×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini alasan ilmuwan ciptakan robot bayi menyeramkan

0

Ilmiah

Ini alasan ilmuwan ciptakan robot bayi menyeramkan

Para ilmuwan baru saja menciptakan robot bayi yang menyeramkan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Weight lifting

25 / 01 / 2018 22:01

Robot bayi yang terbungkus aluminium foil ini digunakan untuk membantu para peneliti memahami seberapa banyak kotoran, serbuk sari, sel kulit dan bakteri yang terhirup ketika bayi sedang merangkak.

Saat bayi yang baru lahir merangkak mengelilingi rumah atau lokasi lain, mulut dan hidung mereka dekat dengan lantai. Lingkungan dalam ruangan, terutama daerah berkarpet, bisa menjebak berbagai partikel- partikel halus juga makhluk hidup, termasuk serbuk sari, sel kulit, kotoran, spora jamur dan bakteri. Studi baru ini adalah yang pertama menganalisis kotoran-kotoran dalam ruangan yang terhirup oleh bayi yang merangkak.

Untuk memvisualisasikannya, para ilmuwan membuat sebuah robot bayi. Mereka mengambil boneka bayi dan mengubahnya menjadi alat yang tanpa tanpa kaki yang menyeret dirinya ke depan dengan kedua tangannya. Ketika robot merangkak (menyeret dirinya) di atas karpet yang diambil dari rumah untuk penelitian, dikumpulkan dan dianalisis awan partikel yang muncul di sekitarnya robot bayi tersebut.

Brandon Boor, asisten profesor teknik sipil dan lingkungan dan rekayasa ekologi di Universitas Purdue mengatakan, "Kami menggunakan instrumentasi aerosol mutakhir untuk melacak partikel biologis yang mengambang di udara di sekitar bayi secara real-time."

“Bahan biologis seperti partikel serbuk sari, spora dan sel bakteri akan berpendar saat diterangi oleh laser, sehingga para peneliti membedakannya dari bahan udara nonbiologis, “kata Boor.

Loading...

Kemudian, kelompok mikrobiologi di Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional Finlandia melakukan analisis DNA mikroba yang dikumpulkan para peneliti di saringan. Dari penelitian dapat diketahui bahwa jumlah bahan yang dihirup oleh bayi secara signifikan lebih tinggi dari jumlah yang orang dewasa hirup, sekitar empat kali per kilogram massa tubuh.

Namun ini mungkin bukan hal yang buruk bagi bayi, karena bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka.Namun, para peneliti akan meneliti lebih jauh lagi tentang efek dari partikel-partikel yang terhirup oleh bayi yang merangkak.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    100%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red