×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Pesona Embung Nglanggeran, tampungan air pertama di ketinggian

0

Jalan-Jalan

Pesona Embung Nglanggeran, tampungan air pertama di ketinggian

Informasi tentang objek wisata waduk buatan bernama Embung Nglanggeran yang berada di Gunung Kidul.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Adira Putri

10 / 08 / 2021 14:32

Siapa yang tidak tahu tentang Kota Yogyakarta. Kota yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia ini terdiri atas satu kota madya Yogyakarta dan empat kabupaten yaitu Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Bantul. Kabupaten yang paing terkenal akan tempat wisata yang indah yakni, Gunung Kidul.

Salah satu dari banyak wisata yang terkenal di Gunung Kidul yaitu Embung Nglanggeran, tampungan air pertama yang dibangun di ketinggian. Waduk buatan ini bisa kamu datangi untuk mencari inspirasi, menenangkan diri, atau sekadar menambah koleksi foto di galeri. Penasaran? Yuk simak sampai akhir.

Apa itu Embung Nglanggeran?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, embung berarti penampungan air hujan yang digunakan pada saat musim kemarau untuk tujuan irigasi dan air bersih. Sedangkan Nglanggeran diambil dari nama desa di Gunung Kidul, yakni Desa Nglanggeran.

Embung atau tampungan air Kebun Buah Nglanggeran memiliki luas 0,34 hektar. Tampungan air ini digunakan untuk pengairan kebun buah yang berada di bawahnya.

Terletak sekitar 1,5 km dari pintu masuk Kawasan Gunung Api Purba, embung ini dibangun pada tahun 2012 dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 2013 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Air di embung ini juga tak hanya dari air hujan tetapi dari air yang mengalir dari Gunung Api Purba Nglanggeran.

Loading...

Tak banyak yang tahu, Embung Nglanggeran merupakan tampungan air pertama yang dibangun di ketinggian. Keindahan warna air embung yang sangat eksotis dan panorama epik dari atas bukit yang memanjakan mata memiliki daya tarik yang sangat pekat untuk mendatangkan banyak wisatawan. Tak heran jika waduk mini yang berada di ketinggian 495 mdpl ini menjadi tempat wisata favorit.

Lokasi Embung Nglanggeran.

Embung Nglanggeran ini berada di Nglanggeran Wetan, Nglanggeran, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55862.

Jam operasional.

Embung Nglanggeran ditutup pukul 19.00 dikarenakan jalan yang berkelok-kelok dan sedikit curam. Pagi, siang, atau sore hari menjadi waktu yang tepat untuk mengunjungi embung demi keselamatan.

Namun, jika kamu ingin mengunjunginya pada sore menjelang malam untuk menikmati senja atau pergantian petang ke malam juga tidak apa-apa selagi kamu sudah profesional dalam mengendarai kendaraan.

Harga tiket masuk.

Untuk menikmati waduk yang berada di atas Bukit Gandu ini kamu cukup membayar sekitar Rp 10 ribu pada pagi hari dan Rp 15 ribu pada malam hari. Sangat terjangkau sekali, bukan? Sebanding dengan keindahan alam yang disuguhkan.

Review lokasi.

Waduk yang dekat dengan wisata Gunung Api Purba ini memiliki tempat parkir yang cukup luas. Untuk sampai di Embung ini perlu usaha yang cukup menegangkan karena sama seperti banyak wisata alam di Gunung Kidul lainnya, jalan yang dilewati selalu menanjak dan berkelok. Pastikan membawa driver profesional atau setidaknya sudah mahir dengan berbagai macam jenis jalan.

Saat sampai di tempat parkir, kamu akan menemui sebuah anak tangga yang tinggi di deratan sebuah bukit. Nah, di atas sanalah lokasi Embung Nglanggeran.

Kamu harus makan dulu sebelum menaiki tangga yang lumayan membuat kaki pegal. Usahakan jangan naik waktu siang hari karena panas sekali walau jika sudah sampai di atas banyak angin sepoi-sepoi. Kamu disarankan datang pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB - 10.00 WIB atau pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB - 17.00 WIB agar suasana mendukung untuk menaiki puluhan anak tangga.

Fasilitas yang ada di embung ini sama seperti pada tempat wisata lainnya, yakni terdapat toilet dan beberapa tempat makan kecil. Namun, semenjak setahun yang lalu di saat pandemi menimpa Indonesia, Embung Nglanggeran jarang dikunjungi sehingga sedikit juga orang yang berjualan di sana.

Sebagai tambahan informasi, ada banyak sekali tempat wisata yang berada di Desa Nglanggeran dan jaraknya tak begitu jauh dari embung ini, di antaranya Gunung Api Purba, Air Terjun Kedung Kandang, Griya Coklat Nglanggeran, Gunung Kelir, Gunung Buchu, Gunung Blengos dan masih banyak lagi.

Jadi, bagaimana? Tertarik untuk menambahkan beberapa tempat wisata di atas ke dalam travel list kamu dan menjadikan Embung Nglanggeran di urutan nomor satu yang akan kamu kunjungi setelah pandemi?

Sebelum melepas rindu dengan travelling, siapkan dulu segala sesuatunya ya. Siapkan mental, perasaan, kesehatan, dan pastinya tabungan. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita semua bisa kembali berpetualang menapaki negeri yang gemah ripah loh jinawi ini. Salam lestari!

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red