Brilio.net - Bersama melawan Virus Corona (Covid-19). Begitu kampanye yang saat ini digaungkan. Namun ajakan ini tak akan berjalan baik jika masyarakat hanya bergantung pada pemerintah. Semua pihak, termasuk masyarakat harus turut berpartisipasi agar penyebaran Covid-19 tak semakin meluas dan memakan banyak korban.

Anjuran untuk melakukan jaga jarak sosial (social distancing) harus dipahami sebagai cara jitu menangkal penyebaran virus ini. Mengisolasi diri secara mandiri di rumah dan menghindari kerumunan saat ini menjadi langkah yang tepat. Jadi jangan anggap remeh.

Saat ini berbagai pihak mulai dari pemerintah, swasta, dan kelompok masyarakat terus berupaya memerangi wabah Covid-19. Salah satunya dilakukan perusahaan teknologi karya anak bangsa Gojek dan Halodoc yang hari ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam meluncurkan inovasi layanan telemedicine Check COVID-19. Kerjasama ini untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Dalam kolaborasi ini, Gojek dan Halodoc akan membantu Kementerian Kesehatan memanfaatkan teknologi kedua startup anak bangsa tersebut untuk pencegahan dan penanganan, pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya serta penyediaan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang langkah meminimalisir penyebaran COVID-19.

Layanan konsultasi online (telemedik) Check COVID-19 tersebut didukung lebih dari 20.000 dokter berlisensi dan berpengalaman di dalam ekosistem Halodoc. Layanan yang telah diluncurkan pada 13 Maret lalu ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat dan sudah diakses oleh 2 juta pengguna.

Layanan telemedik Check COVID-19 dari Halodoc tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek. Jutaan pengguna aplikasi Gojek bisa memilih shuffle card Check COVID-19 tersebut ditampilan aplikasi Gojek, dan pengguna akan langsung diarahkan ke layanan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc.

Pengguna kemudian bisa memanfaatkan Check COVID-19 di aplikasi Halodoc, untuk berkonsultasi mengenai gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan self-assessment atau pemeriksaaan sendiri terkait COVID-19.

Apabila ada dugaan menderita COVID-19, dokter dari Halodoc akan berupaya melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah dan obat yang diresepkan akan diantar Gojek ke rumah pengguna.

Cara ini dilakukan agar penyebaran penyakit bisa diminimalisir. Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Mitra dokter Halodoc telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran Pemerintah dan WHO mengenai COVID-19, supaya bisa memberikan konsultasi yang tepat. Halodoc telah menyiagakan lebih banyak dokter sehingga masyarakat bisa berkonsultasi secara gratis saat ini kepada dokter di kategori COVID-19 kapanpun dan di mana pun.

Inovasi telemedicine ini didesain untuk memperkuat upaya Pemerintah menangani pandemic COVID-19. Berdasar data World Health Organization, sekitar 80% pasien COVID-19 di dunia hanya mengalami gejala ringan, dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Layanan telemedicine membantu pemerintah untuk fokus dalam menangani pasien COVID-19 yang berada di kategori risiko tinggi atau berada dalam kondisi menengah-parah.