Brilio.net - Beberapa waktu lalu, masyarakat diributkan dengan status akun Path milik Ndoro Kakung tentang Widji Thukul. Pada status Path itu, Ndoro Kakung menyebut bahwa Widji Thukul yang diwakili anaknya, Fitri Nganti Wani, menerima penghargaan dari Timor Leste karena perannya yang telah menjadi pemasok dan perakit bom yang dipakai tentara Timor Leste untuk melawan ABRI.

Status yang banyak beredar itu langsung mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak. Padahal faktanya, Fitri Nganti Wani diundang ke Timor Leste pada 16 Maret 2016 karena menerima penghargaan dari Asosiasi Para Pejuang 'Brigada Negra' yang diketuai oleh Xanana Gusmao. Penghargaan itu diberikan kepada anggota dan organisasi-organisasi yang telah mendukung perjuangan saat merebut kembali kemerdekaan Timor Leste.

BACA JUGA: Widji Tukul dapat gelar pahlawan dari pemerintah Timor Leste itu hoax

Ndoro Kakung yang mendapat banyak kecaman dan tuntutan untuk meminta maaf pun langsung membuat penjelasan lewat Fanspage Ndoro Kakung pada Jumat (18/3) malam. Berikut penjelasan Ndoro Kakung yang telah membuat banyak pihak geram.

"Status Pathku tentang Wiji Thukul berbuntut panjang. Seseorang membuat screen cap lalu mengedarkannya ke mana-mana.

Loading...

Beberapa wartawan juga mengontak untuk menanyakan kebenaran info itu. Ada pula yang di media sosial malah menuduh aku menyebar hoax, ada pula yang megira aku buzzer, entah buzzer siapa.

Agar tak menjadi polemik liar, dan menimbulkan syak wasangka, aku jelaskan dari mana asal muasal status Path itu di sini.

Jadi pada Rabu malam lalu, 16 Maret 2016, ada seorang sahabat yang bercerita bahwa TVTL menayangkan acara pemberian penghargaan dari Xanana kepada Wani. Penghargaan diberikan sebagai tanda terima kasih kepada Wiji Thukul yang dianggap berjasa membantu perjuangan.

Sahabatku itu bercerita bahwa dalam tayangan itu juga Xanana menjelaskan jasa-jasa Thukul. Sahabatku mengaku terharu dan terkejut karena ada sebagian cerita yang belum pernah dia dengar sebelumnya.

Setelah mendengar cerita itulah status di Path muncul. Kenapa di Path? Karena dimaksudkan hanya untuk kalangan terbatas. Apa yang didengar temanku belum tentu benar, tapi belum tentu juga tidak benar.

Buat aku, cerita itu memberi pengetahuan baru yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Jika, sekali lagi jika, cerita itu benar, sejarah Thukul harus ditulis ulang atau diberi tambahan baru.

Tentu saja karena belum jelas kebenarannya, kisah itu hanya ada di Path, yang terbatas. Aku kira cukup orang-orang terbatas dulu yang tahu, dengan harapan ada yang tergerak mencari kebenarannya.

Aku berharap teman-teman jurnalis yang membaca status itu terdorong mencari informasi pelengkap. Karena banyak orang berkepentingan mengungkap misteri hilangnya Thukul. Sekecil apa pun infonya, tentu akan bermanfaat untuk membuat misteri jadi terang benderang.

Status di Path itu bukan dimaksudkan untuk mencari sensasi, melainkan semacam titik awal upaya untuk memulai lagi upaya mengungkapkan kebenaran.

Kalau kemudian ada pihak yang tak berkenan, terutama keluarga alm. Wiji Thukul, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku sama sekali tak berniat dan bertujuan membuka luka lama atau menyesatkan informasi.

Hanya karena ada orang yang membuat screen cap status di Path secara tak lengkap lalu menyebarkan ke mana-mana -- padahal di bagian bawahnya ada peringatan untuk tak melakukan screen cap dan keterangan informasi itu belum tentu benar -- maka muncul kesalahpahaman dan kegaduhan. Peringatan itu tak disertakan dalam screen cap sehingga menimbulkan berbagai reaksi.

Aku merasa dirugikan karena status yang dikutip secara tak lengkap itu telah menyudutkan diriku dan menimbulkan kesan aku telah menyebarkan fitnah dan kabar bohong.

Penjelasan ini aku cc ke Mas Tadius Prio Utomo Wahyu Susilo sebagai salah satu bentuk tanggung jawab. Juga jawaban atas status kedua beliau di Facebook. Dan sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besar atas ketidaknyamanan yang telah muncul.

Salam

Ndoro Kakung."

Nah, setelah tahu penjelasan Ndoro Kakung itu, bagaimana pendapatmu?