×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

0

Film

Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

Dibandingkan Sequel Trilogy Star Wars, pujian ke The Mandalorian jauh lebih besar. Padahal serial ini hanya spin-off, lho!

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Harry Rezqiano

22 / 12 / 2020 16:15

Artikel mengandung spoiler Star Wars: The Mandalorian.

Beberapa hari terakhir apa saja yang paling termasuk trending dan dibicarakan di internet? Mungkin serial Disney+ Star Wars: The Mandalorian ada di deretan atas daftar trending di seantero internet. Berbagai komentar, teori, dan banyak hal soal Star Wars lalu lalang di internet.

Sebagai salah satu franchise hiburan dengan jumlah fans dan profit besar sekali, Star Wars adalah mesin pencetak uang Lucasfilm dan Disney sebagai pemilik IP ini. Hampir semua produk Star Wars akan menyedot atensi fans bersama uang mereka.

Sejak film perdana Star Wars tahun 1977 (saat ini menggunakan judul resmi Star Wars: Episode IV – A New Hope), film opera luar angkasa dengan elemen fiksi ilmiah karya George Lucas ini memberikan penonton dan fans-nya sebuah petualangan fantasi di luar angkasa; perang bintang dengan tembakan laser, pesawat tempur, duel pedang bersinar terang alias Lightsaber, dan berbagai elemen khas lain. Dulunya merupakan properti Lucasfilm, kini Star Wars adalah bagian lini bisnis House of Mouse alias Disney.

Fans Star Wars tentu tahu bagaimana terbelahnya opini untuk ‘Sequel Trilogy’ Star Wars yang dimulai dari Star Wars: Episode VII – The Foce Awakens (2015). Secara canonical atau resmi, film Star Wars memiliki tiga bagian: Prequel Trilogy, Main Trilogy, dan Sequel Trilogy. Sesuai namanya, bagian-bagian ini terdiri dari tiga film.

Loading...

Prequel Trilogy dengan Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999), Star Wars: Episode II – Attack of the Clones (2002), dan Star Wars: Episode III – Revenge of the Sith (2005).

Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

Foto: Amazon

Main Trilogy dengan Star Wars: Episode IV – A New Hope (1977), Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980), dan Star Wars: Episode VI – Return of the Jedi (1983).

Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

Foto: BGR

Sequel Trilogy memiliki Star Wars: Episode VII – The Force Awakens (2015), Star Wars: Episode VIII – The Last Jedi (2017), serta Star Wars: Episode IX – The Rise of Skywalker (2019).

Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

Foto: Medium

Di luar dari judul-judul ini, produk Star Wars menyandang status spin-off alias sempalan. Tapi jangan salah; ada banyak produk spin-off Star Wars yang tidak kalah sukses dari tiga trilogi utama. Bahkan Prequel Trilogy dan Sequel Trilogi hingga kini menyandang status sebagai Star Wars yang ‘nggak oke banget’ di kalangan fans (terutama kelompok purist alias garis keras). Mereka menganggap Sequel Trilogy terlalu jauh dan tidak memiliki pesona seperti Star Wars original.

Jika kamu search soal Star Wars di internet, kamu akan menemukan ini, yaitu ketidakpuasan akan bagaimana Lucasfilm dan Disney menangani Star Wars. Terutama di Sequel Trilogy di mana karakter-karakter lovable dunia Star Wars seperti Han Solo dan Luke Skywalker dimatikan dari cerita utama. Beberapa pendapat bahkan secara ekstrem dan skeptis mengatakan "Star Wars nggak bisa lagi diselamatkan" saat membicarakan masa depan Star Wars sebagai waralaba penting industri hiburan dunia.

Sampai dua produser bertangan dingin Dave Filoni dan Jon Favreau menciptakan spin-off Star Wars berjudul The Mandalorian.

Mengapa serial Star Wars: The Mandalorian bisa sukses? Ini alasannya

Jon Favreau (kiri) & Dave Filoni (kanan) / Foto: Dork Side of the Force

 

Filoni adalah mastermind di balik kesuksesan spin-off Star Wars sebelumnya seperti Star Wars: The Clone Wars (2008) dan Star Wars Rebels (2014). Sementara Favreau bertanggung jawab atas dimulainya Marvel Cinematic Universe / MCU dengan karyanya Iron Man (2008). Mereka menciptakan The Mandalorian sebagai serial live action untuk Disney+, yang kemudian sukses besar dengan mayoritas fans lama (maupun baru) Star Wars memuji bagaimana The Mandalorian dapat memberikan rasa sebaik Original Trilogy Star Wars. Hal ini kontras dengan hujan kritik atas Sequel Trilogy Star Wars. Bayangkan; spin-off Star Wars dianggap lebih baik daripada film utama? Tentu saja ini memalukan untuk mereka yang terlibat di Sequel Trilogy Star Wars.

Tapi mengapa itu bisa terjadi? Kenapa The Mandalorian malah lebih bisa diterima fans Star Wars daripada Sequel Trilogy (dan Prequel Trilogy)?

Akan ada banyak opini, komentar, dan teori soal ini. Kalau menurut saya, alasan mengapa The Mandalorian bisa meraih kesuksesan adalah karena mereka membuat linimasa tidak terlalu jauh dari Main Trilogy namun tetap menjaga jarak agar tidak terlalu dekat juga dengan kisah utama Star Wars. Star Wars adalah soal keruwetan keluarga Skywalker/Solo dengan latar belakang perang Galactic Empire versus Rebel Alliance. Sequel Trilogy mengambil jarak 30 tahun setelah Episode VI sehingga ada gap cerita yang lebar di sana. The Mandalorian memulai ceritanya dari lima tahun setelah Episode VI dan tidak menggunakan karakter ‘baik-baik’ dari Jedi atau Rebel Alliance tapi malah bounty hunter Mandalorian seperti Boba Fett dari Episode V. Pemilihan Mandalorian sebagai tokoh utama spin-off ini tergolong berani. Saya sendiri awalnya skeptis. Boba Fett memang karakter disukai sekelompok fans Star Wars karena unik, tapi apa iya Mandalorian bisa jadi karakter utama cerita Star Wars?

 

Kini saya mengaku salah perkiraan karena ternyata Jon Favreau dan Dave Filoni mampu menciptakan spin-off Star Wars keren lewat pendekatan serial TV 'Western/Cowboy' era 60-70-an dulu; tapi dengan lokasi luar angkasa dan semangat Star Wars. Dengan sosok Din Djarin sebagai tokoh utama (memegang teguh kepercayaan/creed Mandalore yang melarang membuka helm dan menunjukkan wajah) serta ‘Baby Yoda’ alias Grogu (mencuri hati internet dengan penampilan imut dan kelakuan anak bayi), serial The Mandalorian hampir pasti akan terus dibuat oleh Disney+. Bahkan lucunya bakal ada spin-off lain lagi lahir gara-gara The Mandalorian seperti Star Wars: Ahsoka maupun Star Wars: Rangers of the New Republic yang rilis 2021 dan besar kemungkinan akan membentuk semesta bersama The Mandalorian. Seperti Marvel Cinematic Universe mungkin? Berhubung Jon Favreau ada di belakang MCU dan Mandalorian, ini adalah dugaan beralasan.

Musim ketiga The Mandalorian dirilis menjelang akhir tahun 2021 bersama spin-off lain Star Wars. Secara pribadi saya berharap saturasi produk Star Wars di pasaran tidak jadi situasi "waduh kenapa ada banyak banget Star Wars sekarang?" karena itu bisa memicu efek negatif. Tapi memang sejak Disney menguasai Star Wars dengan harga mahal $ 4 miliar, mereka menggenjot produksi Star Wars dengan jor-joran. Dan rasanya wajar juga. Bisnis harus bisa balik modal dan menghasilkan keuntungan, kan? Dan nama Star Wars adalah jaminan keuntungan dalam bisnis. Tapi menurut kamu sendiri, mengapa The Mandalorian bisa sukses banget seperti sekarang?





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red