×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ketahui 7 ciri teman palsu agar kamu lebih waspada dalam berteman

0

Kepribadian

Ketahui 7 ciri teman palsu agar kamu lebih waspada dalam berteman

Teman tidak melulu harus banyak, asalkan pertemanan berkualitas dan didasari dengan ketulusan, hal itu sudah lebih dari cukup.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Sarah Nabilla

04 / 06 / 2020 17:50

Teman adalah sosok yang selalu mendukung dan berada di sisi kita. Sebagai makhluk sosial, berteman menjadi sebuah kebutuhan bagi manusia dalam menjalani hidup. Setiap orang membutuhkan teman dalam hidupnya. Berteman boleh dilakukan dengan siapa saja asal membawa pengaruh yang baik. Dengan berteman, kita dapat melakukan berbagai kegiatan bersama, seperti belanja, bepergian, dan berbagi ilmu bersama. Kita juga dapat saling mengingatkan untuk berbuat baik, saling tolong menolong, berbagi suka dan duka, dan masih banyak lagi keuntungan lain dari berteman.

Teman dianalogikan sebagai sosok yang tulus. Teman yang tulus akan selalu mendukung kita dan tidak mengharapkan pamrih atas kebaikan yang telah ia lakukan terhadap kita. Pertemanan yang didasari dengan ketulusan biasanya akan berlangsung dalam waktu yang lama. Namun, ada pula pertemanan yang tidak didasari oleh ketulusan. Teman seperti ini kerap disebut dengan julukan fake friend, alias teman palsu. Teman palsu akan membawa dampak negatif dalam pertemanan. Untuk mengetahuinya, kamu dapat mendeteksi teman palsu berdasarkan ciri-ciri di bawah ini, lho!

1. Selalu berusaha menjatuhkanmu.

Tanpa disadari, teman palsu selalu mencari cara untuk menjatuhkanmu. Hal ini dilakukannya lantaran ia merasa iri dengan kesuksesanmu. Ia tidak senang apabila kamu lebih baik dari dirinya. Bukannya mendukung, ia malah menakut-nakuti agar kamu patah semangat, seperti “Hah kamu yakin kali ini berhasil? Kalau gagal lagi gimana, dong? Ya ampun, udah deh mending kamu nggak usah coba lagi daripada gagal mulu."

2. Hanya membicarakan tentang dirinya ketika berbicara denganmu.

Loading...

Teman palsu biasanya mendominasi percakapan dengan menceritakan tentang dirinya sepanjang percakapannya denganmu. Ia ingin kamu mendengarkan kisahnya dari awal hingga akhir dan menuntutmu untuk memberi respons terhadap ceritanya, sedangkan ia tidak memberikan kamu kesempatan untuk bercerita. Apabila kamu bercerita tentang dirimu kepadanya, ia hanya sekadar mendengarkan dan tidak terlalu menanggapi ceritamu.

3. Hanya datang ketika membutuhkanmu.

Berbeda dengan teman yang tulus, teman palsu hanya berada di sisimu ketika ia membutuhkanmu. Ketika sedang tidak membutuhkanmu, ia tidak pernah ada, begitu pula saat kamu membutuhkannya. Ia menilai pertemanannya denganmu hanya sebatas keuntungan pribadi bagi dirinya. Intinya, ia hanya memikirkan dirinya sendiri.

4. Bertingkah laku berbeda saat berada di belakangmu.

Teman palsu akan bepura-pura menjadi teman yang tulus ketika berada di hadapanmu, namun dalam sekejap berubah menjadi sosok yang berbeda ketika berada di belakangmu. Ia akan bergosip tentang dirimu kepada orang lain dan menghasut orang tersebut agar ikut membencimu.

5. Membuat kamu merasa bersalah ketika suatu hal tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

Ketika teman palsu menghadapi kegagalan, bukannya mengevaluasi diri ia malah menyalahkanmu dengan menganggapmu sebagai sumber dari kegagalannya. Ia terlalu gengsi untuk mengevaluasi dirinya sendiri sehingga melampiaskan kegagalannya tersebut kepada orang di sekitarnya, salah satunya kamu. Kehadiran dan bantuan yang kamu berikan akan dianggap sebagai penghalang bagi kesuksesannya.

6. Tidak pernah mendukung dan membantumu dalam menggapai tujuan.

Kesuksesanmu adalah bencana baginya. Maka dari itu, bukannya mendukung, teman palsu sering kali men-judge dan meremehkanmu. Ia juga segan membantumu ketika kamu membutuhkan pertolongan. Tidak heran, ketika kamu meminta bantuannya, ia menolaknya dengan berbagai alasan, seperti “aku, kan, ngga jago” atau “liat nanti, ya, kalau aku ngga sibuk” sekalipun kamu hanya meminta bantuan hal yang sepele.

7. Tidak peduli dengan kabar kamu.

Pandemi saat ini menuntut kita untuk tetap di rumah aja demi memutus rantai penyebaran virus Corona. Tentu intensitas pertemuan dengan teman-teman menjadi berkurang. Teman yang tulus sesekali akan berbasa-basi menanyakan kabarmu, sedangkan teman palsu tak acuh dengan kabarmu. Hayo, kira-kira teman-temanmu pada nanyain kabar kamu, nggak?

Setelah mengetahui ciri-ciri dari teman palsu, tidak ada salahnya kita selektif dalam memilih teman. Pilihlah teman yang benar-benar setia dan membawa dampak baik bagi hubungan pertemanan kamu ke depannya. Teman yang tepat akan membantumu menemukan kehidupan yang lebih baik. Perlu juga kita menerapkan quality over quantity dalam pertemanan karena teman tidak melulu harus banyak, asalkan pertemanan berkualitas dan didasari dengan ketulusan, hal itu sudah lebih dari cukup.

Oleh: Sarah Nabilla, Mahasiswi Hubungan Masyarakat Fikom Universitas Padjadjaran





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red