×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Merawat toleransi tidak hanya sebatas narasi

0

Serius

Merawat toleransi tidak hanya sebatas narasi

Dalam menjalankan toleransi diharapkan tidak hanya sekadar sebuah narasi yang dibangun di tengah masyarakat Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Agustinus Felix Nugraha Hutagalung

31 / 12 / 2019 19:57

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara multikultural yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras. Tentu hal ini menjadi kekayaan tersendiri bagi negara Indonesia dibanding dengan negara lain. Kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia ini wajib dijaga agar tetap bertahan di masa depan dan diwariskan kepada penerus bangsa.

Dalam menjaga keberagaman ini masyarakat harus merepresentasikan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara agar terbentuk hubungan harmonis dalam balutan toleransi. Dalam menjalankan toleransi diharapkan tidak hanya sekadar sebuah narasi yang dibangun di tengah masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data dari Wahid Foundation tahun 2019, dari jumlah 1.520 responden sebanyak 59,9 persen mempunyai kelompok atau golongan yang tidak disukai. Golongan yang tidak disukai ini meliputi mereka yang memiliki latar belakang kepercayaannya adalah non muslim, kelompok komunis, Tionghoa, dan lainnya. Dari total 59,9 persen itu, sebanyak 92,2 persen tidak setuju jikalau anggota golongan yang mereka tidak sukai menjadi pimpinan pemerintahan di Indonesia. Sejumlah 82,4 persennya mereka tak rela anggota golongan yang tidak disukai itu menjadi tetangga di lingkungan tempat tinggal mereka. Data toleransi dari tahun-ketahun mengalami penurunan, tentu hal ini dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi bom waktu bagi Indonesia apabila tidak segera diatasi.

Berdasarkan data tersebut hal ini bukan menjadi suatu prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia, melainkan akan menjadi pemicu segregasi atau pemisahan secara paksa terhadap suatu golongan suku, agama, dan ras yang ada di Indonesia. Data tersebut tidak bisa dianggap remeh karena akan mengancam keberagaman dari bangsa yang kaya ini. Sehingga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia dalam merawat keberagaman yang tidak hanya melibatkan dari salah satu pihak saja.

Seluruh komponen yang ada baik pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus bersinergi dalam mengimplementasikan narasi-narasi yang dibangun dalam balutan toleransi. Narasi-narasi kedamaian dan kerukunanlah yang perlu digaungkan di ranah publik yang menjadi suatu gerakan dalam menjaga keberagaman di Indonesia. Sehingga kekayaan keberagaman Bangsa Indonesia ini akan tetap terjaga dan menjadikan contoh bagi negara lain. Karena perbedaan itulah yang membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kaya.

Loading...





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red