Brilio.net - Menghirup oksigen dengan bebas, saat ini menjadi aktivitas yang dirindukan banyak orang. Semenjak kehadiran pandemi virus corona, masyarakat dituntut untuk menggunakan masker demi meminimalisir penyebaran virus. Kegiatan di area outdoor pun dibatasi dengan sejumlah aturan.

Meski begitu, hal ini diterapkan untuk kebaikan bersama. Nah walaupun begitu, kamu bisa menambah kesejukan di sekitarmu dengan tanaman yang bisa meningkatkan kadar oksigen lho.

Yaps, beberapa pencinta tanaman nggak sekadar mencari tampilan cantik dari koleksinya, ada juga yang melirik jenis tanaman berdasarkan manfaatnya. Salah satu yang nggak boleh kamu lewatkan adalah beberapa jenis tanaman penghasil oksigen.

Selain memperindah sudut ruangan, tanaman ini juga memberikan banyak manfaat baik untuk tubuh, terutama untuk sistem pernapasan. Nah apa saja jenis tanaman peningkat kadar oksigen ini? Simak selengkapnya dalam ulasan brilio.net dari lunginstitute.com pada Senin (8/3) berikut ini.

1. Palem kuning.

Tanaman peningkat kadar oksigen © Istimewa

Loading...

foto: Instagram/@themicroprojectt

Tanaman palem kuning atau juga dikenal dengan areca palm jadi tanaman hias yang dapat meningkatkan oksigen di sekitarmu. Secara biologis tanaman ini mengambil karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Namun, apa yang membedakan palem kuning dengan tanaman lain adalah kemampuannya untuk memurnikan lingkungannya dengan menghilangkan bahan kimia berbahaya seperti formaldehida, xilena dan toluena. Dengan membasmi bahan kimia di sekitarmu, menjadikan palem kuning sebagai salah satu tanaman yang dapat membuatmu semakin sehat.

Untuk kamu yang ingin merawatnya, palem kuning dapat tumbuh baik dengan mendapatkan cahaya yang teduh. Dari segi pemberian air, palem kuning perlu sering disiram. Kamu bisa meletakkan tanaman ini di ruang tamu agar pertumbuhannya lebih baik dan juga semakin mempercantik area di sekitarnya.

2. Lidah mertua.

Tanaman peningkat kadar oksigen © Istimewa

foto: Instagram/@aimysyafiras

Selanjutnya ada tanaman lidah mertua. Lidah mertua dikenal menjadi tanaman yang baik untuk kesehatan pemiliknya. Selain memanjakan mata dengan tampilan cantiknya, lidah mertua juga mampu memproduksi oksigen di malam hari. Tanaman yang memiliki julukan snake plant ini juga memiliki kemampuan untuk memurnikan udara melalui pembuangan benzena, formaldehida, trichloroethylene, xylene, dan toluene.

Lidah mertua tumbuh dengan baik di bawah cahaya jendela yang teduh. Kamu bisa merawat tanaman ini di area outdoor maupun indoor. Untuk penempatan di ruang tertutup, tanaman ini mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk bernapas secara normal. Sehingga lidah mertua akan cocok jika diletakkan pada kamar tidur.

3. Money plant.

Tanaman peningkat kadar oksigen © Istimewa

foto: Instagram/@peteysplanthouse

Nggak kalah hits dari lidah mertua, ada money plant. Tanaman hias ini bisa menghilangkan polusi berbahaya di sekitarmu lho. Dijelaskan oleh NASA, money plant memiliki kemampuan untuk menghilangkan bahan kimia dan polutan lainnya dari udara, khususnya benzena, formaldehida, xilena, dan toluena. Namun kamu perlu berhati-hati dalam merawat tanaman ini. Pasalnya money plant akan beracun saat tertelan anak-anak, kucing, ataupun anjing.

Maka disarankan untuk lebih selektif dalam memilih penempatan tanaman money plant agar tidak mudah terjangkau anak kecil dan hewan peliharaan. Jangan lupa juga, agar pertumbuhannya maksimal kamu perlu memberikan paparan cahaya yang teduh dan menyiram setiap minggunya atau lebih.

4. Gerbera Daisy (Gerbera Jamesonii).

Tanaman peningkat kadar oksigen © Istimewa

foto: freepik.com

Gerbera Daisy dilirik banyak pencinta tanaman karena memiliki tampilan yang cantik. Nggak heran kalau tanaman hias ini sering ditemukan sebagai hiasan kebun atau halaman. Perlu kamu ketahui, tanaman ini memiliki kelebihan yang muncul pada malam hari lho.

Gerbera Daisy dapat menghasilkan oksigen tingkat tinggi sembari menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti benzena dan trichloroethylene. Dampaknya, kelebihan ini bermanfaat untuk kamu yang menderita gangguan sleep apnea dan gangguan pernapasan. Maka kamu bisa menyimpan tanaman ini di kamar tidur agar waktu istirahatmu lebih nyenyak.

Agar tetap subur, rawat Gerbera Daisy dengan memberikan paparan sinar matahari yang cerah selama musim panas, musim semi dan musim gugur. Sedangkan pada musim dingin, berikan cahaya tidak langsung atau yang teduh. Pastikan kamu menyiram secara teratur dan memastikan kondisi tanah tetap lembap.

5. Aglaonema.

Tanaman peningkat kadar oksigen © Istimewa

foto: Instagram/@justletitgrow

Aglaonema atau yang memiliki nama lain sri rejeki dan chinese evergreen dipilih banyak orang untuk menyegarkan ruangan. Tanaman ini mengeluarkan kandungan oksigen yang tinggi sekaligus memurnikan ruang dalam ruangan dari bahan kimia berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan racun lainnya.

Seperti namanya, tanaman ini cukup populer di China khususnya. Untuk menjaga kesehatan tanaman aglaonema, letakkan tanaman ini pada area yang teduh. Perlu diingat, aglaonema hanya perlu disiram sesekali dengan fokus untuk menjaga kelembapan tanah.

Disarankan untuk merawat aglaonema di ruang tamu, karena tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik meski dirawat di dalam ruangan. Sehingga untuk kamu para pemula pun nggak perlu khawatir kalau tidak memiliki banyak lahan di area outdoor.