×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Tips memelihara kucing tanpa khawatir kantong kering

0

Binatang

5 Tips memelihara kucing tanpa khawatir kantong kering

Tips ini berguna untuk orang yang ingin memelihara kucing tapi khawatir masalah biaya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Muwaffiq Rosyadi

14 / 10 / 2019 12:31

Siapa yang tak dibuat luluh dengan keimutan hewan berbulu halus ini. Suaranya yang lucu, tingkahnya yang menggemaskan meski kadang ngeselin, serta sifatnya yang manja kepada tuannya rasanya membuat kita ingin memeliharanya sendiri di rumah. Memelihara kucing memang bukan hal yang sulit, namun tidak juga bisa dibilang hal yang remeh.

5 Tips memelihara kucing tanpa khawatir kantong kering

Ketika memutuskan mengadopsi hewan bernama latin Felis catus ini, kita harus siap dengan segala sesuatunya, mulai dari tempat tinggal, makanan, mainan, hingga kebutuhan kesehatannya. Nah, semua keperluan itu jika dihitung-hitung bisa mencapai nominal yang tidak sedikit, bahkan jika tak pandai menyiasatinya bisa menguras kantong sehingga kita pun harus mengorbankan kebutuhan lainnya.

Mungkin bagi sebagian orang berpenghasilan tinggi, biaya tersebut tak terlalu menjadi masalah. Namun bagi yang pendapatannya pas-pasan atau bahkan belum punya penghasilan sendiri, misalnya pelajar atau mahasiswa yang uang sakunya tak seberapa, hal ini tentu bikin berpikir dua kali jika ingin memelihara kucing.

Eits, jangan karena membaca tulisan ini kamu jadi mengurungkan niat untuk mengadopsi kucing. Justru dalam artikel ini saya ingin berbagi tips untuk 'mengamankan' kantong agar tidak kebablasan untuk membeli kebutuhan kucing.

Loading...

1. Makanan.

Kebutuhan utama kucing adalah makanan. Pakan kucing terbagi menjadi dua jenis, yakni dry food (pakan kering) dan wet food (pakan basah). Pakan kering biasanya berupa kibble dengan berbagai bentuk dan rasa, sedangkan makanan basah bisa berupa ikan dan daging ayam, baik yang mentah maupun yang sudah diolah dan dikemas oleh pabrik.

Dari segi harga, dry food relatif lebih terjangkau dibandingkan wet food. Untuk kemasan 1 kilogram, dry food bisa kita beli di petshop mulai dari harga Rp25 ribu saja. Kemasan 1 kilogram bisa untuk makan 1 ekor kucing selama 2-3 minggu. Dan jika kamu selingi dengan wet food, maka bisa tahan hingga 1 bulan, namun tentunya kamu perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli wet food tersebut.

Selain ekonomis, dry food juga lebih tahan lama daripada wet food. Hal ini karena dry food tidak memiliki kadar air sehingga tidak mudah basi hingga beberapa bulan sekalipun. Sayangnya, kandungan gizi makanan kering lebih rendah ketimbang makanan basah. Kebanyakan dokter hewan menyarankan pemilik kucing melakukan mix feeding untuk memenuhi kebutuhan gizi kucing serta menjaga kesehatan sistem pencernaannya.

2. Tempat tidur dan kandang.

Kebutuhan selanjutnya yang perlu cat lovers perhatikan adalah tempat tidur dan kandang. Sebenarnya tempat tidur maupun kandang bukanlah kebutuhan wajib bagi kucing. Kamu bisa membiarkan kucing tidur di sudut manapun di rumahmu, sebab kucing bisa tidur nyenyak di manapun jika sudah terserang kantuk, baik di ranjang, sofa, lantai, bawah kolong meja, dsb. Namun, ada baiknya kamu menyediakan tempat khusus untuknya beristirahat.

Jika pergi ke petshop, kamu akan menjumpai berbagai jenis kandang dan tempat tidur kucing. Mulai dari yang berbentuk jeruji, rumah, hingga kasur. Namun harga yang ditawarkan tergolong mahal bagi sebagian orang. Nah, kamu bisa membuatkan sendiri kucing kesayanganmu tempat tidur sederhana berbahan kain bekas/sisa yang dijahit dengan isian dakron atau kapuk bekas bantal/guling yang tidak terpakai. Jika ingin membuatnya, sesuaikan dengan ukuran tubuh kucingmu. Untuk bentuknya, kamu bisa mengkreasikannya sesuka hati asalkan menurutmu nyaman untuk si kucing.

3. Perlengkapan grooming.

Kebersihan kucing adalah hal yang sangat penting. Kamu tentunya ingin kucing kesayanganmu selalu terlihat bersih dan terbebas dari kutu dan jamur, bukan? Untuk menjaga kebersihan kucing, kamu tak perlu buang-buang uang dengan grooming di salon hewan yang bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan ribu sekali datang.

Kamu bisa meluangkan waktu untuk memandikannya sendiri di rumah 1-2 minggu sekali dengan sampo khusus kucing (INGAT! jangan sesekali memandikan kucing dengan sampo manusia meskipun sampo untuk bayi karena berisiko meracuni kucing atau membuat kulitnya alergi dan rambutnya rontok). Tak perlu khawatir, harga sampo kucing sangatlah terjangkau. Untuk kemasan botol 250ml, kamu bisa mendapatkannya dengan harga Rp30-50 ribu saja. Mahal? Tentu tidak. Kemasan segitu bisa kamu gunakan selama berbulan-bulan, bahkan satu tahun lebih.

Banyak brand yang menawarkan sampo kucing dengan berbagai aroma wangi. Saat membelinya, pastikan kamu menyesuaikan dengan kebutuhan kucingmu. Ada varian sampo yang bisa kamu pilih, mulai dari anti kutu, anti jamur, haircare, hingga whitening.

Selain sampo, kamu juga membutuhkan perlengkapan grooming lainnya seperti sisir, pemotong kuku, dan pengering. Untuk sisir dan pemotong kuku, bisa kamu beli dengan harga mulai Rp10-20 ribu di petshop. Sedangkan untuk pengeringnya, kamu bisa menggunakan hair dryer atau blower. Namun jika tidak memilikinya, kamu tak perlu membelinya. Cukup gunakan handuk untuk mengeringkan kucingmu meskipun memerlukan waktu yang cukup lama hingga bulunya benar-benar kering.

4. Pasir kucing & litter box.

Next! Selain menjaga kebersihan si kucing, kamu juga perlu memperhatikan kebersihan rumah. Jangan sampai kehadiran kucing mengurangi tingkat kebersihan rumahmu. Sebenarnya, kucing adalah hewan yang tidak suka membuang kotoran sembarangan. Di alam liar, ia biasanya mencari tanah/pasir di tempat yang sepi untuk kencing dan poop. Ia akan menggaruk-garuk tanah tersebut sebelum dan setelah buang kotoran.

Namun, keadaan akan menjadi lain ketika ia berada di rumah , tempat yang bersih dan tidak ada tanah maupun pasir sama sekali. Kucing akan berusaha mencari tempat lainnya di rumah yang ia anggap nyaman untuk buang kotoran. Mungkin saja di lantai, di atas ranjang, hingga sofa. Iuh, pastinya akan membuatmu jijik dan kepikiran untuk mengembalikan kucing tersebut ke alam liar.

Sebenarnya dalam hal ini bukan kucing yang tidak tahu aturan, justru kamu yang harusnya disalahkan karena tidak menyediakan tempat khusus untuk ia buang kotoran. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka ada dua cara yang bisa kamu lakukan. Pertama, latih kucing untuk buang kotoran di closet toilet. Cara pertama ini memang butuh proses dan kesabaran, tapi inilah cara yang sangat ekonomis karena tidak memerlukan biaya sama sekali. Untuk tutorialnya, bisa kamu lihat di sini.

Namun jika dirasa sulit, kamu bisa mengambil opsi kedua. Kamu harus menyediakan bak pasir (litter box) dan pasir khusus kucing. Untuk bak, kamu tak harus membelinya jika punya bak berdiameter ±40cm dan tinggi sekitar 12-15cm. Tapi jika tidak punya, kamu bisa membelinya di toko perabotan dengan harga mulai Rp10 rb. Pastikan kamu memilih bak dengan bahan yang kuat agar tahan lama.

Sedangkan untuk pasir kucing, ada dua jenis yang paling umum dipakai oleh cat lovers, yakni pasir zeolit dan pasir gumpal. Harga pasir zeolit relatif lebih affordable dibanding pasir gumpal. Selain itu, pasir zeolit juga bisa dipakai berulang kali dengan cara dicuci menggunakan cairan desinfektan kemudian dijemur (dikeringkan). Kekurangan pasir ini adalah tidak bisa menggumpal jika terkena cairan, sehingga bisa menimbulkan bau kencing dan poop yang lebih menyengat dibandingkan jika menggunakan pasir gumpal yang mengandung pewangi yang bisa meminimalisir bau tak sedap dari kotoran kucing. Sayangnya, selain harganya mahal, pasir gumpal juga bersifat sekali pakai.

5. Kebutuhan kesehatan & medis.

Seperti makhluk hidup lainnya, kucing pun bisa mengalami penyakit dan gangguan kesehatan. Penyakit yang umum dialami kucing adalah batuk, flu, diare, dan muntah. Untuk pengobatan pertama, kamu bisa membelikannya obat-obatan di petshop dengan harga yang cukup terjangkau, yakni mulai Rp15-30 ribu. Kamu bisa memberikan obat-obatan tersebut sesuai dosis dan aturan yang tertera pada kemasannya.

Lalu, bagaimana jika obat tersebut tidak mempan atau sakit kucing kamu justru bertambah parah? Tentu jalan satu-satunya adalah membawanya ke dokter hewan (veterinarian/vet). Pastinya kamu harus siap merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya periksa dan obat-obatannya. Apalagi jika kucing kesayanganmu menderita penyakit parah hingga harus opname dan operasi, berapa ratus ribu atau bahkan juta rupiah yang harus kamu keluarkan? Permasalahan ini tentunya menjadi momok bagi cat lovers. Nah, untuk meringankan beban biaya pengobatan yang besar itu, kamu bisa mulai menabung setiap hari misalnya Rp2 ribu hingga Rp5 ribu khusus untuk kebutuhan health care kucing sehingga jika sewaktu-waktu kucingmu harus menjalani pengobatan, kamu tidak akan terlalu terbebani dengan biayanya.

Nah, itu tadi beberapa tips untuk meminimalkan biaya kebutuhan kucingmu yang bisa diterapkan jika kamu berniat mengadopsi kucing di rumahmu. Di luar semua kebutuhan tersebut, ada satu kebutuhan yang paling krusial yang harus kamu berikan kepada kucing, yakni kasih sayang dan perhatian yang sepenuh hati.

Ketika memutuskan untuk "menjadi orang tua kucing", maka kamu dituntut untuk selalu mencurahkan kasih sayang kepadanya dalam keadaan apapun dan berkomitmen untuk selalu menjaganya. Dengan kasih sayang, kamu tidak akan merasa terbebani dengan segala kebutuhan-kebutuhan kucing yang harus kamu penuhi dan kamu juga akan merasakan timbal balik berupa kesetiaan kucing kepadamu yang tidak ternilai harganya.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red