Brilio.net - Kata-kata gombal biasa dimaknai sebagai upaya untuk menarik perhatian. Biasanya kata-kata gombal ini memang bermakna rayuan atau pujian yang ditujukan untuk seseorang yang spesial. Ada kalanya kata-kata gombal terdengar manis dan romantis. Tapi ada juga kata-kata gombal yang justru terdengar lucu dan mengundang tawa.

Penyampaian kata-kata gombal ini bisa dengan berbagai cara. Pemilihan waktu yang tepat juga menentukan apakah gombalanmu itu memang untuk mengekspresikan perasaan atau hanya gurauan semata. Tidak harus bergaya puitis, kata-kata gombal juga bisa diucapkan dengan gaya bicara sehari-hari, seperti menggunakan bahasa daerah. Salah satunya kata-kata gombal dengan bahasa Jawa.

Bahasa daerah yang satu ini memang punya banyak kosakata yang memiliki arti beragam. Kadang untuk mengartikan satu kata dalam Bahasa Jawa, memerlukan penjelasan panjang di bahasa Indonesia. Namun keunikan itulah yang membuat bahasa Jawa cocok untuk kata-kata gombalan.

Tidak percaya? Simak saja 75 kata-kata gombal bahasa Jawa beserta artinya yang telah brilio.net kumpulkan dari berbagai sumber pada Senin (9/8).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Untuk 'melancarkan' gombalan maut, jangan lupa cari kata-kata manis yang mewakili perasaanmu. Kata-kata gombalan romantis berikut mungkin akan membantumu.

1. "Kowe gelem ngajari aku ora? Ngajari ben pantes nggo kowe."

(Kamu mau ngajarin aku tidak? Ngajarin supaya pantas buat kamu)

2. "Aku ora butuh maps utawa GPS nek karo kowe, aku wis yakin kudu neng endi."

(Aku tidak butuh maps atau GPS jika bersamamu, aku sudah yakin harus ke mana)

3. "Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur."

(Cintaku padamu seperti kamera, fokus pada dirimu, yang lain ngeblur)

4. "Neng Prancis tuku buku ngge sinau, kowe sing manis gawe aku ra iso turu."

(Ke Prancis membeli buku untuk belajar, kamu yang manis bikin aku tidak bisa tidur)

5. "Nek buku jendela ilmu, sliramu jendela atiku."

(Kalau buku itu jendela ilmu, kamu jendela hatiku)

6. "Yen ono tanwin ketemu ba' kuwi diarani iqlab, yen sliramu ketemu aku insyallah biso ijab."

(Jika ada tanwin bertemu ba' itu namanya iqlab, jika kamu bertemu aku insyaalah bisa ijab)

7. "Yen kepedesen tambah kecap, mie jepang iku arane soba, masio jenengmu ora terucap, tapi tersirat neng jero doa."

(Kalau kepedasan tambambahkan kecap, mie jepang namanya soba. Meskipun namamu tak terucap, tapi tersirat di dalam doa)

8. "Udan deres gak uwes-uwes, aku gemes karo wong manes."

(Hujan deras tidak berhenti, aku gemas sama orang manis)

9. "Mangan gethuk marai lemu, senajan ngantuk tak enteni balesanmu."

(Makan getuk bikin gemuk, meskipun ngantuk tetap menunggu balasanmu)

10. "Sek penting kowe bahagia, tapi mung karo aku. Ora karo wong liya."

(Yang penting kamu bahagia, tapi cuma sama aku. Bukan sama orang lain)

11. "Golek banyu tekan Jerman, ora kudu ayu sing penting nyaman."

(Mencari air sampai Jerman, tidak harus cantik yang penting nyaman)

12. "Bengi peteng, awane padang. Ora kudu ganteng, sing penting sayang."

(Malam gelap, siangnya cerah. Tidak harus ganteng, yang penting sayang)

13. "Delok kijing karo ngguyu. Suging enjing bocah ayu."

(Lihat kijing sambil tertawa. Selamat pagi cantik)

14. "Bakso marem, baksone lemu-lemu. Atiku tentrem lek karo dirimu."

(Bakso yang paling memuaskan, bakso yang gendut-gendut. Hatiku tentram jika bersama dirimu)

15. "Biomu kosong, oleh ora tak isi karo jenengku?"

(Bio mu kosong, boleh tidak diisi dengan namaku?)

16. "Godong bayem, digawe jamu. Atiku ayem, nyanding sliramu."

(Daun bayam dibikin jamu. Hatiku tentram bersanding denganmu)

17. "Wajahmu jan koyo wong susah. Iyo, susah dilalekne."

(Wajahmu seperti orang susah. Iya, susah untuk dilupakan)

18. "Opo jenengku kudu ganti rejeki, ben iso mbok terimo?"

(Apa namaku harus ganti rejeki supaya kamu bisa menerimanya)

19. "Tuku lilin, entuk bonus fanta. Meskipun kowe nyebelin, nanging aku tetap cinta."

(Beli lilin, dapat bonus fanta. Msekipun kamu nyebelin, aku tetap cinta)

20. "Wit gedang cacahe telu, cintaku terhalangan brengose bapakmu"

(Pohon pisang jumlahnya tiga, cintaku terhalang kumis bapak kamu)

21. "Mergo nyawang fotomu, dadi nyungsep neng lendutan."

(Gara-gara melihat fotomu, jadi nyungsep di lumpur)

22. "Kaosku suwek kecantol lawang. Gayane cuek, asline sayang."

(Kaosku robek tergores pintu. Bergaya cuek, aslinya sayang)

23. "Aku pancen lelah, tapi aku janji ora bakal nyerah nggo nyanding sliramu."

(Aku memang lelah, tapi aku janji tidak akan menyerah untuk bersanding denganmu)

24. "Percuma nek pacaran akhire balik kanan bubar jalan. Mending konconan, langkah tegap maju ke pelaminan."

(Percuma kalau pacaran akhirnya balik kanan bubar jalan. Lebih baik berteman, langkah tegap maju ke pelaminan)

25. "Mergo sing gawene ngekeki cokelat bakale kalah karo sing ngekeki seperangkat alat sholat."

(Karena yang kerjaannya memberi cokelat akan kalah sama yang memberi seperangkat alat sholat)

26. "Dalan lurus akeh jeglongan, menggok sithik nemu tikungan. Yen wis cinta kudu bertahan, ben gak ngrasakke kelangan."

(Jalan lurus banyak berlubang, belok sedikit ada tikungan. Kalau sudah cinta harus bertahan, agar tak merasakan kehilangan)

27. "Tuku buku ning Suroboyo, penak ro aku kok milih wong liyo."

(Beli buku di Surabaya, enak sama aku kok milih sama orang lain)

Kata-kata gombal bahasa Jawa lucu.

Kata-kata gombal bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: freepik.com

Jika kamu dan pasanganmu adalah tipe yang humoris. Ada baiknya menggunakan kata-kata gombalan yang lucu. Kata-kata gombal yang lucu ini juga bisa kamu praktikkan saat doi lagi ngambek. Siapa tahu, selain mencairkan suasana, juga bisa membuatnya tertawa.

28. "Wis rasah mecucu, engko tak tukokke iphone 7 sing gambare dakocan."

(Sudah jangan cemberut, nanti aku beliin iphone 7 yang gambarnya dakocan)

29. "Witing tresno jalaran seko sering dijak dolan rono-rono."

(Cinta tumbuh dari sering diajak jalan ke sana ke mari)

30. "Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar."

(Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur)

31. "Tuku jamu karo nyawang wong ayu. Senajan kowe lemu, tetep muat ning atiku."

(Beli jamu sambil melihat orang cantik. Meskipun kamu gendut, tetap muat di hatiku)

32. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."

(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa)

33. "Tuku semen nang Arab. Sing dodol mbah Surip. Nek ra iso dadi konco akrab. Yo rapopo nek dadi konco urip."

(Beli semen di Arab, yang jual mbah Surip. Kalau gak bisa jadi teman akrab. Tidak apa-apa kalau jadi teman hidup)

34. "Kerjo tak lakoni, duwet tak tabungi, insyaallah tahun ngarep, sholatmu tak imami."

(Kerja aku lakukan, uang aku tabung, Insya Allah tahun depan, sholatmu aku imami)

35. "Aku ora njaluk kok celuk sayang, aku mung njaluk awakmu ojo lali sarapan."

(Aku tidak minta kamu panggil sayang, aku minta kamu jangan lupa sarapan)

36. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken."

(Tuhan jika dia adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika bukan tolong dijodohkan)

37. "Kudu iso koyo wonder women, sing ora tau sambat, ora tau nangis, kuat ati lan bodi, tapi tetep ayu."

(Harus bisa seperti wonder women, yang tidak pernah mengeluh, yang tidak menangis, yang kuat hati dan bodi, tapi tetep cantik)

38. "Tresno kui kadang koyo wifi selama koe ora ngumbar sandi penghunine yo mung siji."

(Cinta itu terkadang seperti wifi selama kamu tidak mengumbar sandi penghuninya ya hanya satu)

39. "Ojo nesu tok. Reneo lungguh o, tak jelasne sepiro sayangku neng awakmu."

(Jangan cuma marah-marah. Kesini duduk, aku jelasin seberapa besar sayangku ke kamu)

40. "Mak deg, mak tratap. Makmu makku besanan."

(Bikin deg-degan, bikin tratapan. Ibumu, ibuku jadi besan)

41. "Prinsipku saiki mung maju tak gentar, mundur tak ganjel, sisane serahke Gusti Allah."

(Prinsipku sekarang maju tak gentar, mundur diganjel, sisanya pasrahkan ke Allah)

42. "Ayo semangat, mosok badute mbak cantik sambat."

(Ayo semangat, masak badutnya mbak cantik ngeluh)

43. "Andai kowe ngerti, liyane kowe tak skip."

(Andai kamu tahu, selain kamu lewat)

44. "Tetep nekat menganggumi masio ora ono potensi duweni."

(Tetap bertekat menganggumi meski tidak berpotensi memiliki)

45. "Aku entuk kowe, cedakanku tak giveaway."

(Aku dapet kamu, gebetanku ku kasih orang deh)

Kata-kata gombal bahasa Jawa bermakna.

Kata-kata gombal bahasa Jawa © berbagai sumber

foto: Instagram/@penak.rebahan_

Mayoritas orang menganggap bahwa kata-kata gombalan itu seperti lelucon saja. Padahal banyak juga lho kata-kata gombal yang sebenarnya mendung makna mendalam. Seperti kata-kata gombal bermakna berikut ini.

46. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui"

(Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatih cinta pada orang yang sama)

47. "Sabarku lagi wae bar tak paketke full service. Dadine masalah opo wae aman."

(Sabarku baru saja ku paketkan full service. Jadi masalah apa saja aman)

48. "Nek pancen tresno kui kudu dijogo, ora malah keno godo karo wong liyo."

(Kalau memang cinta harus dijaga, bukan malah termakan godaan orang lain)

49. "Nek koe tenanan tresno, Ojo koe nggawe eluh banyu motone, Ojo nyakiti atine, Ojo nggawe atine loro."

(Jika kamu benar-benar cinta padanya, Jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka)

50. "Mending sing humoris tapi manis ketimbang sok romantis tpi akhire tragis."

(Lebih baik yang humoris tapi manis, daripada sok romantis tapi berakhir tragis)

51. "Ora kepingin sing sempurna nggo dampingi uripku, mung butuh wong sing ikhlas nrima lan nglengkapi kekuranganku."

(Tidak ingin mendapat yang sempurna untuk mendampingi hidup, cuma butuh orang yang ikhlas meneriman dan melengkapi kekuranganku)

52. "Obat sing pait wae iso nggawe mari, mosok kowe sing manis iso gawe loro?"

(Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masa kamu yang manis bisa bikin sakit)

53. "Kowe berjuang mati-matian, tapi sing mbok perjuangke ora nyadar blas? Muliho, uripmu kakean atraksi."

(Kamu berjuang mati-matian, tapi yang kamu perjuangkan tidak sadar sama sekali? Pulanglah, hidupmu terlalu banyak gaya)

54. "Sing lanang wis berjuang, sing wedok malah dolanan. Sing wedok wis kadung sayang, sing lanang malah ngilang."

(Yang laki-laki sudah berjuang, yang perempuan malah mainan. Yang perempuan sudah terlanjur sayang, yang laki-laki malah menghilang)

55. "Omah-omah iku urusan abot, ora gur masalah nang KUA utawa nyewo tukang rias. Omah-omah iku gawe sak lawase."

(Berumah tangga itu urusan yang berat. Bukan cuma tentang KUA atau sewa tukang rias pengantin)

56. "Sabar yo cah ayu, aku isih berusaha dadi wong sing pantes dinggo nyanding awakmu."

(Sabar ya cantik, aku masih berusaha jadi orang yang pantas untuk bersanding denganmu)

57. "Matursuwun wis dadi alasanku kuat ngasi tekan iki."

(Terima kasih udah jadi alasanku kuat sampai saat ini)

58. "Aku tresno kowe saklawase."

(Aku cinta kamu selamanya)

59. "Angger aku nyawang sliramu, rasane kabeh macem roso bungah ning alam dunyo mandeg ono ing ngarep netraku."

(Ketika aku melihatmu, aku melihat semuanya ujung kebahagiaan dunia ini telah berhenti sekejap di mataku)

60. "Cinta dudu perkoro sepiro kerepe kowe ngucapke, tapi sepiro akehe seng mbok buktike."

(Cinta bukan perkara seberapa sering kamu mengucapkannya, tapi seberapa banyak kamu membuktikannya)

61. "Seng paling tak wedeni orep neng dunio udu kelangan koe, tapi wedi nek koe kelangan kebahagiaan ne sampean."

(Yang paling kau takutkan dalam dunia ini bukanlah kehilanganmu, tapi aku takut kamu kehilangan kebahagiaanmu)

62. "Tresno iku mergo ati, ora bakal owah tekane mati."

(Cinta ini datang dari hati, tak bakal berubah sampai mati)

63. "Nek cinta ora iso mbalekne koe meng aku orep neng ndunio iki, pesti lah cinta akan nyatuk ke dewe neng kehidupan mengarepe engko."

(Jika cinta tidak dapat menyatukan cinta kita di kehidupan ini, Past lah cinta akan menyatukan kita di kehidupan selanjutnya)

64. "Rasa nyaman sing sempurna yo iku lek kowe gelem meluk aku."

(Rasa nyaman yang sempurna ya itu kalau kamu mau meluk aku)

65. "Rino wengi aku tansah kelingan sliramu."

(Siang malam aku selalu teringat dirimu)

66. "Sing penting wes berjuang, kirane ra entuk balesan sabar wae, mungkin paketane entek."

(Yang penting udah berjuang, kalaupun nggak ada balesan sabar aja, mungkin paketannya habis)

67. "Apikmu tak syukuri, elekmu tak tutupi. Kirane ono halangan lan rintangan ayo bareng-bareng dilewati."

(Baikmu aku syukuri, jelekmu aku tutupi. Sekiranya ada halangan dan rintangan ayo jalani bersama)

68. "Sak wajare wae, mergo sing hadir urung mesti takdir."

(Sewajarnya aja, karena yang hadir belum tentu menjadi takdir)

69. "Aku tanpamu? Oh ra iso, pokoke kudu karo kowe terus."

(Aku tanpamu? Oh tidak bisa, pokoknya harus denganmu terus)

70. "Pengenku, Aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu."

(Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama)

71. "Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati."

(Aku nggak minta banyak, aku hanya minta jangan pergi dari hati)

72. "Amit nek aku cemburu, aku gor wedi kelangan wong seng tak tresnani."

(Maaf jika aku cemburu, aku hanya takut kehilangan orang yang aku cintai)

73. "Udane awet koyo hubungane awak e dewe."

(Hujanyan lama seperti hubungan kita)

74. "Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak bare ketemu karo sliramu."

(Aku tidak pernah tau cinta itu apa, kecuali setelah bertemu denganmu)

75. "Jelas aku butuh atimu, butuh awakmu, butuh perhtianmu, ora butuh duwitmu."

(Jelas aku butuh hatimu, butuh kamu, butuh perhatianmu, tidak butuh uangmu)

(brl/lea)