Brilio.net - Dalam Islam, setiap orang diwajibkan untuk menjalankan ibadah setiap hari, dari mulai ibadah yang bersifat wajib hingga ibadah yang bersifat sunnah.

Dari mengerjakan ibadah tersebut, seorang muslim akan mendapatkan pahala dari amal ibadahnya. Adapun syarat diterimanya amal ibadah adalah apabila hal tersebut dilakukan dengan ikhlas serta mengikuti tuntunan dari Rasulullah. Namun, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang diperbuat secara sengaja ataupun tanpa disengaja.

Dari kesalahan-kesalahan tersebutlah dapat mengurangi atau bahkan menghapus amal ibadah yang telah dilakukan selama masa hidupnya.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (22/7), tanpa disadari amalan-amalan tersebut tidak mendapatkan balasan pahala apapun dan malah justru mendapatkan keburukan di sisi Allah.

Menyadari hal tersebut, sebagai umat muslim harus berusaha untuk terus berbuat baik dan menjalankan perintah Allah sekaligus menjauhi larangannya, serta senantiasa berusaha menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan, baik dosa besar dan dosa kecil.

Loading...

Adapun beberapa perbuatan yang dapat menghapus amal ibadah, dilakukan secara sengaja ataupun tidak disengaja. Berikut penjelasannya:

-Perbuatan penghapus amal ibadah.

Penghapus amal ibadah © 2020 brilio.net

foto: freepik.com

-1. Syirik.

Syirik adalah perbuatan buruk yang dilakukan seseorang untuk mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Seorang musyrik melakukan suatu perbuatan terhadap makhluk (manusia maupun benda) yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah, meminta pertolongan kepadanya, menaatinya, atau melakukan perbuatan lain yang tidak boleh dilakukan kecuali hanya kepada Allah.

Syirik dianggap sebagai suatu kezoliman yang besar dan perbuatan tersebut merupakan penghinaan terhadap Allah. Allah akan memberikan balasan bagi mereka yang berbuat syirik yaitu dengan tidak menerima amal ibadah yang mereka perbuat. Bahkan Allah tidak akan mengampuni umat-Nya yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan syirik tersebut.

Dalam Alquran surat Al-An'am ayat 88, Allah berfirman:

Penghapus amal ibadah © 2020 brilio.net

Zaalika hudallaahi yahdii bihii may yasyaa'u min 'ibaadih, walau asyraku lahabita 'an-hum maa kaanu ya'malun

Artinya:

"Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan."

2. Murtad.

Murtad adalah perbuatan seseorang yang memutuskan untuk keluar dari Islam dan berpindah ke agama lain. Allah telah menjanjikan suatu balasan bagi mereka yang berbuat murtad. Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 217, Allah berfirman:

Penghapus amal ibadah © 2020 brilio.net

Yas'alunaka 'anisy-syahril-haraami qitaalin fiih, qul qitaalun fiihi kabiir, wa saddun 'an sabiilillaahi wa kufrum bihii wal-masjidil-harami wa ikhraaju ahlihii min-hu akbaru 'indallaah, wal-fitnatu akbaru minal-qatl, wa laa yazaaluna yuqaatilunakum hattaa yaruddukum 'an diinikum inistataa'u, wa may yartadid mingkum 'an diinihii fa yamut wa huwa kaafirun fa ulaa'ika habitat a'maaluhum fid-dun-yaa wal-aakhirah, wa ulaa'ika as-haabun-naar, hum fiihaa khaalidun

Artinya:

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

3. Riya.

Riya sering disebut juga dengan sombong dalam beribadah. Riya adalah perbuatan melakukan suatu amalan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, dan Allah sangat tidak menyukai perbuatan tersebut.

Perbuatan tersebut digolongkan ke dalam jenis syirik kecil. Dan perbuatan riya tersebut dapat menghapus amal ibadah yang telah dilakukan seseorang. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

"Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya." (HR. Muslim)

4. Su'udzon.

Su'udzon adalah berburuk sangka terhadap orang lain. Dari berburuk sangka inilah biasanya memunculkan keinginan untuk membicarakan keburukan orang tersebut kepada orang lain dengan melakukan ghibah tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri memiliki keburukan ataupun aib. Rasulullah bersabda:

"Jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain."

7. Bid'ah.

Bid'ah adalah melebihkan sesuatu dalam ibadah atau mengada-ada dalam ibadah, sehingga tidak sesuai dengan syariat agama Islam. Bid'ah merupakan suatu amalan yang tidak disyariatkan oleh ajaran agama islam. Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak." (HR. Muslim)

8. Mendatangi dukun dan paranormal.

Seseorang yang mendatangi dukun atau paranormal untuk meminta pertolongan atau untuk meramalkan sesuatu, maka amal ibadah yang telah ia kerjakan akan terhapus oleh perbuatan tersebut karena dukun atau paranormal merupakan golongan pelayan setan. Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari." (HR. Muslim)

9. Memelihara anjing selain untuk menjaga kebun dan ternak.

Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa memelihara anjing, maka akan berkurang amalannya setiap hari sebear satu qiroth (dalam riwayat lain dua qiroth), kecuali anjing untuk menjaga kebun atau anjing penjaga ternak." (HR. Muslim)

-10. Bersumpah atas nama Allah bahwa seseorang tidak akan diampuni dosanya.

Ketika seseorang berkata atau bersumpah atas nama Allah, bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa orang lain, maka hal tersebut dianggap sebagai ucapan tanpa ilmu, dan Allah sangat membenci hal itu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah bersabda:

"Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku, bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan, sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan, dan Aku menggugurkan amalmu." (HR Muslim)