Brilio.net - Sahur adalah momen makan yang dilakukan sebelum melaksanakan ibadah puasa. Nggak sekadar melakukan ritual makan, namun ada banyak manfaat yang bisa kamu rasakan dari melaksanakan sahur. Mulai dari mengisi energi sampai dengan menjaga kadar cairan tubuh untuk berkegiatan seharian.

Selain itu, melaksanakan sahur juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak melulu harus menyantap hidangan lengkap, bahkan kamu bisa melakukannya walaupun hanya dengan seteguk air atau sebiji kurma. Nabi Muhammad berpesan, "Bersahurlah walau hanya dengan sebiji kurma atau seteguk susu." Hal ini menggambarkan bahwa sahur menjadi salah satu sunah.

Bangun untuk menyantap sahur, mungkin menjadi tantangan tersendiri. Tapi usahakan untuk tetap bangun karena ada banyak keberkahan yang bisa kamu dapatkan saat sahur. Bahkan malaikat turun menebar rahmat Allah SWT ketika sahur. Sehingga, waktu sahur sungguh mustajab untuk berdoa.

Namun sebenarnya kapan waktu sahur yang tepat menurut anjuran Rasulullah SAW? Nah untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (21/4).

Waktu sahur yang tepat sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Waktu sahur yang tepat sesuai anjuran Rasulullah SAW © freepik.com

foto: freepik.com

Dalam menjalankan sahur secara tepat, Rasulullah SAW menganjurkan di sepertiga malam terakhir, mendekati waktu subuh. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam alam hadits riwayat Imam Ahmad, "Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."

Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar umatnya tidak lantas tidur setelah sahur. Selain menjalankan sunnah nabi, dengan cara ini kamu juga sekaligus menjaga kesehatan tubuhmu.

"Kami telah bersahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami berdiri mengerjakan salat subuh. Aku bertanya kepada Zaid, 'Berapa lama waktu antara habis sahur dengan salat subuh?', Zaid menjawab, "Kadar membaca 50 ayat Al-Qur’an." (HR Muslim).

Ketika melaksanakan sahur, kamu juga bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Para malaikat pun akan bershalawat untuk orang yang melaksanakan sahur. Rasulullah SAW bersabda tentang waktu sahur yang tepat,

"Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)." (HR Ahmad).

Sepertiga malam terakhir dijelaskan Rasulullah menjadi waktu yang tepat untuk melakukan sahur. Hal itu difokuskan agar umatnya diharapkan bisa langsung beribadah tanpa menunggu terlalu lama. Sembari menunggu adzan subuh, kamu bisa berdzikir, berdoa, ataupun menjalankan ibadah sunnah lainnya.

Anjuran untuk melaksanakan sahur juga tertera dalam hadits riwayat Imam Ahmad, "Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."

Menurut Abu Bakar Al Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid, maksud waktu sahur yang tepat mengakhirkan sahur yaitu mengerjakan sahur di sepertiga malam terakhir.

"Nabi SAW pernah ditanya, 'Malam apa yang paling didengar (doa)?' 'Sepertiga terakhir malam,' tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, 'Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.'

Kemungkinan yang dimaksud waktu sahur yang tepat dengan mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT."

Bangun di sepertiga malam tidak hanya dilakukan Rasulullah untuk sahur. Namun juga terbiasa untuk melakukan sholat malam. Penjelasan waktu sahur yang tepat ini didasarkan pada kesaksian Hudzaifah yang pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, yang terekam dalam hadis diriwayatkan Ibnu Majah. Kesaksian ini diperkuat pengakuan Zaid bin Tsabit yang menyatakan dia pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian mengerjakan sholat subuh.

Doa setelah sahur.

Waktu sahur yang tepat sesuai anjuran Rasulullah SAW © freepik.com

foto: freepik.com

Sahur adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum melaksanakan puasa. Maka jangan lupa untuk selalu mengawali dengan ucapan basmallah. Anjuran mengucapkan kalimat basmallah seperti halnya yang dianjurkan dalam hadist.

"Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca "Bismilaahi awalahu wa aakhirahu," (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

Selanjutnya sebelum menyantap sajian sahur, kamu bisa mengucapkan doa seperti berikut ini.

"Yarhamullaahul mutasahhiriin."

Artinya:

Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.

Selain itu kamu juga bisa memanjatkan doa sebagai berikut.

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin”

Artinya:

Segala puji milik Allah, Dzat yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.

Keutamaan sahur.

Waktu sahur yang tepat sesuai anjuran Rasulullah SAW © freepik.com

foto: freepik.com

Momen sahur juga memiliki beberapa keutamaan yang menjadikannya istimewa. Selain menyimpan energi untuk berpuasa, kamu juga bisa sekaligus menjalankan anjuran dari Rasulullah SAW. Seperti yang disampaikan ahli tafsir M Quraish Shihab dalam laman YouTube Najwa Shihab, dikatakan bahwa sahur menjadi anjuran dari Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad berpesan, "Bersahurlah walau hanya dengan sebiji kurma atau seteguk susu."

Keutamaan lain dari sahur juga tentu membiasakan kamu untuk bangun di malam hari. Mungkin di luar bulan Ramadhan kamu akan tidur di malam hari hingga pagi bahkan siang. Namun saat Bulan Suci ini tiba, kamu dituntut untuk bangun lebih awal. Hal ini akan memberikan keuntungan tersendiri untuk kamu, terutama untuk menjalankan sholat tahajud dan sahur puasa lainnya.

Momen sahur sebenarnya juga bisa menjadi waktu untuk introspeksi diri. Hal ini terasa saat kita dianjurkan untuk mengucapkan niat untuk sahur. Baik dilafalkan dan dianjurkan untuk diucapkan dalam hati. Niat itu berfungsi untuk merenung dan introspeksi diri.

Bahkan Imam Syafii berkata, "Niat berpuasa saat bulan Ramadhan harus dilakukan setiap hari." Dengan berniat, kita dapat menyempurnakan ibadah puasa yang dirasa kurang pada hari sebelumnya. Selain itu juga dapat merenung dengan segala kekurangan selama berpuasa dan memperbaikinya saat sahur di hari selanjutnya.

(brl/far)

(brl/far)