Brilio.net - Sejak adanya pandemi virus corona Covid-19, banyak dari perusahaan besar maupun kecil di berbagai negara telah mempekerjakan karyawannya dari rumah atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Hal ini dilakukan demi keselamatan para karyawan sekaligus agar menghambat penyebaran virus tersebut.

Baru-baru ini, CEO Twitter, Jack Dorsey mengirim email kepada karyawannya bahwa mereka diizinkan untuk bekerja dari rumah secara permanen pada Selasa (12/5). Hal ini dilakukan bahkan ketika karantina pandemi virus corona berlalu. Meski begitu, sebagian karyawan memang masih perlu kehadiran fisik, misalnya seperti karyawan yang memelihara server.

"Kami sangat mempertimbangkan kemungkinan ini sejak kami menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengubah model kerja menjadi kerja dari rumah (WFH)," kata juru bicara Twitter dilansir dari BuzzFeed News.

Ia juga mengatakan bahwa perusahannya akan terus mengutamakan keselamatan karyawan. Twitter mendorong karyawannya untuk mulai bekerja dari rumah pada awal Maret ketika virus corona mulai menyebar di Amerika Serikat. Beberapa perusahaan teknologi lain melakukan hal yang sama, termasuk Microsoft, Google, dan Amazon.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Dalam emailnya, Dorsey selaku CEO Twitter mengatakan kemungkinan Twitter tidak akan membuka kantornya sebelum September. Perjalanan bisnis juga akan dibatalkan sampai saat itu juga, dengan beberapa pengecualian. Perusahaan juga akan membatalkan semua acara tatap muka selama sisa tahun ini, dan menilai kembali rencananya untuk tahun 2021 akhir tahun ini.

"Orang-orang yang enggan bekerja dari jarak jauh akan menemukan bahwa mereka benar-benar berkembang seperti itu," ujar kepala sumber daya manusia Twitter Jennifer Christie dilansir dari BuzzFeed News. Christie berpendapat bahwa perusahaan tersebut tidak akan mungkin sama dalam struktur pekerjaannya.

Yang menarik, Twitter juga menaikkan tunjangan kepada semua karyawannya untuk keperluan biaya selama bekerja dari rumah menjadi USD 1.000 atau senilai RP 14,87 juta.