×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Aturan aneh ini hanya ada di zaman Romawi Kuno

0

News

5 Aturan aneh ini hanya ada di zaman Romawi Kuno

Dari tak boleh menggunakan pakaian berwarna ungu sampai wanita dilarang menangis ketika di pemakaman.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Farraz Ramadhan

13 / 09 / 2018 17:37

Romawi Kuno dulu sempat disebut sebagai salah satu kiblat peradaban dunia barat. Romawi Kuno punya beberapa aturan aneh yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, walaupun beberapa aturan unik tersebut sudah tak lagi diberlakukan. Nah, berikut ini adalah 5 aturan aneh yang hanya ada di zaman Romawi Kuno.

1. Memakai warna ungu adalah tindakan kriminal.

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2018/09/09/image_1536489226_5b94f70a645e7.jpg

Warna ungu merupakan warna yang dianggap mulia pada saat itu. Oleh karenanya, hanya para kaisar yang diperbolehkan memakai warna tersebut. Peraturan itu diberlakukan dengan ketat agar rakyat kelas rendah tidak mempertontonkan kekayaannya.

2. Wanita dilarang menangis saat di pemakaman.

Loading...

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2018/09/09/image_1536489285_5b94f745d4cf8.jpg

Pada saat itu setiap ada orang yang meninggal selalu ada orang-orang yang terisak-isak menangis mengekor di belakangnya. Semakin banyak yang mengekorinya, maka orang tersebut dianggap lebih populer. Maka sejak saat itu, banyak sekali wanita-wanita bayaran untuk ikut bersama arak-arakan. Tapi hal itu semakin menjadi parah dan akhirnya Romawi memberlakukan peraturan agar wanita tidak lagi menangis saat berada di pemakaman.

3. Dimasukan ke karung berisi hewan dan dilempar ke laut

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2018/09/09/image_1536488540_5b94f45c215b1.jpg

Jika seseorang melakukan sesuatu yang buruk pada saat itu, maka ia bisa dihukum pancung. Jika ia melakukan pelanggaran berat, maka ia akan didorong dari atap penjara dan jatuh ke tanah. Yang paling mengerikan adalah jika seseorang membunuh ayahnya, maka ia akan ditutup matanya dan dianggap tidak lagi pantas untuk melihat cahaya. Kemudian ia dibawa ke lapangan, ditelanjangi dan dipukuli dengan tongkat. Lalu jika sudah tak lagi tertahankan, ia akan dimasukkan ke dalam karung yang isinya ular, monyet, anjing untuk kemudian karung tersebut dijahit dan dibuang ke laut.

4. Orang yang mati tersambar petir dilarang dikubur.

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2018/09/09/image_1536488648_5b94f4c8a86e4.jpg

Sambaran petir dianggap sebagai tindakan dari Dewa Yupiter. Misal jika ada yang tersambar petir, itu bukan karena nasibnya sedang sial. Namun, itu dianggap karena Dewa membencinya. Jika kita dengan berani menguburkan jasad tersebut, maka kita akan dianggap sebagai pencuri korban Yupiter dan kita juga harus menggantikan nyawa kita sebagai persembahan untuk Dewa Yupiter.

5. Seorang ayah boleh membunuh keluarganya.

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2018/09/09/image_1536488758_5b94f536ccdc6.jpg

Pada masa Romawi, ayah dibebaskan untuk melakukan apapun terhadap keluarganya. Ia diperbolehkan melakukan segala tindakan, termasuk kekerasan. Seorang ayah juga diperbolehkan untuk membunuh anaknya apabila sang anak melakukan suatu tindak kejahatan.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red