Brilio.net - Pesepak bola asal Belanda Matthijs de Ligt selangkah lagi segera bergabung dengan klub barunya Juventus. Bek Ajax Amsterdam itu dikabarkan telah menjalani rangkaian tes medis di J Medical Center, Turin, Italia, Rabu (17/7).

Seperti diketahui, de Ligt menjadi pemain yang paling banyak diburu klub top Eropa pada bursa transfer musim panas ini. Sebut saja Manchester United, Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, PSG, hingga Barcelona. Di usianya yang masih muda yakni 18 tahun, de Ligt telah menunjukkan pencapaian yang luar biasa.

Sebelum hampir dipastikan bergabung Juventus, de Ligt sempat dikabarkan bergabung dengan Barcelona. Mantan rekan setimnya, Frenkie de Jong telah lebih dulu menginjakkan kaki di Camp Nou.

Namun, seiring proses negosiasi yang belum menemukan kesepakatan. Juventus diam-diam menjadi klub terdepan yang menyodorkan tawaran kepada de Ligt.

Lantas apa yang membuat Matthijs de Ligt lebih memilih Juventus ketimbang Barcelona sebagai klub barunya? Berikut 6 alasannya dilansir brilio.net dari liputan6.com, Kamis (18/7).

Loading...

1. Perihal kesepakatan gaji.

Barcelona tidak mau menyamai tawaran gaji yang disodorkan Juventus. Agen de Ligt, Mino Raiola meminta gaji 12 juta euro per tahun untuk de Ligt, dan Barcelona langsung menolak.

Jumlah 12 juta euro memang terlalu besar untuk Barcelona. Inilah yang membuat mereka mundur dalam perburuan de Ligt.

2. Barcelona tak mau membayar komisi untuk agen de Light.

Tidak pernah mudah berurusan dengan super-agen seperti Raiola. Khususnya ketika dia ingin mendapatkan uang dari biaya transfer tersebut. Barcelona tidak mau dipermainkan dan tidak mau membayar komisi yang diminta Raiola. Fakta ini membuat Raiola lebih suka bernegosiasi dengan Juventus dan mengarahkan de Ligt ke klub asal Italia itu.

3. Stok bek tengah Barcelona sudah cukup.

Barcelona sebenarnya tidak memburu Matthijs de Ligt karena butuh, mereka sebanarnya sudah punya beberapa opsi pemain bek seperi Gerard Pique, Clement Lenglet, Samuel Umtiti, dan Jean-Clair Todibo. Faktanya, Barca tidak benar-benar membutuhkan bek tengah, dan sebab itu mereka berani menolak tuntutan Raiola.

4. Tak berhasrat gabung Barcelona.

Jika mantan rekan setimnya Frankie de Jong bergabung dengan Barcelona karena mengaku berhasrat dengan klub Spanyol tersebut, maka berbeda dengan Matthijs de Ligt. Ia tak terlalu berhasrat untuk bergabung dengan Barcelona.

5. Prospek kepulangan Neymar.

Barca memang klub kaya raya, tetapi jelas tidak bisa membeli semua pemain yang mereka inginkan dalam satu bursa transfer saja. Gagasan kepulangan Neymar bisa jadi menghalangi langkah Barca dalam memburu de Ligt.

6. Keseriusan Juventus.

Ketika penghargaan Golden Boy 2018 diterima De Ligt di Turin, pada saat itulah kontak pertama Juventus dimulai. Sejak saat itu, Juventus menujukkan keseriusannya untuk mengejar de Ligt sampai mendapatkannya.