Brilio.net - Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan sebuah video yang menampilkan mobil Wapres RI, Ma'ruf Amin kehabisan bensin. Dalam video berdurasi delapan detik tersebut, terlihat mobil Mercy hitam berpelat merah bertuliskan Indonesia 2 dan berbendera merah putih diisi bensin eceran menggunakan jeriken di pinggir jalan.

Video yang diunggah oleh akun Twitter @wawat_kurniawan pada Jumat (10/7) tersebut pun langsung viral dan menuai beragam respons ratusan warganet. Banyak yang mempertanyakan kenapa bisa mobil tersebut kehabisan bahan bakar.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Mobil presiden kehabisan BBM???" tulis akun tersebut pada keterangan caption-nya.

Ramai menjadi pembahasan di media sosial, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar memberikan penjelasan terkait video viral tersebut. Oemar mengungkapkan jika mobil tersebut bukan sedang diisi bensin eceran, melainkan bensin cadangan yang sesuai spesifikasi mobil Wapres.

"Pengisian BBM dari jeriken dilakukan karena tidak adanya SPBU yang memiliki bahan bakar minyak (BBM) sesuai kriteria mobil VVIP dan bukan karena mobil tersebut kehabisan BBM," kata Oemar dalam keterangan resminya seperti dikutip brilio.net dari liputan6.com, Sabtu (11/7).

Oemar juga menjelaskan jika setiap rangkaian perjalanan Wapres selalu disiapkan BBM cadangan dalam jeriken di mobil teknisi. Hal tersebut dilakukan jika BBM yang dibutuhkan mobil Wapres tidak tersedia di SPBU setempat.

Sementara itu, kejadian yang menampilkan mobil Wapres kehabisan bahan bakar terjadi saat Ma'ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (8/7). Saat kejadian, Wapres tidak ada di mobil karena sedang meninjau SMA N 4 untuk persiapan New Normal.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Ma'ruf Amin juga ditemani Mendikbud Nadiem Makarin dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Oemar juga menegaskan jika mobil yang diisi bensin dari jeriken merupakan kendaraan VVIP cadangan dalam setiap kegiatan resmi.

"Adapun mobil dinas yang terlihat tengah diisi BBM berfungsi sebagai kendaraan VVIP cadangan dalam rangkaian resmi," Oemar menandasi.

(brl/tin)