Brilio.net - Nama Widji Thukul tentu tak asing lagi. Pria bernama asli Widji Widodo ini adalah salah seorang yang berani bersuara di zaman orde baru. Widji Thukul hilang ketika perlawanan terhadap orde baru masif. Sampai saat ini tak diketahui keberadaan pria asal Surakarta, Jawa Tengah ini. Entah sudah meninggal dunia atau masih hidup.

Hari ini Jumat (26/8) Widji Thukul berulang tahun. Anak dari Widji Thukul, bernama Fitri Anjani, mengucapkan selamat ulangtahun dan curhatan untuk ayahnya yang hilang entah kemana di media sosial. Ungkapan sedih Fitri ini pun membuat banyak orang terharu. Apalagi mengingat sosok ayahnya sebagai aktivis yang menjadi korban kekejaman kekuasaan.

Berikut ini curhatan Fitri Anjani, putri dari Widji Thukul yang dikutip brilio.net dari akun media sosialnya, Jumat (26/8):

WidjiThukul © 2016 brilio.net

"HAPPY BIRTHDAY, Bapak.. Tuh kan jadi baper lagi kan. Bapak di mana sekarang? Lagi ngapain? Masih inget aku nggak? Aku kangen banget sama bapak. Bapak kangen gak sama aku? Sama adik? Sama ibu? Kapan bapak pulang?

Loading...

Kalau bapak beneran "seda" (meninggal) harus ke mana aku nyekarnya, Pak? Ya ampun. Bisa gila aku kalo kayak gini terus. Tiap sendirian selalu kebawa perasaan-perasaan yang begitu menyiksa. Apalagi pas hari milad bapak gini, ketika orang-orang ramai-ramainya mengingat bapak dalam tanggal kelahiran. Duh Gusti... Move on.. Move on.. Aku harus move on demi anakku, cucu bapakku tersayang, generasi barunya. Keturunannya yang paling nyata.

Aku kuat, Ya Allah. Aku selalu yakin bahwa aku kuat. Aku harus merasa hebat karena Kau sendiri yang memilihku atas semua kejadian ini. Berilah yang terbaik buat bapakku, Ya Allah. Aku sangat sayang sama bapak. #WidjiThukul 26 Agustus 1963,"

Netizen pun ikut iba membaca isi hati Fitri Anjani melalui tulisannya tersebut, banyak yang berkomentar mendoakan, banyak juga mengutuk kejahatan rezim kala itu.

WidjiThukul © 2016 brilio.net

"Fitri, saya akan jujur bahwa penderitaan dan kerinduanmu pada Bapak tidak akan pernah bisa penuh saya pahami. Itu samasekali di luar pengalaman hidup saya. Tapi saya yakin manusia bisa terhubung dengan kasih sayang dan upaya saling menguatkan. Kita tidak saling kenal, tidak pernah bertemu, tapi saya ingin sekali memelukmu dan menepuk lembut pundakmu," ujar akun Pradewi Tri Chatami mengomentari.

"Suatu saat jika ia pulang ke rumah atau pulang ke surga, Ia akan tetap tersenyum dengan doa," kata akun Abdul Rani berkomentar singkat.