Brilio.net - Sebuah aksi kemanusiaan terjadi di tengah persiapan lokasi kerja Praja IPDN di Kabupaten Aceh Tamiang. Seorang warga ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, tergeletak lemas di kubangan lumpur di halaman belakang Kantor Kesbangpol Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu (4/1).

Momen dramatis evakuasi ini dibagikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, melalui akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto.

Penemuan di Balik Kantor Kesbangpol

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

Dalam video Bima Arya, tampak ia berlari terburu-buru memanggil tim dokter untuk menghampiri seorang warga yang tergeletak lemas di lumpur. Pria tersebut tampak mengenakan kaos dan celana pendek dengan sekujur tubuh yang sudah kecokelatan akibat balutan lumpur.

Melihat kondisi korban yang tidak berdaya, para Praja langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan tim medis IPDN untuk memberikan pertolongan pertama. Termasuk memberikan minum pada korban tersebut.

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

Proses Evakuasi Dramatis Menuju RSUD Muda Sedia

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

Dalam rekaman video yang diunggah, tampak rombongan Praja bersama tim medis bahu-membahu menggotong korban menggunakan terpal biru sebagai tandu darurat menuju mobil ambulans. Selama perjalanan di dalam ambulans, korban langsung dipasangi alat bantu pernapasan (oksigen) untuk menstabilkan kondisinya.

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

Setelah mendapatkan penanganan awal yang kondusif, Wamendagri Bima Arya sempat berinteraksi langsung dengan korban untuk memastikan kesadarannya.

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

“Bapak buka matanya, Pak, ya. Tensinya bagus 122/85. Alhamdulillah,” ujar Bima Arya saat mengajak bicara korban sebagaimana dikutip dari akun Instagram @bimaaryasugiarto, Senin (5/1).

Identitas Korban dan Riwayat Penyakit Bawaan

Berdasarkan keterangan dari Bima Arya, pria tersebut teridentifikasi sebagai warga Kampung Dalam. Pihak keluarga mengaku telah mencari keberadaan korban selama tiga hari terakhir sebelum akhirnya ditemukan oleh para Praja.

Pihak RSUD Muda Sedia dan keluarga memberikan keterangan bahwa korban sempat beraktivitas di sekitar lokasi pada malam sebelumnya. Namun, karena faktor kelelahan dan adanya penyakit bawaan, korban akhirnya ambruk dan tidak mampu bangkit hingga ditemukan di area berlumpur tersebut.

“Keterangan dari pihak RS dan keluarga, ybs kemarin malam beraktivitas di sekitar lokasi dan kelelahan karena penyakit bawaan. ….,” tulis Bima dalam kolom komentar.

Kondisi Terkini: Korban Sudah Kembali ke Rumah

Praja IPDN Aceh Tamiang Instagram @bimaaryasugiarto

Praja IPDN Aceh Tamiang
foto: Instagram/@bimaaryasugiarto

Setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi kesehatan korban dinyatakan stabil.

“… Alhamdulillah ditemukan oleh Praja jam 9 pagi. Saat ini sudah kembali ke rumah dalam kondisi baik," tulis Bima Arya menambah keterangan dalam kolom komentar.

Aksi sigap para calon pamong praja ini mendapat banyak apresiasi dari masyarakat karena berhasil menyelamatkan nyawa warga tepat pada waktunya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa peran Praja IPDN dalam kegiatan di Aceh Tamiang tersebut?

Praja IPDN berada di lokasi dalam rangka menjalankan tugas lapangan atau praktik kerja nyata. Kehadiran mereka di kantor Kesbangpol Aceh Tamiang merupakan bagian dari koordinasi persiapan lokasi kerja sebelum terjun ke masyarakat.

2. Bagaimana prosedur medis pertama yang dilakukan saat menemukan korban di lumpur?

Prosedur utama adalah memastikan jalan napas korban terbuka (ABC: Airway, Breathing, Circulation). Pembersihan sisa lumpur di area hidung dan mulut, pemberian oksigen tambahan, serta pemantauan tanda vital seperti tensi darah dilakukan sebelum korban dipindahkan ke rumah sakit.

3. Apakah penyakit bawaan dapat memicu kondisi tidak berdaya di tempat terbuka?

Ya, beberapa penyakit seperti gangguan jantung, hipoglikemia (gula darah rendah), atau epilepsi dapat menyebabkan seseorang mendadak lemas atau pingsan, terutama jika dipicu oleh kelelahan fisik yang ekstrem.

4. Mengapa evakuasi menggunakan terpal sering dilakukan dalam kondisi darurat?

Terpal digunakan sebagai alat angkut darurat jika tandu medis (stretcher) sulit menjangkau lokasi yang sempit atau berlumpur. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waktu evakuasi demi menyelamatkan nyawa korban (golden hour).

5. Ke mana warga bisa melapor jika ada anggota keluarga yang hilang?

Masyarakat dapat melapor ke kantor polisi terdekat (Polsek/Polres), kantor BPBD, atau menghubungi tim SAR daerah jika anggota keluarga tidak kembali dalam waktu 1x24 jam, terutama jika yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit tertentu.