×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini 10 pertandingan Champions League yang paling mengejutkan

0

Olahraga

Ini 10 pertandingan Champions League yang paling mengejutkan

Apakah kamu ingat dengan pertandingan nostalgia ini?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Fudi Theonardo

20 / 09 / 2018 16:33

Banyak kejutan besar yang telah hadir selama perjalanan kompetisi UEFA Champions League. Beberapa tim super mengalami kekalahan tak terduga dari tim yang tidak diunggulkan, dan inilah yang menyebabkan sepak bola diminati banyak orang. Langsung saja, berikut daftar 10 pertandingan Liga Champions paling mengejutkan menurut majalah FourFourTwo.

1. Newcastle 3-2 Barcelona, 1997/98.

Pada tahun 1997, kompetisi utama sepakbola Eropa mengalami perubahan dari tradisi 40 tahun, mereka tidak lagi hanya menjadi laga eksklusif para juara saja. Delapan runner-up liga dari liga terkuat Eropa dimasukkan ke kompetisi ini, dan Liga 'Champions' berubah menjadi 'Champions and Runner Ups'.

Newacastle dikuntit oleh Sporting CP sebagai klub non-juara pertama yang mencetak gol dalam kompetisi ini, tetapi yang lebih luar biasa adalah hat-trick Faustino Asprilla dalam 49 menit yang membuatnya terkenal dan melawan membalikkan prediksi untuk klub raksasa Barcelona. Gol-gol telat dari Luis Enrique dan Luis Figo tidak cukup untuk menghindari kemenangan The Magpies yang terkenal ini.

Loading...

2. Dynamo Kiev 2-0 Real Madrid, 1998/99.

Dynamo Kiev 2-0 Real Madrid

Kecuali bos saat ini Alyaksandr Khatskevich memiliki sesuatu yang luar biasa di musim ini, Kiev di musim 1998/99 adalah tim terdekat yang pernah mendapatkan kesempatan untuk mengangkat hadiah terbesar Eropa.

Dalam perjalanan spektakuler mereka ke semifinal, mereka mengumpulkan beberapa kemenangan penting. Tetapi cara mereka mengalahkan pemegang gelar juara Real Madrid di perempat final, menunjukkan kecakapan taktis terbaik dari manajer Valeriy Lobanovskiy. Andriy Shevchenko kembali menjadi penembak jitu untuk menghancurkan Los Blancos, tetapi ini adalah tim yang mempunyai pemain berkualitas tinggi.

3. Deportivo 4-0 Milan, 2003/04.

Deportivo 4-0 AC Milan

Tim Italia ini telah merasa senang terlebih dahulu karena menang 4-1 di San Siro di leg pertama tahun 2014, dan melakukan perjalanan ke Galicia dengan merasa aman karena tidak ada pihak yang pernah membalikkan defisit agregat tiga gol di kompetisi top Eropa.

Tetapi di tengah kesombongan ini, mimpi Liga Champions mereka hancur menjadi abu. Milan dikalahkan 4-0 di La Riazor (setelah musim sebelumnya menghancurkan oposisi yang sama dengan skor yang sama di tanah yang sama) dan kembali ke rumah mereka sambil bertanya-tanya apa yang telah menimpa mereka.

4. Real Mallorca 1-0 Arsenal, 2001/02.

Arsenal tidak asing dengan kekalahan di hari pembukaan di kompetisi Eropa. Pada tahun 2001 hadir pendatang baru Liga Champions Real Mallorca yang mengutuk The Gunners ke pertandingan awal yang sulit. Tantangan canggung Ashley Cole pada Albert Luque menyebabkan dia diberi kartu merah, tendangan penalti dan rintangan tinggi untuk didaki.

Keadaan semakin memburuk bagi tim Arsene Wenger ketika mereka kalah di Athena dari Panathinaikos di bulan berikutnya, dan hanya karena kemenangan 3-1 atas tim Spanyol ini di Highbury pada bulan Desember mereka lolos dengan kesulitan dari babak grup pertama yang dianggap mudah. Meskipun begitu mereka tidak berhasil melewati babak kedua, kalah dari Juventus di belakang Bayer Leverkusen dan Deportivo.

5. Celtic 2-1 Barcelona, 2012/13.

Celtic Park terkenal karena malam-malam Liga Champions yang keras. Tetapi hasil luar biasa ini merupakan yang paling terkenal. Tim yang dipimpin manajer Neil Lennon mengalahkan Barcelona yang terkenal, dengan rekor kompetisi dari hanya 16,4% penguasaan bola.

Gol legendaris Tony Watt, yang membuat Celtic unggul 2-0, datang di antara gol pembuka Victor Wanyama dan penghiburan dari Messi. Barça telah memenangkan kompetisi dua kali dalam empat tahun sebelumnya, tetapi kalah di Glasgow meski menurunkan pemain seperti Dani Alves, Xavi, Andres Iniesta, Javier Mascherano, Alexis Sanchez dan Messi.

Kemenangan itu membantu Celtic mencapai babak 16 besar - terakhir kali mereka berhasil mencapai babak sistem gugur - tetapi perjalanan mereka diakhiri di sana oleh Juventus dalam kekalahan agregat 5-0. Tapi kemenangan ini tetap sangat berharga.

6. Barcelona 0-4 Dynamo Kiev, 1997/98.

Ketika Barcelona diundi untuk menghadapi Dynamo Kiev untuk penyisihan grup tahun 1997, pengamat memperhatikan pertandingan ini. Legenda Ukraina Lobanovskiy telah menracik tim asal Kiev ini, tidak hanya untuk menyamai prestasi besar tim yang telah menyapu rekor 13 gelar liga di bekas Uni Soviet, tapi juga bisa menatap Piala Eropa itu sendiri.

Ketika Kiev mengalahkan Barça 3-0 di Stadion Olimpiade pada bulan Oktober, kekecewaan di Camp Nou tidak terlalu besar. Tetapi bahkan dalam mimpi terburuk mereka, tim asuhan Louis van Gaal menduga hal yang akan terjadi. Shevchenko mencetak hatrik pada babak pertama dan Lobanovskiy menyaksikan timnya melaju ke kemenangan 4-0.

7. Lille 1-0 Man United, 2005/06.

Lille 1-0 Manchester United

Kejutan dari kekalahan 1-0 Manchester United di Stade de France ke Lille yang tak diunggulkan di tahun 2005, tidak sepenuhnya terserap sampai klasemen grup berakhir, tim Setan Merah berposisi sebagai juru kuncil dan keluar dari kompetisi dengan cara yang memalukan.

Yang mengherankan ini adalah satu-satunya gol yang Lille dapat dalam enam pertandingan mereka, namun mereka masih berhasil berperingkat di atas United dan masuk ke Piala UEFA. Ini bukan tahun Anda, United ...

8. Brondby 2-1 Bayern Munich, 1998/99.

Ada pertandingan memilukan yang mirip dengan kekalahan dari Manchester United di tahun 1998/99. Sementara gol menit akhir Ole Gunnar Solskjaer untuk Manchester United masih membuat hati sedih di Salford dan lebih dari dua dekade kemudian, di Kopenhagen ada pertandingan yang sama menakjubkannya di Matchday One yang terkenal.

Semua orang berpikir pertandingan telah berakhir untuk Brondby ketika Markus Babbel mencetak gol di menit 15, tetapi gol di menit ke-88 dan 89 untuk Denmark (gol kedua hasil upaya individu yang menakjubkan dari Allan Ravn) membuat tim Bavarians tenggelam dan menghasilkan inspirasi untuk Sir Alex Ferguson dalam untuk pertandingan selanjutnya musim itu.

9. Intern 1-5 Arsenal, 2003/04.

Pada musim gugur tahun 2003 ada suatu masalah yang tak terpecahkan dalam pikiran Arsene Wenger. Ketika timnya menyisihkan seluruh pertahanan lawan di kompetisi dalam negeri di awal 49 pertandingan yang tidak terkalahkan, lawan-lawan mereka di Eropa tidak bisa dikalahkan dengan mudah.

Inter datang ke Highbury dan melenggang ke kemenangan 3-0, Lokomotiv Moscow menahan The Gunners imbang tanpa gol. Kemudian Dynamo Kiev mengambil keuntungan dari kesalahan Jens Lehmann untuk meraih hasil 2-1 dan membuat tim Wenger berada di peringkat terbawah.

Ketika Ashley Cole mencetak gol kemenangan akhir melawan Kiev di Highbury, akhirnya Arsenal mempunyai sedikit harapan. Lima gol pada pertandingan yang harus dimenangkan di Giuseppe Meazza pada bulan November, membawa The Gunners ke babak 16 besar.

10. Monaco 3-1 Real Madrid, 2003/04.

Sisi pahit saat menjadi raksasa Eropa adalah bahwa Anda sering menemukan diri Anda mendapat hasil yang menyesakkan. Dan untuk Real Madrid, tidak ada yang lebih dahsyat daripada kekalahan 3-1 di perempat final dari Monaco pada tahun 2005 yang menggagalkan mereka dari apa yang tampak sebagai rute sederhana menuju mahkota Eropa ke-10.

Madrid telah memimpin 5-2 satu menit sebelum paruh waktu leg kedua sebelum Monaco meluncurkan serangan yang tak terduga. Serangan ini dibantu oleh mantan pemain favorit Bernabeu Fernando Morientes - pemain pinjaman Monaco dari Madrid. Ludovic Giuly mengantongi salah satu dari dua golnya sebelum turun minum, dan menambahkan gol lainnya setelah Morientes melepaskan tembakan ke gawang klub lamanya tepat setelah jeda.

Dua gol tandang Monaco di leg pertama 4-2 membalikkan keadaan kedua belah pihak yang berakhir dengan kedudukan 5-5 secara agregat, memastikan malam yang tak terlupakan di Stade Louis II karena klub Ligue 1 ini mengalahkan tim yang paling sukses.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red