Brilio.net - Nama Irawan Soejono mungkin memang tidak begitu dikenal di Indonesia. Yup, karena dirinya memang bukanlah pahlawan kemerdekaan Indonesia. Namun namanya sangat dikenang di Belanda. Kok bisa?

Dilansir brilio.net dari historia.id, Irawan Soejono adalah pemuda Indonesia yang kebetulan menuntut ilmu di negeri kincir tersebut, tepatnya di Universitas Leiden pada tahun 1934.

Saat itu Nazi mulai masuk Belanda pada tahun 1940an. Irawan salah satu orang yang terkenal di kampusnya dan merupakan anggota kepercayaan Perhimpunan Indonesia. Dia bersama kawan-kawannya juga menerbitkan surat kabar bawah tanah.

irawan soejono © 2016 brilio.net

Tak hanya bikin Nazi geregetan dengan segala tulisan atau pesan-pesan yang tersebar soal penjajahan dan perang, Irawan juga melakukan aksi nyata dengan mengangkat senjata. Diketahui, Irawan tergabung dalam kelompok bersenjata.

Ia lebih dikenal sebagai si penyebar berita yang paling dicari Nazi di Belanda. Semua pergerakannya harus hati-hati agar tak tercium Nazi.

irawan soejono © 2016 brilio.net



Hingga akhirnya pada suatu hari di bulan Januari 1945, Irawan terendus oleh Nazi. Ia pernah akan tertangkap saat membawa salah satu mesin cetaknya. Ia berhasil lolos namun langkahnya harus terhenti untuk selamanya setelah beberapa butir peluru tentara Nazi menembus dadanya.

Kematian Irawan memberikan pengaruh besar terhadap rekan-rekannya untuk melakukan perjuangan yang lebih besar hingga akhirnya Nazi berhasil dipukul mundur pada pertengahan tahun 1945.

Nama Irawan Soejono begitu dikenang oleh Belanda sehingga menjadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di sana.