Setiap tahunnya, Jepang mengadakan upacara peringatan bagi mereka yang telah dewasa atau disebut Seijin no Hi yang berarti Hari Kedewasaan dalam bahasa Indonesia. Perayaan ini dilakukan tiap Senin kedua pada bulan Januari. Tahun 2021, perayaan ini dilakukan dengan semarak di berbagai tempat di Jepang pada tanggal 11 Januari.

Penasaran dengan perayaan satu ini? Berikut 5 fakta Hari Kedewasaan Jepang.

1. Awal mula Hari Kedewasaan di Jepang.

5 Fakta Seijin no Hi, Hari Upacara Kedewasaan di Jepang

Foto: instagram/songer1228

Dari laman savvytokyo.com menyatakanbahwa ada beberapa teori tentang asal liburan ini, termasuk beberapa pendapat yang menyatakan bahwa perayaan ini berasal dari tahun 700-an, ketika seorang pangeran muda menyajikan pakaian dan rambutnya sebagai tanda menjadi dewasa.

2. Hari Kedewasaan ini dirayakan bagi mereka yang telah menginjak usia 20 tahun.

5 Fakta Seijin no Hi, Hari Upacara Kedewasaan di Jepang

Foto: savvytokyo.com

Seijin no Hi adalah hari di mana para pemuda pemudi Jepang keluar untuk merayakan datangnya hari dewasa mereka. Para gadis biasanya memakai kimono dan para pria juga mengenakan pakaian tradisional Jepang yang disebut hakama.

3. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menurunkan batasan umur dalam mengikuti Hari Kedewasaan.

5 Fakta Seijin no Hi, Hari Upacara Kedewasaan di Jepang

Foto: instagram/tokyo2020

Pada tahun 2015 pemerintah Jepang melakukan pemungutan suara untuk menurunkan usia dalam memperingati Hari Kedewasaan menjadi usia 18 tahun. Kemudian pada tahun 2018 pemerintah mengeluarkan dan menetapkan undang-undang yang akan menurunkan usia menjadi 18 tahun. Undang-undang ini akan berlaku pada tahun 2022 mendatang.

4. Merupakan hari libur nasional di Jepang.

5 Fakta Seijin no Hi, Hari Upacara Kedewasaan di Jepang

Foto: instagram/japonconguia

Seijin no Hi dijadikan hari libur resmi pada tahun 1946, ketika sebuah kota kecil di Saitama (saat ini, Kota Warabi), menyelenggarakan sebuah acara untuk memberikan harapan kepada generasi muda setelah Perang Dunia II. Kotamadya lain mulai mengikuti. Namun, Hari Kedewasaan ini menjadi hari libur nasional sejak tahun 1948.

5. Setelah mengikuti upacara Hari Kedewasaan, muda-mudi Jepang berarti dianggap dewasa dan diizinkan untuk menikah.

5 Fakta Seijin no Hi, Hari Upacara Kedewasaan di Jepang

Foto: instagram/tunimaal

Mereka yang telah merayakan Hari Kedewasaan dinyatakan boleh untuk menikah, menandatangani kontrak, mengambil pinjaman tanpa persetujuan orang tua, merokok, minum alkohol, dan berjudi. Namun, setelah adanya penurunan batasan umur dewasa di Jepang menjadi 18 tahun, muda-mudi ini meskipun telah dianggap dewasa tetap akan dilarang merokok, minum alkohol, dan berjudi sampai mereka berusia 20 tahun.

Sekarang sudah tahu, kan, fakta-fakta tentangSeijin no Hi?Semoga muda-mudi yang telah masuk usia dewasa tahun ini bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan.