×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Depresi, kondisi psikologis yang kerap picu bunuh diri

0

Kepribadian

Depresi, kondisi psikologis yang kerap picu bunuh diri

Penderita tidak boleh ragu dan takut meminta bantuan sekecil apa pun itu.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Meviola Grachiella

25 / 01 / 2018 20:01

Depresi adalah penyakit mental yang sangat membahayakan karena dapat menyebabkan bunuh diri. Peningkatan bunuh diri karena depresi juga semakin meningkat ditahun 2017 ini. Salah satu penyebab peningkatan ini adalah kurangnya informasi tentang depresi dan masih banyak orang yang menganggap ringan tentang depresi.

Peningkatan bunuh diri yang terjadi karena depresi sangatlah pesat untuk tahun 2017 ini. Menurut WHO terdapat 350juta orang di dunia mengalami depresi dan 800ribu orang meninggal akibat depresi. Hal ini sering terjadi pada remaja khususnya wanita. Depresi dipicu oleh beberapa faktor seperti genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis. Masing-masing orang memiliki pemicu berbeda-beda yang hanya mereka tahu sendiri.

Terdapat beberapa gejala dan ciri-ciri orang yang depresi seperti, suka menutup diri, merasa kesepian, kekecewaan, ketakutan, rasa tidak aman, tidak percaya diri, kecurigaan, perubahaan nafsu makan yang tidak teratur, sulit tidur, dan mencoba untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.

Jika sudah mengalami depresi selama dua minggu lebih, disarankan untuk pergi ke psikoterapi atau bercerita kepada orang yang dipercaya, seperti teman dekat atau keluarga. Jangan malu atau takut dihakimi orang hanya karena pergi ke psikoterapi. Sebaikanya jika ada teman atau kerabat yang pergi berobat dukunglah mereka.

Kita sebagai mahkluk sosial membutuhkan pertolongan orang lain maupun sebaliknya. Maka dari itu dibutuhkan sekali pertolongan dari orang sekitar terutama keluarga dan teman. Meskipun orang yang mengalami depresi sudah mengunjungi dokter, mereka tetap membutuhkan perhatian dari orang terdekat.

Loading...

Jika anda sedang mengalami depresi berat ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menguranginya, seperti bercerita kepada teman terdekat atau keluarga, memulai menulis di blog ataupun buku jurnal jika masih segan untuk bercerita kepada orang, atau pergi ke psikoterapi.

Pada hari Rabu, tanggal 1 November 2017, saya mewawancarai Pendiri Into the Light, Benny Prawira. Saya mendapat pesan yang menurut saya sangat penting untuk disebarluaskan, “Carilah bantuan selemah atau seburuk apapun keadaan itu, carilah dengan cara apapun juga dan harus juga ditunjang dari para pendengar. Kita bukan hanya mendengar kata-kata mereka tetapi juga melihat gerakan tubuh, emosi, dan perasaan mereka. Ketika mereka mau bercerita tentang keadaan mereka, kemungkinan kita untuk menjadi professional akan lebih mudah karena dapat mempermudah proses pemulihan mereka. Waktu kita bersama dia juga lebih lama dibandingkan waktu mereka di klinik, maka dari itu sangatlah penting untuk kita lebih perduli karena kita hanya punya satu sama lain untuk membantu” kata Benny Prawira.

Jadi, jika anda mempunyai teman yang mengalami depresi cobalah untuk mengerti keadaan mereka, hal tersebut dapat membantu mereka dan dapat mengurangi angka bunuh diri karena depresi.

“Kamu pasti bisa melewati ini bukan karena orang lain bisa tapi karena KAMU bisa.”






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red