Brilio.net - Kamu pasti sudah tidak asing lagi kan dengan judul sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' yang ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta di Indonesia? Sinetron yang dibintangi oleh Citra Kirana dan Andi Arsyl tersebut bercerita tentang seorang tukang bubur yang berhasil megumpulkan uang untuk menunaikan ibadah Haji. Nah,ternyata nggak cuma di sinetron lho! Kisah tukang bubur naik haji ternyata juga ada di dunia nyata.

Adalah Sirojul Himam (38), pria asli Sleman Yogyakarta inilah yang berhasil menunaikan ibadah Haji berkat menabung dari hasil berjualan bubur ayam. Tidak hanya berangkat sendirian, Himam, sapaan akrabnya juga berhasil mengajak sang istri Noer Jihan (33) untuk bersama menunaikan ibadah di tanah suci yang sudah lama dia impikan.

Kepada brilio.net Himam bercerita, setiap hari Minggu dirinya bersama sang istri berjualan bubur di Sunday Morning UGM (Universitas Gadjah Mada), yaitu sebuah pasar kaget yang berlangsung setiap Minggu pagi hingga siang hari di kawasan kampus UGM. Sudah selama 12 tahun dia menabung sedikit demi sedikit untuk memenuhi impiannya.

"Dulu sekali saya berjualan di dekat rumah, tapi nggak laku. Lalu saya kepikiran kalau di Sunmor kan banyak orang, jadi pasti laku walaupun jualannya seminggu sekali," ujar bapak tiga anak tersebut setelah kembali dari tanah suci.

Tukang bubur naik haji dari JogjaBerbekal niat. Sirojul Himam dan sitrinya menyisihkan pendapatan demi berangkat haji

Loading...

Memang benar, setiap minggu Sunmor selalu ramai dikunjungi ratusan bahkan mungkin ribuan orang. Himam memaksakan diri harus mampu menyisihkan setidaknya Rp 500.000 setiap selesai  berjualan. Uang tersebut ditabungnya di bank khusus sebagai tabungan Haji.

"Saya sudah berkeinginan naik haji bersama istri sejak lama. Banyak yang tanya mengapa masih muda sudah buru-buru berhaji sampai memaksakan menabung. Saya jawab, kita tidak pernah tau usia seseorang. Kalau sekarang saya sudah mampu kenapa harus ditunda lagi. Alhamdullilah sekarang Allah memanggil saya ke sana," ujar pria yang tinggal di desa Mlangi, Sleman tersebut.

Pria yang tergabung dalam rombongan SOC 27 Embarkasi Solo tersebut ternyata kemudian menginspirasi para tetangganya. Mereka menjadi semakin bersemangat dan termotivasi untuk berkerja lebih rajin lagi agar bisa menyusul naik Haji juga.