Brilio.net - Umat Islam memiliki perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Hari Raya Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Sementara Idul Adha adalah hari raya umat Islam sebagai bentuk mengingat bagaimana ketakwaan Nabi Ibrahim pada Allah dengan berqurban.

Setiap 10 Dzulhijah, umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha atau sering disebut dengan Idul Qurban. Sebab pada hari itu, setiap muslim yang mampu diwajibkan berqurban dengan menyembelih hewan qurban seperti sapi, kambing, domba, kerbau atau unta.

Saat merayakan hari raya Idul Adha, umat Islam biasanya berbondong-bondong pergi ke masjid atau ke tanah lapang untuk melaksanakan sholat Idul Adha secara berjamaah.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Kamis (23/7), ada beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim pada saat sebelum dan sesudah sholat Idul Adha. Berikut penjelasannya:

Amalan sunnah saat Idul Adha.

foto: freepik.com



Ada beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim saat hari raya Idul Adha tiba. Amalan sunnah ini jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak akan mendapatkan dosa, karena hukum melakukannya adalah sunnah. Berikut amalan-amalan saat Idul Adha yang bisa dikerjakan oleh seorang muslim:

1. Mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil.

Pada malam  Idul Adha, akan terdengar suara takbir yang bersahut-sahutan dari satu masjid dengan masjid lainnya. Seluruh umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir di setiap masjid, mushola, dan rumah-rumah.

Hal ini merupakan amalan pertama yang dapat dilakukan oleh seorang muslim untuk membaca takbir, tahmid dan tahlil saat Idul Adha, dari mulai terbenamnya matahari hingga imam naik ke mimbar untuk khutbah pada saat salat Idul Adha dan berakhir pada hari tasyrik tanggal 13 zulhijah.

Pada waktu tersebut, umat manusia dianjurkan untuk memuliakan, mengagungkan, dan menghidupkan nama Allah. Anjuran ini sesuai yang tertulis dalam kitab Raudlatut Thalibin.

"Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah."

2. Mandi sebelum sholat Idul Adha.

Saat Idul Adha tiba, seorang muslim dianjurkan untuk mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Dibolehkan untuk memulai mandi hari raya sebelum atau sesudah subuh.

Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa "Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat ke lapangan." (HR. Malik dan asy-Syafi’i dan sanadnya shahih)

3. Memakai wewangian.

Seperti yang tertera dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhaddzab terdapat keterangan sebagai berikut:

"Disunahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengn memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunahkan juga memakai wangi-wangian."

4. Menggunakan pakaian yang bersih dan suci.

Setelah memakai wewangian, maka kenakanlah pakaian yang bersih serta suci untuk menjalankan sholat Idul Adha. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

"Disunahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat salat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian."

Keutamaan dalam menggunakan pakaian yang baik untuk laki-laki dengan pakaian putih dan perempuan dengan pakaian yang sederhana. ini telah dijelaskan dalam ‘Kitab Raudlatut Thalibin’.

5. Berjalan kaki menuju masjid.

Amalan sunah berikutnya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pahala di hari raya Idul Adha adalah dengan berjalan kaki menuju tempat sholat Idul Adha berjamaah. Selain itu, juga dianjurkan untuk berangkat lebih awal menuju tempat salat id dilaksanakan.

6. Tidak makan sebelum sholat Idul Adha.

Pada saat sebelum sholat Idul Adha, seorang muslim dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu saat akan melaksanakan sholat Idul Adha.

"Diriwayatkan dari sahabat Buraidah RA, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada Hari Raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada Hari Raya Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah."

7. Menyembelih hewan qurban.

Bagi seorang muslim yang ikut berqurban di hari raya Idula Adha sangat dianjurkan untuk menyembelih hewan qurbannya setelah melakukan sholat Idul Adha sehingga qurbannya menjadi sempurna.

2 dari 2 halaman


Keutamaan Idul Adha.

Keutamaan yang didapatkan saat Idul Adha berkaitan dengan keistimewaan. Dan keutamaan yang didapat apabila melakukan amalan-amalan sunnah di atas yaitu sebagai berikut:

1. Allah mencintai amalan saleh di bulan Dzulhijah.

Barang siapa yang mengerjakan amalan-amalan saleh di bulan Dzulhijah, maka Allah akan mencintai amalan yang telah ia kerjakan terutama pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut.

Rasulullah bersabda:
"Tidaklah ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding hari-hari ini (yakni 10 hari pertama di bulan Dzulhijah). Lalu para sahabat berkata, "Tidak juga jihad di jalan Allah, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya kemudian semuanya itu tidak kembali lagi (yakni mati syahid)"." (HR. Bukhari)

2. Pahala amalan akan dilipatgandakan.

Seorang muslim yang mengerjakan ibadah dengan sungguh-sungguh, baik wajib maupun sunah, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya.

Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:
"Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak pernah berkurang, kedua bulan itu adalah bulan id: bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijah." (HR. Al Bukhari & Muslim)