×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Friedrich Nietzsche, filsuf ateis yang mengguncang dunia

0

News

Friedrich Nietzsche, filsuf ateis yang mengguncang dunia

Pemikirannya mengubah pandangan dunia tentang Tuhan

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Alvarez Bremingstone S

21 / 09 / 2018 21:53

Masyarakat dunia hanya mengenal sejumlah tokoh besar yang terkenal ateis (tidak mengenal Tuhan). Sebut saja John Lennon, hingga Stephen Hawking yang baru saja wafat. Namun, Friedrich Nietzsche mungkin adalah tokoh terbesar yang menentang dan membenci eksistensi Tuhan. Ia merupakan salah seorang tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang bersifat ateist.

Friedrich Wilhelm Nietzsche yang lahir di Saxony, Prussia, 15 Oktober 1844 dan meninggal di Weimar, 25 Agustus 1900 seorang filsuf Jerman yang mengkritisi agama, moralitas, budaya kontemporer, filsafat dan ilmu pengetahuan saat itu. Walaupun ateis, ia merupakan anak dari pendeta bahkan ia belajar di Universitas Bonn bidang teologi dan filologi klasik.

Filsafat Nietzsche adalah cara memandang 'kebenaran' atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme. Nietzsche dikenal sebagai "sang pembunuh Tuhan" karena ungkapannya dalam "Also sprach Zarathustra" yang mengguncang pikiran masyarakat saat itu. Ungkapan "Tuhan sudah mati" adalah cara Nietzsche mengatakan bahwa gagasan tentang Tuhan tidak lagi mampu berperan sebagai sumber dari semua aturan moral atau teleologi.

Friedrich Nietzsche, filsuf ateis yang mengguncang dunia
Gagasan ini menciptakan gerakan dalam teologi Amerika yang muncul pada tahun 1960-an, dikenal sebagai "kematian Tuhan". Bahkan laporan utama dalam majalah Time bertanya "Apakah Tuhan sudah mati?". Terbitan ini kemudian menjadi salah satu edisi Time' yang paling kontroversial.

Berbagai konsep berusaha melawan gagasan ini. Seperti konsep dari Gabriel Vahanian yang manyimpulkan bahwa "Tuhan sudah mati" hanya sebagai konsep dalam menjalani kehidupan duniawi, bukannya Tuhan benar-benar tidak ada lagi secara harafiah. Dengan demikian, kepercayaan pada Tuhan dalam pribadi masing-masing bukanlah hal yang salah.

Loading...

Bagaimanapun, pemikiran Nietzsche membantu kita memandang hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia dengan lebih baik. Sumbangsih Nietszche juga telah sangat membantu perkembangan ilmu filsafat dan mengkritisi kebudayaan Barat dan moralitas.

Apakah pemikiran Nietszche dan usahanya mencari kebenaran patut diapresiasi atau malah dibully ? Itu tergantung anda masing-masing.






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red