×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah Tanah Jawa: Unit Gaib Darurat, kisah mistis rumah sakit Blitar

0

Serem

Kisah Tanah Jawa: Unit Gaib Darurat, kisah mistis rumah sakit Blitar

Buku ini disusun oleh tim Kisah Tanah Jawa yang melakukan investigasi langsung tentang kisah-kisah mistis dan sejarah yang berada di Tanah Jawa.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Maualana Fahmi

26 / 11 / 2021 10:52

Kisah Tanah Jawa adalah sebuah buku yang sudah memiliki beberapa seri, salah satunya Unit Gaib Darurat. Memiliki tebal sekitar 160 halaman, buku ini disusun oleh tim KTJ (Kisah Tanah Jawa) yang melakukan investigasi langsung tentang kisah-kisah mistis, dan sejarah yang berada di Tanah Jawa. Dibanderol Rp 66 ribu, buku ini pertama kali diterbitkan oleh Gagas Media Jakarta pada Desember tahun 2019. Hari Kurniawan adalah orang yang menggagas terbentuknya tim KTJ tersebut. 

Buku ini berjudul Kisah Tanah Jawa: Unit Gaib Darurat. Tentu saja apa yang kamu pikirkan setelah melihat judul dan cover-nya adalah kejadian-kejadian yang berada di sebuah rumah sakit. Tepatnya di rumah sakit Blitar yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1942. Rumah sakit ini dibangun pada tahun 1940-an dan hanya bangunan depannya saja yang dibangun. Di rumah sakit ini banyak sekali hal-hal yang ganjil dan gaib, seperti suster ngesot, sirine ambulans yang tiba-tiba berbunyi sendiri, kakek tua penunggu sumur dan masih banyak lagi cerita lainnya. Namun di rumah sakit ini tidak semua makhluknya berenergi negatif, sebab ada juga yang positif.

Di rumah sakit ini diceritakan ada seorang bernama Frederick, dia adalah seorang dokter keturunan Belanda yang pergi ke Hindia Belanda mengikuti kedua orang tuanya yang telah pergi terlebih dahulu. Dr. Federick mengenyam pendidikannya di Belanda selama sembilan tahun dan juga sempat bersekolah di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dari 1930-1935. Dia adalah sosok dokter yang sangat baik, membantu orang tanpa melihat latar belakang, sosial-ekonomi, ataupun pandangan politik (hal 41). Dia bekerja di rumah sakit tersebut dengan sangat baik dan senang. Namun setelah tantara Jepang datang, mereka memaksa Dr. Frederick untuk bekerja lebih keras hingga dia pun jatuh sakit. Sebelum dia megembuskan napas terakhirnya, dia berpesan "Tolong tulislah. Kau hanya perlu menulis sebelum kami di sini lebih menderita." (hal 46)

Rumah sakit ini juga menjadi saksi bisu kekejaman dari tentara Jepang. Banyak para tenaga kesehatan yang disiksa, diperkosa, bahkan hingga dibunuh dikarenakan kebanyakan pasien dan juga tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit tersebut berasal dari para pejuang pemberontakan PETA (Pembela Tanah Air). Seperti contoh kisah tentang suster ngesot yang menjadi korban dari kekejaman tentara Jepang, ketika kamu membaca buku ini akan dijelaskan bahwa adanya qarin dari suster ngesot dikarenakan dia tidak terima akan kematiannya. Dia meninggal akibat tentara Jepang yang menyiksanya dengan memukul dan menendang kakinya serta menembak kaki sebelah kanan miliknya hingga meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Rumah sakit yang dilabeli sebagai rumah sakit paling kelam di Indonesia ini banyak sekali memiliki hal-hal yang berbau mistis. Sebagai contoh di sini penulis sedikit mengigatkan kita akan kejadian mistis yang sempat ramai pada tahun 2012 silam. Diceritakan ada sepasang suami istri yang tengah belanja untuk kebutuhan anak mereka yang akan segera lahir. Setelah selesai berbelanja meraka pun menyempatkan diri untuk makan di warung pinggir jalan, setelah selesai mereka lalu pulang, namun tiba-tiba perut sang istri merasa sakit karena tanda-tanda akan melahirkan. Dalam kondisi panik langsung saja sang suami bergegas mencari sebuah rumah sakit. Setelah sekian lama mencari akhirnya ia menemukan sebuah rumah sakit.

Loading...

Seperti pada rumah sakit umum lainnya, kedatangan mereka langsung disambut oleh para suster yang dengan sigap menangani. Singkat cerita sang anak pun terlahir dengan selamat, namun anehnya tidak ada tegur sapa ataupun ucapan selamat dari dokter dan para suster. Pada saat itu meraka belum menyadari hal janggal tersebut sampai akhirnya sang suami pulang untuk mengambil keperluan istrinya.

Saat kembali esok harinya sang suami terkejut ketika sampai di rumah sakit karena melihat tempat tersebut sangat sepi dan tidak ada orang sama sekali. Dia pun berlari menelusuri semua ruangan yang ada untuk mencari istrinya karena dia tidak menemukannya di tempat sebelumnya. Namun setelah lama mencari dia masih tidak dapat menemukan istrinya. Dia ingat ada satu ruangan yang belum dia periksa, yaitu kamar mayat. Sang suami membuka pintunya dengan perlahan, dan dia menemukan sang istri tengah terduduk sambil menggendong bayinya. Untung saja mereka selamat, hanya saja psikis dari sang istri merasakan syok yang luar biasa.

Buku ini sangat menarik dan juga kata-katanya yang mudah sekali dipahami. Dengan membaca cerita ini kamu bisa menambah wawasan tentang sejarah Indonesia khususnya di Tanah Jawa. Dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, kamu bisa membeli buku ini di toko-toko buku terdekat dan juga online shop. Ilustrasinya pun beragam dan juga berwarna, jadi kamu bisa dengan jelas melihat gambar tersebut.

Tentu dengan adanya kelebihan juga juga pasti ada kekurangannya. Buku ini tidak memiliki daftar isi sehingga kamu akan sulit untuk mencari halaman yang ingin kamu baca.

Buku ini sangat cocok bagi pembaca yang menyukai genre horor dan berbau mistis. Buku ini juga khusus untuk pembaca usia 17 tahun ke atas. Bagi orang yang memiliki rasa takut akan hal yang berbau mistis dan horor sangat tidak disarankan karena akan mengganggu psikologis orang tersebut. Buku ini mengingatkan kita agar lebih banyak bersyukur karena negeri kita Indonesia ini telah merdeka dan tidak mengalami hal-hal yang mengerikan seperti masa zaman penjajahan dahulu.

Oleh: Maulana Fahmi D. F /067/Farmasi B

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red