Brilio.net - Status Facebook yang ditulis seorang siswi SMA Negeri 1 Gambiran Banyuwangi dengan nama akun Afi Nihaya Faradisa, dalam beberapa minggu terakhir memancing kehebohan, tidak hanya di dunia maya tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari status tersebut adalah soal toleransi beragama.

Memang isu toleransi menjadi topik yang selalu hangat dibicarakan publik. Dan perbedaan agama adalah contoh toleransi paling mudah dilihat di tengah masyarakat.

Perkara beda agama ini bahkan tidak saja terjadi di masyarakat, tapi juga dalam lingkup yang lebih kecil, keluarga. Kita tentu sudah banyak mendengar adanya keluarga yang berbeda agama di satu keluarga. Misalnya, agama yang dianut orangtua, berbeda dengan yang dianut anaknya.

Suami dengan istri yang berbeda agamanya. Dalam kasus-kasus semacam itu, kebanyakan hanya ada dua agama di satu keluarga. Tapi, ternyata ada juga yang dalam satu keluarga terdapat tiga agama berbeda.

Satu keluarga dengan tiga agama ini terjadi di keluarga masyarakat biasa, artis, bahkan pejabat negara. Siapa saja contohnya? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber, Jumat (2/6).

Loading...

1. Keluarga artis Kriss Hatta.

toleransi Istimewa

foto: kapanlagi.com

Aktor tampan pemeran Prasetyo dalam sinetron Surga yang Tak Dirindukan the series itu memiliki kisah unik keberagaman di keluarganya. Kriss yang menjadi mualaf, membuat di keluarga kini terdapat tiga agama. Kriss yang beragama Islam, memiliki seorang ayah beragama Buddha, dan ibunya seorang Nasrani. Menurutnya, semua anggota keluarganya menghargai pilihan masing-masing dalam memeluk agama.

2. Keluarga Menteri Jonan.

toleransi Istimewa

Jonan ketika makan bersama adiknya Yusuf dan adik iparnya Dessy Fatmawati/foto: Dok Hadi Djuraid

Keluarga Menteri ESDM Ignasius Jonan adalah salah satu contoh toleransi beragama. Di keluarganya ada tiga agama berbeda yang dianut saudara-saudaranya.

Jonan yang seorang Katolik, memiliki adik yang menjadi mualaf yakni Yusuf. Jonan yang merupakan enam bersaudara, juga memiliki adik perempuan yang menganut Hindu. Jonan memiliki hubungan yang akrab dan harmonis dengan adik-adiknya, meski mereka berbeda agama.

3. Keluarga Halim di Jogja.

Sebuah keluarga di Jogja ini juga memberikan contoh bagaimana keharmonisan tetap bisa dibangun dalam keluarga yang di dalamnya dihuni orang-orang berbeda agama. Di keluarga Halim ini terdapat tiga agama dalam satu keluarga. Halim yang menganut Kristen, memiliki ayah beragama Islam, sedangkan ibunya menganut Buddha. Halim percaya bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan, tidak ada agama yang mengajarkan kejelekan.

4. Keluarga Kotong di Bekasi.

toleransi Istimewa

Keluarga Kotong yang berbeda-beda agama/foto: jawapos

Keluarga ini berada di Kampung Sawah, Jati Murni, Pondok Melati, Kota Bekasi. Di keluarga mendiang Seman Kotong ini, ada tiga agama berbeda yang dianut anggota keluarganya. Andi Kotong, sang anak, menganut Katolik.

Ini berbeda dari agama orangtuanya yang pemeluk Kristen Protestan. Bahkan, agama yang dianut Andi ini juga berbeda dengan agama yang dianut anaknya, yakni Islam. Adiknya Andi, Nini Kotong, juga seorang pemeluk Islam sejak memutuskan menjadi mualaf pada 1979.

5. Keluarga di Cigugur.

toleransi Istimewa

Ilustrasi toleransi beragama/foto: istimewa

Keharmonisan dalam keluarga yang terdapat agama yang berbeda-beda juga terjadi di masyarakat Sunda Wiwitan. Masyarakat ini berada di wilayah Cigugur, Kuningan, Jabar. Bahkan, harmoni di daerah ini sudah sangat terkenal. Salah satu bentuk harmoni, sebagaimana diulas dalam iplural.org adalah keluarga Pak Ulis.

Pak Ulis dan istrinya adalah penghayat atau orang biasa menyebutnya pengikut kepercayaan Sunda Wiwitan. Kepercayaan yang mereka anut ini berbeda dengan anaknya. Anak pertama memilih memeluk Kristen sebagai agamanya, sedangkan anak kedua memilih menjadi seorang muslim.