Brilio.net - Adanya perpindahan atau perubahan dalam strata sosial merupakan hal yang wajar terjadi, baik itu perubahan menuju strata sosial yang lebih tinggi atau mungkin lebih rendah. Karena setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang layak dan lebih baik dari sebelumnya.

Bicara mengenai perubahan atau perpindahan, ini seringkali diartikan sebagai mobilitas sosial. Mobilitas sosial masuk dalam disiplin ilmu sosiologi. Secara umum, pengertian mobilitas sosial adalah perubahan kedudukan warga masyarakat di dalam sebuah kelas sosial yang satu ke kelas sosial lainnya.

Mobilitas sosial juga disebut sebagai gerak sosial yang didefinisikan sebagai perpindahan individu atau kelompok menuju strata yang lebih baik. Misalnya, perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain, perpindahan jabatan satu ke jabatan yang lain, dan lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan mengenai pengertian, jenis, dan faktornya dari mobilitas sosial, Jumat (27/5).

 

 

Pengertian mobilitas sosial.

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

1. Kimbal Young dan Raymond W. Mack.

Mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

2. William Kornblum.

Mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu, keluarga, dan kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

3. H. Edward Ransford.

Mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.

4. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto mengungkapkan pendapatnya bahwa pengertian mobilitas sosial adalah gerak dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya. Yang harus diingat adalah seseorang tidak akan dapat berpindah ke posisi yang lebih baik jika memang tidak ada posisi yang diperuntukkan baginya.

Selain itu, dalam rangka perpindahan posisi ke yang lebih baik harus memiliki karakteristik dan kemampuan memasuki status sosial tersebut.

5. Robert M.Z. Lawang

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

Jenis mobilitas sosial.

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

Jenis mobilitas sosial terbagi menjadi dua yaitu berdasarkan tipe dan ruang lingkup, berikut penjelasannya.

1. Mobilitas sosial berdasarkan tipe.

a. Mobilitas sosial vertikal, yaitu perpindahan status yang dialami seseorang atau sekelompok pada lapisan sosial yang berbeda. Dalam hal ini bisa bergerak naik atau turun.

- Social climbing, yaitu mobilitas yang terjadi karena ada kenaikan status sosial, misal seorang guru diangkat menjadi kepala sekolah.

- Social sinking, yaitu mobilitas sosial yang terjadi karena ada penurunan status sosial, misal pegawai dipecat karena melanggar aturan.

b. Mobilitas horizontal, adalah perpindahan status sosial seseorang atau kelompok dalam lapisan sosial yang sederajat. Disini tidak terjadi perubahan derajat kedudukan seseorang atau kelompok orang.

c. Mobilitas sosial lateral, disebut sebagai mobilitas geografis, yang mana mengacu pada perpindahan orang-orang dari unit wilayah satu ke unit wilayah lainnya.

2. Mobilitas sosial berdasarkan ruang lingkup.

a. Mobilitas intragenerasi, adalah mobilitas sosial yang dialami oleh seseorang selama masa hidupnya atau dengan kata lain adala perubahan status sosial mulai lahir sampai masa tuanya.

b. Mobilitas antargenerasi, adalah mobilitas sosial yang terjadi pada dua generasi atau lebih, misalnya pada kakek, ayah, dan anak.

Faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial.

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

1. Faktor pendorong mobilitas sosial.

- Faktor struktural.
Faktor struktural adalah jumlah relatif pada posisi yang harus diisi, dalam hal ini berkaitan dengan kesempatan seseorang untuk dapat menempati sebuah kedudukan serta kemudahan untuk memperolehnya.

- Faktor sosial.
Dalam faktor sosial, pada dasarnya setiap manusia dilahirkan dengan latar belakang status yang berbeda, tatkala seseorang atau kelompok tidak puas dengan posisi atau statis sekarang maka mereka akan mencari status yang diinginkan.

- Faktor ekonomi.
Faktor pendorong terjadinya mobilitas sosial adalah faktor ekonomi. Kondisi ekonomi sangat mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial. Karena kondisi ekonomi yang baik membuat masyarakat mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan yang lebih baik.

- Faktor politik.
Faktor politik menjadi pendorong mobilitas sosial karena situasi politik dari suatu negara yang stabil atau tidak akan mempengaruhi kondisi keamanannya serta terdapat hubungan ketersediaan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas.

- Faktor kependudukan.
Faktor kependudukan biasanya akan terkait dengan pertambahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Namun, pertambahan tersebut bisa mempersempit lahan permukiman dan bisa meningkatkan kemiskinan.

2. Faktor penghambat mobilitas sosial.

- Faktor diskriminasi.
Faktor diskriminasi merupakan sikap yang membedakan perlakuan terhadap sesama karena adanya perbedaan diantaranya suku, ras, agama, dan golongan. Faktor ini sangat berdampak besar dan mengakibatkan konflik.

- Faktor kemiskinan.
Faktor kemiskinan mampu menghambat terjadinya mobilitas sosial, karena masyarakat akan kesulitan mencari penghasilan sehingga untuk mencapai status sosial juga akan sulit. Biasanya penyebab kemiskinan adalah tingkat pendidikan yang rendah.

- Faktor stereotip gender.
Faktor penghambat mobilitas sosial adalah karakteristik yang membeda-bedakan jenis kelamin atau posisi sosial antara perempuan dan laki-laki. Hal ini disebabkan karena banyak yang berasumsi bahwa derajat laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, hal ini yang membuat mobilitas dapat terhambat.

Sumber: Agung dan Raharjo. Buku Kantong Sosiologi SMA IPS. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.