Brilio.net - Dalam bahasa indonesia memiliki gaya bahasa atau yang biasa disebut majas. Majas sendiri sering digunakan dalam sebuah karya sastra supaya semakin hidup. Majas akan membuat isi dan gagasan dari sebuah karya sastra menjadi lebih mudah dalam menyampaikan pesan-pesannya.

Bahasa kiasan yang dapat menghidupkan sebuah karya sastra dan menimbulkan konotasi tertentu itulah yang biasa disebut majas. Penggunaan majas yang tepat dapat membantu para pembaca untuk memahami makna dalam sebuah karya sastra tersebut. Dalam bahasa indonesia majas dibagi menjadi beberapa jenis seperti personifikasi, metafora, simile, litotes dan masih banyak lagi.

Berikut ini merupakan rangkuman informasi terkait contoh kalimat majas litotes yang sudah brilio.net rangkumkan dari berbagai sumber pada Selasa (4/10).

Pengertian kalimat majas litotes

contoh kalimat © 2022 brilio.net

foto: Instagram/@syafriffahjaslin

Majas litotes merupakan sebuah gaya bahasa yang bertujuan menurunkan derajat atau merendahkan diri terhadap lawan bicara. Majas ini biasanya sedikit bertentangan dengan kenyataan pembicara.

Menurut kamus besar bahasa indonesia litotes sendiri merupakan sebuah pernyataan yang memperkecil sesuatu atau melemahkan dan menyatakan kebalikannya. Pada intinya majas ini sering digunakan orang untuk merendahkan diri mereka supaya tidak terkesan sombong atau berlebihan dalam mengungkapkan sesuatu.

Ciri-ciri contoh kalimat majas litotes

contoh kalimat © 2022 brilio.net

foto: Instagram/@meraki.dalamseni

Ada beberapa ciri-ciri untuk membedakan majas litotes dengan majas lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini ciri-ciri kalimat majas litotes yang sudah brilio.net rangkumkan:

1. Memiliki maksud untuk merendahkan diri kepada lawan bicara

2. Menerapkan diksi atau kata-kata yang komparatif

3. Majas litotes sering menempatkan diksi atau kata-kata yang sifatnya kiasan

4. Memiliki penekanan suara atau intonasi yang cenderung rendah

(brl/far)