah gagal yang kita dapatkan. Atau ketika sedang wawancara pekerjaan yang sangat didamba-dambakan bahkan menghabiskan berjam-jam untuk persiapan menjawab pertanyaan yang mungkin keluar, tetapi yang keluar malah pertanyaan hal dasar yang lupa untuk dihafalkan.

Nah, berikut ini ada beberapa tips mudah untuk menangkis hal yang bisa menghalangi kita mencapai tujuan.

1. Melepaskan kendali.

Di dalam buku The Inner Game of Tennis, pelatih W. Timothy Gallwey menjelaskan bahwa siswa akan frustasi jika mereka tidak menguasi skill tertentu. Jika hal tersebut terjadi, ia menulis, mereka harus membiarkan alam bawah sadar mereka bekerja. "Jika tubuhmu tahu bagaimana cara memukul forehand, maka biarkan hal tersebut terjadi. Jika tidak, jadikan pelajaran."

Pikiran sadar memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil daripada pikiran bawah sadar, kata psikolog Timothy D. Wilson. Dalam bukunya Strangers to Ourself. Dia menulis bahwa tubuh kita mengirimkan 11 juta bit informasi ke otak per detik, tetapi kita hanya dapat secara sadar memproses 40 potongan itu sekaligus. Hal tersebut merupakan naluri umum untuk mencoba melakukan upaya yang lebih sadar terhadap suatu situasi ketika taruhannya semakin tinggi. Tetapi kadang-kadang reaksi sebaliknya, melepaskan kendali, dapat lebih bermanfaat.

Loading...

2. Lakukanlah hal itu!

Srategi lain adalah melakukan apa pun yang sedang kamu coba lakukan. Membingkai tantangan sebagai peran untuk dimainkan, Gallwey percaya itu akan memungkinkanmu untuk melampaui citra yang kamu miliki tentang dirimu dengan segala keterbatasannya.

Dalam The Inner Game of Tennis, ia menjelaskan:

“Bayangkan saya adalah sutradara serial televisi dan mengetahui bahwa kamu adalah seorang aktor yang bermain tenis, saya bertanya apakah kamu ingin melakukan sedikit bagian sebagai pemain tenis papan atas. Saya yakinkan kamu bahwa kamu tidak perlu khawatir mengenai bola keluar atau masuk ke jaring karena kamera hanya akan fokus pada kamu dan tidak akan mengikuti bola. Yang paling saya minati adalah bahwa kamu mengadopsi perilaku profesional, dan bahwa kamu mengayunkan raket kamu dengan kepercayaan diri tertinggi. Yang terpenting, wajah kamu harus mengekspresikan keraguan diri. kamu harus terlihat seperti memukul setiap bola tepat di tempat yang kamu inginkan. Benar-benar masuk ke dalam peran, pukul sekeras yang kamu suka dan abaikan di mana bola sebenarnya menuju. ”

Ini adalah latihan yang memaksa kamu untuk fokus pada proses daripada hasil, yang membuat kamu kembali pada dasar-dasar apa yang kamu lakukan.

Dan penelitian telah menunjukkan bahwa "fake it 'till you make it" yang artinya "berpura-puralah sampai yang dipura-purakan menjadi kenyataan" bisa menjadi strategi yang efektif dalam menghadapi kecemasan yang merusak kinerja. Seperti yang ditulis Kurt Vonnegut di Mother Night: "Kami adalah apa yang kami berpura-pura menjadi, jadi kita harus berhati-hati tentang apa yang kita berpura-pura menjadi."

3. Fokuslah pada bagian yang tidak langsung pada proses yang kita jalani.

Satu studi menemukan bahwa ketika musisi berfokus pada suara piano yang mereka hasilkan daripada gerakan jarinya, ternyata penampilan mereka lebih memukau. Dalam studi lain, pembicara yang fokus pada lingkungan fisik mereka atau pada penonton, ternyata bisa tampil lebih baik daripada mereka yang fokus pada diri mereka sendiri. Jika kamu merasa cemas, sebaiknya lihat skenario makroskopisnya

Ketika ada sesuatu yang penting bagimu, itu wajar untuk memperketat dan berusaha lebih keras. Tetapi terkadang, hal tersebut hanya membawamu pada kegagalan. Untuk membuat sesuatu terjadi, tentu saja penting untuk melakukannya. Tetapi kemudian kamu harus mundur secara strategis dan membiarkan otak bawah sadarmu melakukan apa yang sudah diketahui bagaimana cara melakukannya.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red