×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

0

Serius

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Selalu tekankan persatuan dalam keberagaman bagi Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Rio Kurniawan

10 / 03 / 2020 12:15

Terdapat beberapa 'penyakit' kesukuan yang berkembang dalam masyarakat. Beberapa penyakit ini juga wajib kamu ketahui agar tidak terjadi perpecahan. Sebagai generasi penerus bangsa selayaknya kamu paham mengenai ragam 'penyakit' kesukuan ini.

Berikut ini adalah beberapa 'penyakit' kesukuan dalam pendidikan multikultural, seperti dirangkum dari laman kumpulanilmu.com (10/20).

1. Etnosentrisme.

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Etnosentrisme merupakan penilaian terhadap kebudayaan lain yang didasarkan atas dasar nilai dan standar budaya sendiri. Kemudian orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama.

Loading...

2. Stereotipe.

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Selanjutnya yaitu stereotipe atau stereotype, yaitu generalisasi mengenai suatu kelompok orang di mana karakteristik tertentu diberikan kepada seluruh anggota kelompok tersebut tanpa mengindahkan adanya variasi yang ada pada anggota-anggotanya, dapat diartikan seperti labeling.

3. Primordialisme.

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Ketiga yaitu primordialisme, suatu pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya sehingga membentuk sikap tertentu.

4. Eksklusivisme.

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Keempat yaitu eksklusivisme, merupakan paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat. Terdapat ciri-ciri orang yang menganut eksklusivisme, yaitu mengutamakan kepentingan pribadi dan memiliki kecenderungan untuk memisahkan diri dengan sikap khusus yang disepakati dalam kelompok.

5. Rasisme.

Hindari 5 'penyakit' kesukuan ini dalam pendidikan multikultural

Rasisme adalah sebuah sistem yang telah terorganisir dalam masyarakat, menyebabkan adanya ketidaksetaraan dan ketidakadilan dalam kekuasaan, sumber daya, kapasitas dan peluang antar kelompok ras atau etnis.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red