Brilio.net - Sebagai seorang muslim, penting untuk mengetahui bahwa akhlak adalah salah satu hal yang harus diperhatikan terutama dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam Islam, setiap perbuatan dan tingkah laku yang dilakukan oleh manusia sudah diatur dalam Alquran dan hadits. Setiap umat Islam diwajibkan untuk melakukan perbuatan yang menghasilkan amalan sholeh, perbuatan yang disukai dan diridhoi oleh Allah.

Akhlak dalam bahasa Arab berasal dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, perangai, atau tabiat. Secara terminologi, akhlak adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh sesuatu keinginan secara mendasar untuk melakukan suatu perbuatan.

Menurut Imam Al Ghazali, akhlak merupakan tingkah laku yang melekat pada diri seseorang yang dapat memicu perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (6/8), menurut istilah, akhlak diartikan sebagai sifat atau perangai seseorang yang telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut. Dalam Alquran surat Shad ayat 46, Allah berfirman:

Innaa akhlasnaahum bikhaalisatin zikrad-daar

Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat."

Akhlak merupakan salah satu pondasi penting untuk orang-orang yang beragama. Sehingga akhlak dan budi pekerti sangat dibutuhkan bagi setiap orang yang beragama dalam menjalani kehidupan di masyarakat.

Loading...
2 dari 3 halaman

Macam-macam akhlak dalam Islam.

foto: freepik.com



Akhlak merupakan sebuah sistem yang mengatur tindakan dan pola sikap manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran agama Islam, sistem nilai tersebut merupakan sumber ijtihad sebagai salah satu metode berpikir secara Islami.

Sebab akhlak memicu terjadinya tindakan dan hubungan antara Allah, sesama manusia dan alam semesta. Akhlak sendiri dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut:

1. Akhlakul karimah.

Akhlakul karimah yaitu akhlak yang terpuji merupakan salah satu golongan macam akhlak yang harus dimiliki setiap umat muslim. Seseorang yang memiliki akhlak terpuji biasanya akan selalu menjaga sikap dan tutur katanya kepada orang lain dan merasa bahwa dirinya diawasi oleh Allah.

Contoh dari akhlakul karimah adalah kesopanan, sabar, jujur, derwaman, rendah hati, tutur kata yang lembut dan santun, gigih, rela berkorban, adil, bijaksana, tawakal dan lain sebagainya. Sebagai umat muslim sudah seharusnya kita selalu menjaga akhlakuk karimah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Akhlakul mazmumah.

Akhlak mazmumah yaitu akhlak tercela merupakan salah satu tindakan buruk yang harus dihindari dan dijauhi setiap manusia karena dapat mendatangkan mudharat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Akhlak tercela sangat dibenci oleh Allah dan tidak jarang orang yang memilikinya juga tidak disukai oleh masyarakat di sekelilingnya.

Contoh dari macam akhlak akhlakul mazmumah yaitu sombong, iri, dengki, takabur, aniaya, ghibah dan lain sebagainya. Karena akhlak ini dibenci oleh Allah, maka sebagai umat muslim yang taat harus menghindari perbuatan yang dapat menghasilkan akhlak tercela.

3 dari 3 halaman

Keutamaan akhlak dalam Islam.

Seseorang yang berakhlakul karimah atau berakhlak baik, maka dirinya akan mendapatkan keutamaan dari akhlaknya tersebut. Beberapa keutamaan yang didapatkan yaitu sebagai berikut:

1. Dicintai oleh Rasulullah.

Allah mengutus Rasululah untuk menyempurnakan akhlak manusia di muka bumi. Dengan demikian, Rasulullah akan mencintai umatnya yang berakhlakul karimah. Dari Jabir RA, Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong." (HR.Tirmidzi)

2. Timbangan kebaikannya di akhirat akan berat.

Seseorang yang berakhlakul karimah, disebutkan dalam hadits bahwa ia akan memiliki timbangan yang berat kelak dihari akhir atau kiamat di mana semua amal manusia akan ditimbang. Rasulullah bersabda:

"Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat." (HR. Tirmidzi)

3. Mendapat jaminan surga.

Seseorang yang berakhlakul karimah mendapatkan jaminan dari Rasulullah akan mendapatkan sebuah rumah di surga. Dari Abu Umamah ra; Rasulullah SAW bersabda:

"Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya." (HR Abu Daud)

4. Mendapat kedudukan tinggi di akhirat.

Di akhirat kelak, seorang muslim yang pada masa hidupnya berakhlakul karimah akan mendapatkan kedudukan yang tinggi karena akhlak dan budi pekerti yang ia miliki. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

"Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar." (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)