×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Jejak musisi legenda: Kurt Donald Cobain

0

Musik

Jejak musisi legenda: Kurt Donald Cobain

Menjadi "orang ketiga" dalam kehidupan sang legenda untuk merasakan dan meresapi kehidupanya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Alexander Johan Wahyudi

31 / 08 / 2021 14:31

Pesona mata biru vokalis sekaligus gitaris bertangan kidal sebuah band beraliran grunge yang satu ini akan selalu terkenang sepanjang masa. Pemilik mata biru indah itu ialah Kurt Cobain. 

Kurt Donald Cobain atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain lahir pada tanggal 20 Februari 1967 di sebuah rumah sakit di atas bukit, menghadap Aberdzeen, Washington, AS. 

Kurt Cobain merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Donald Cobain dan Wendy O’Connor. Kurt mempunyai adik perempuan bernama Kimberly Cobain yang lahir pada 1970. Kurt menikah dengan Courtney Love pada tanggal 24 Februari 1992 dan dikaruniai seorang putri bernama Frances Bean Cobain.

Masa kecil Kurt.

Kurt lahir dalam keluarga sederhana yang selalu berusaha mencurahkan kasih sayang kepadanya. Don dan Wendy memastikan Kurt selalu menggunakan pakaian yang layak, bahkan dapat berpose ceria dalam sesi foto profesional. Kurt kecil adalah sosok yang periang, murah senyum, dan sangat menyayangi keluarga kecilnya. 

Tidak hanya itu, Kurt juga termasuk anak yang pintar. Pada usia 2 tahun, Kurt sudah mulai mahir memainkan alat musik. Bahkan pada usia 4 tahun, Kurt mampu menciptakan lirik lagunya sendiri sehabis pergi berjalan-jalan ke taman bersama Mari, saudaranya.

Loading...

September 1972, Kurt masuk taman kanak-kanak di dekat rumahnya, Robert Gray Elementary. Kurt menjadi sosok yang populer karena sosoknya yang baik hati dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Kurt juga terkenal sangat menonjol dalam pelajaran seni.

Di usianya yang baru 5 tahun, Kurt sudah mampu menggambar sesuatu menyerupai gambar aslinya. Teman TK-nya, Tony Hischman, mengaku selalu terpesona dengan hasil karya Kurt yang sangat luar biasa, melebihi gambar orang dewasa.

Darah seni Kurt sendiri turun dari sang nenek, Iris Cobain. Iris merupakan kolektor memorabilia Norman Rockwell yang menuangkan lukisan-lukisan Rockwell lewat sulaman tangannya. 

Bakat seni Kurt melebar hingga ke musik. Kurt kecil yang tidak pernah mengikuti kursus piano bisa memainkan piano dengan mahir hanya dengan mendengar lantunan piano di radio.

Selain dikenal sebagai sosok yang berbakat dalam seni, Kurt juga dikenal sebagai sosok yang sangat peka dengan kesulitan dan penderitaan orang lain di sekitarnya, walau kadang berlebihan. Saat kecil ia pernah menangis melihat cover album The Beatles yang memperlihatkan pose para personel The Beatles yang diselimuti potongan daging. 

Masa kecil Kurt yang indah berubah menjadi suram.

Saat usia Kurt yang ke-6 tahun, keluarga kecilnya pergi untuk membuat potret Natal. Jauh sebelum membuat potret Natal Kurt mengerti bahwa keadaan orang tuanya tidak sedang baik-baik saja. 

Kurt tidak lagi merasakan kehangatan dalam keluarga kecilnya. Bahkan potret Natal keluarga Kurt terlihat ‘seperti’ bahagia, namun jika diperhatikan lebih jauh tidak ada yang benar-benar bahagia.

Perselisihan di antara kedua orangtuanya berlangsung cukup lama, hingga pada puncaknya yakni satu minggu setelah ulang tahun Kurt yang ke-9, Wendy memilih untuk bercerai dari Don. 

Wendy mendapat hak asuh atas Kim, sedangkan Don mendapat hak asuh atas Kurt. Perceraian ini membuat Kurt merasa sangat sedih, malu, sekaligus marah, Kurt malu dengan teman-teman sekolahnya karena keluarganya hancur akibat perceraian. Masa kecil Kurt yang semula indah berubah menjadi suram.

September 1979, Kurt mulai bersekolah di Montesano Junior High School. Kurt tidak lagi menjadi Kurt yang dahulu. Sosok Kurt yang periang sudah tidak ada. 

Kurt mulai melakukan kekerasan terhadap teman-teman sebayanya di sekolah. Hal itu membuatnya selalu berpindah-pindah sekolah karena banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh Kurt.

Kurt tumbuh dalam kemandirian.

Maret 1982 Kurt Cobain memutuskan untuk meninggalkan Fleet Street dan pergi menjelajah Grays Harbour. Kurt tidak membawa uang sepeser pun, dan ia juga tidak tahu kakinya akan melangkah ke mana. 

Dalam rentang waktu empat tahun, Kurt sudah pernah menjadi ‘pengungsi’ dalam 10 rumah berbeda. Mulai dari rumah neneknya, hingga ke apartemen milik teman-temannya sesama pemakai obat-obatan dan pencandu miras.

Kurt mendapatkan uang dengan berbagai cara, mulai dari menawarkan jasa menggambar, menjadi pengantar makanan, bahkan hingga menjadi petugas kebersihan. Saat menjadi petugas kebersihan, Kurt memulai langkahnya untuk terjun ke dunia musik. Saat itu Kurt diminta untuk datang membersihkan sebuah rumah yang ternyata adalah tempat latihan The Melvins, band grunge yang populer di kawasan Montesano.

Kurt sangat mengidolakan The Melvins. Karena Kurt kenal dengan vokalis The Melvins, 'Buzz' Osborne yang sama-sama sekolah di SMA Montesano, maka Kurt makin mudah untuk dekat dengan The Melvins. 

Setelah perjumpaannya dengan The Melvins, mulailah Kurt ikut sesi latihan The Melvin. Kurt yang ketika remaja pernah mengikuti les gitar tidak kesulitan untuk mengasah kemampuan bermusiknya tersebut.

Band pertama Kurt Cobain.

Rumah keluarga Reed adalah tempat awal mula Kurt bertemu Kris Novoselic, lelaki berdarah Kroasia yang dua tahun lebih tua daripada dirinya dengan keadaan hidup yang sama-sama anak broken home

Pada 1987, Kurt dan Krist memutuskan untuk membentuk band tanpa nama bersama tetangganya, Aaron Burckhard. Krist pada posisi bas, Aaron pada drum, dan Kurt sebagai vokalis dan gitaris. 

Inilah eksplorasi pertama Kurt sebagai seorang pentolan di dunia musik yang merupakan cikal bakal terbentuknya Nirvana. Pada akhir tahun 1987, Aaron keluar dari Nirvana, lebih memilih menjadi asisten manager sebuah produk makanan cepat saji. 

Awal tahun 1988, posisi drummer diisi oleh Chad Channing dan Jason Everman bergabung sebagai gitaris kedua. Jason Everman keluar pada pertengahan tahun 1989 disusul pula keluarnya Chad Channing pada tahun 1990. Setelah beberapa kali mengalami pergantian drumer, akhirnya Dave Grohl masuk ke Nirvana sebagai drumer pada tahun 1990. 

Lahirnya Nirvana.

Karier bermusik Kurt hampir saja berakhir tepat sebelum band tersebut dibentuk. Saat dalam perjalanan menuju lokasi tampil perdana mereka, band itu masih belum memiliki nama. 

Kurt sudah menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan nama yang cocok untuk band mereka, mulai dari Poo Poo Box, Designer Drugs, Whisker Biscuits, Spina Biffida, Gut Bomb, Egg Flog, Pukeaharrea, Puking Worms, Fish Food, dan masih banyak lagi. Hal itu membuat Kurt tidak percaya diri dengan penampilan mereka.

Nama Nirvana sendiri baru muncul pada tahun 1988 saat Kurt menonton tayangan dakwah agama Buddha di tengah malam. Kurt yang saat itu menganggap dirinya sebagai seorang Buddhis akhirnya terinspirasi untuk memberikan nama Nirvana kepada bandnya. "Nirvana artinya pencapaian terhadap sebuah kesempurnaan," jawab Kurt saat ditanya oleh Foster, pemain drum Nirvana kala itu.

Jatuh bangun karier Kurt bersama Nirvana.

Perjuangan Nirvana untuk meraih kesuksesan tidaklah mudah. Nirvana bukanlah band yang seketika terkenal, karyanya disukai, sosok Kurt, Krist, ataupun Grohl seketika dicintai, tidak. Nirvana lahir dari sebuah kerja keras yang tak lain adalah kerja keras vokalisnya, Kurt Cobain. 

Single pertama mereka, Love Buzz dirilis oleh label independen kecil, Sub Pop Records. Bukan semata-mata karena Sub Pop tertarik dengan permainan Nirvana sehingga bersedia merilis single tersebut, akan tetapi bagaimana perjuangan Kurt Cobain dalam meyakinkan Sub Pop bahwa nantinya Nirvana akan sukses.

Bahkan Kurt harus mengeluarkan biaya dari kantung pribadinya untuk rekaman. Saat single perdana mereka rilis pun Kurt sampai me-request lagunya sendiri di radio karena ia panik tidak ada yang mendengarkan karya mereka. Sebuah ironi bila mengingat kesuksesan Nirvana yang terjadi setelah itu.

Masa emas Nirvana.

Pada 1991, Nirvana pindah label ke DGC (David Geffen Company) sebuah label yang jauh lebih besar dan terkenal sudah melahirkan band sukses yakni, Gun N Roses. Nirvana mengeluarkan album keduanya yang diberi judul Nevermind.

Awalnya DGC hanya berharap untuk menjual 250.000 salinan Nevermind. Akan tetapi ternyata single pertama dalam album tersebuh, Smells Like Teen Spirit dengan cepat menarik minat masyarakat saat itu. Hampir di mana-mana lagu tersebut diperdengarkan. 

Hingga Natal 1991, Nevermind dijual hingga 400.000 salinan setiap minggunya. Puncaknya adalah 11 Januari 1992, album ini berhasil mencapai nomor satu di tangga album Billboard, menyisihkan album Michael Jackson yang berjudul Dangerous.

Kisah asmara Kurt.

Kurt pernah melabuhkan hati pada banyak wanita sejak remaja. Rambut pirangnya yang memesona membuat banyak wanita jatuh hati kepadanya. Tiga dari banyak wanita yang pernah dekat dengan sosok Kurt ialah Mary Lou Lord, Tracy Marander, dan Tobi Vail. 

Pesona Tracy Marander membuat Kurt terinspirasi untuk membuat lagu About a Girl yang mengisahkan keresahan Kurt terhadap hubungannya. Tracy khawatir ia akan berpisah dengan Kurt seperti Krist berpisah dengan kekasihnya. Hal ini membuat Tracy mencoba menguji kesetiaan Kurt padanya, yang akhirnya menjadi bumerang untuk dirinya. 

Begitu pun dengan Tobi Vail yang merupakan sumber inspirasi Kurt dalam menulis album Nevermind. Namun sayang Tobi Vail tak sepenuhnya bisa menerima Kurt, curahan hati Kurt terdapat pada lagu Aneurysm tentang ia muntah-muntah demi mendapatkan Tobi Vail kembali.

Pelabuhan terakhir hati Kurt adalah Courtney Love, vokalis band Hole. Mereka pertama kali bertemu di sebuah klub malam di Portland tahun 1990. Keduanya sama-sama saling menyimpan rasa. 

Akhirnya mereka berkencan dan tidak lama dari itu mereka berpacaran. Saat berkencan, tidak jarang mereka menggunakan heroin bersama-sama, awalnya Courtney menolak, namun lama-lama ikut juga. 

Courtney diketahui hamil mengandung anak Kurt. Namun pasangan ini adalah pasangan yang gila. Saat Courtney sedang hamil ia masih saja menggunakan obat-obatan terlarang. Untungnya, Frances Bean Cobain lahir dalam keadaan normal tanpa kekurangan satu apa pun.

Jauh sebelum bersama Courtney Love, Kurt Cobain sudah memiliki sakit perut kambuhan yang hebat. Awal mula Kurt mengonsumsi heroin untuk pengalih rasa sakit perutnya yang sangat hebat. 

Menggenapi perkataan masa kecilnya.

5 April 1994 selamanya akan menjadi tanggal penuh makna untuk seluruh fans Nirvana, khususnya fans vokalis sekaligus gitarisnya, Kurt Cobain. Kurt Cobain ditemukan tewas bunuh diri dengan menembakkan shotgun ke dagunya. 

Di dekat jenazahnya ada heroin, obat-obatan lain, dan juga catatan bunuh dirinya yang ditujukan pada keluarga, teman-teman, dan juga para penggemarnya.

Album Nevermind menjadi bukti perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Kurt yang berjuang untuk sukses di dunia musik, akhirnya dapat meraih kesuksesan itu, walau tak berlangsung lama. 

Setelah banyak kegagalan, banyak keputusasaan, banyak rintangan, Kurt Cobain akhirnya dapat menggenapi perkataan masa kecilnya untuk mencapai puncak ketenaran dunia. "Aku akan menjadi seorang musisi superstar, lalu bunuh diri dan melebur dalam api kemuliaan. Aku serius ingin menjadi kaya dan terkenal, lalu membunuh diriku seperti Jimi Hendrix," ucap Kurt saat di Sekolah Dasar. 

Sewaktu SD mungkin Kurt hanya asal mengucapkan seperti itu, namun ternyata seluruh perkataannya menjadi kenyataan, mulai dari kesuksesan hingga kematiannya.

Sudah 25 tahun sejak kematian sosok Kurt. Aliran musik grunge tak lagi eksis sejak kematian sosok yang identik dengan grunge ini, akan tetapi sosok Kurt masih eksis dan dicintai hingga saat ini.  Beristirahatlah dengan tenang, gitaris hebat milik Nirvana.

Nama Kurt Cobain tentu tidak asing bagi pencinta musik underground seperti penulis. Sosok gitaris kidal Nirvana yang mati muda akibat bunuh diri. Ketenaran yang ia dapatkan ketika bergabung dalam Nirvana sangat kontras dengan dengan usahanya untuk mencicipi panggung tersebut. Dari kisah ini penulis bisa merasakan kehidupan seorang Kurt. 

Kisah ini mengempaskan dan membawa penulis tenggelam sangat dalam. Penulis merasa menjadi "orang ketiga" serba tahu yang sedang mengamati kehidupannya dari jauh.  Kisah Kurt megajarkan jika kehidupan seperti halnya rollercoaster. 






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red