×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Menyusuri sejarah berdirinya Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang

0

N/A

Menyusuri sejarah berdirinya Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang

Mengulik sejarah Ponpes di Desa Denanyar, Jombang.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Dyah Peni Wulandari

30 / 12 / 2019 18:54

Kabupaten Jombang dikenal dengan banyaknya pondok pesantren (ponpes) dan juga ulama- ulama besar Indonesia. Di sinilah berdiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, tepatnya di Desa Denanyar. Ponpes ini didirikan oleh K.H. Bishri Syansuri, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama. Setelah mengeyam pendidikan agama, beliau berinisiatif mendirikan pondok pesantren di Desa Denanyar.

Menyusuri sejarah berdirinya Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang

Dengan dukungan istrinya, Nyai Hj. Noor Khodijah dan dengan seizin gurunya, K.H. Hasyim Asy’ari serta mertuanya, K.H. Hasbullah, Kiai Bishri Syansuri mendirikan Pondok Pesantren Denanyar pada tahun 1917. Ponpes ini bisa dikatakan Ponpes yang paling muda di antara pondok pesantren lainnya di Jombang seperti Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras dan PonPes Tebuireng.

Pada awal didirikannya pondok pesantren ini, hanya dibangun Pondok untuk santri putra karena pada saat itu dianggap tidak lazim jika santri putri mondok di pesantren. Namun dengan seizin K.H. Hasyim Asy’ari, beliau pun mendirikan Pondok Pesantren Putri Denanyar pada tahun 1921. Tiga tahun setelahnya dibangun Madrasah Ibtidaiyah (SD) Mamba’ul Huda yang kemudian diganti menjadi Mamba’ul Ma’arif dan secara bersamaan Pondok Pesatren Denanyar menjadi Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif.

Setelah itu, dua tahun kemudian dibangun Madrasah Tsanawiyah Putra dan pada 1928 dibangunlah Madrasah Tsanawiyah Putri. Kemudian tahun 1962 dibangun Madrasah Aliyah Putra Putri yang sesuai SK menteri agama RI No.24 tahun 1969 menjadi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang sebelumnya berstatus swasta menjadi negeri, yakni MTsN dan MAN.

Loading...

Upaya pengembangan pondok pesantren terus diupayakan, seperti dibangunnya Madrasah Tsanawiyah Mamba’ul Ma’arif (berstatus swasta) pada 1993 dan Madrasah Aliyah (berstatus swasta) pada tahun 2000, serta terdapat pula Sekolah Kejuruan yang didirikan pada tahun 1999.

Untuk menunjang pembelajaran di sekolah yang telah dibangun, maka didirikan pula Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah serta Lembaga Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red