Brilio.net - Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tidak pernah berhenti memperjuangkan kemajuan pendidikan. Menjadi guru adalah cita-cita masa kecil wanita bernama Yuni (21). Yuni bercita-cita menjadi guru sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat itu dia sedang bersekolah di SMPN 1 Lembang Jaya, Solok, Sumatera Barat. Tapi cita-cita Yuni itu kandas, pasalnya tantangan yang dia hadapi tidak mudah. Kenyataan pahit harus diterimanya bahwa dia harus berhenti sekolah dan tidak mendapatkan ijazah SMP.

Putus sekolah adalah hal yang paling menyakitkan bagi Yuni. Dia memiliki semangat yang tinggi untuk tetap sekolah, tapi pada kenyataanya sekolah tidak hanya membutuhkan keinginan tapi juga membutuhkan kemampuan secara finansial yang membuatnya harus realistis.

"Hidup kami gak mudah, ibu hanya memiliki penghasilan Rp 20.000 per hari dan itu untuk menghidupi 6 orang, saya tidak mungkin memaksa kondisi ibu untuk terus mengambil utang sana sini demi sekolah saya," cerita Yuni kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, Rabu (24/11).

Yuni bukanlah anak yang manja. Kendati jarang mendapatkan uang jajan, Yuni tetap pergi ke sekeloah.  Bahkan dia sering berjalan kaki ke sekolah apabila ibunya tidak memiliki uang. Yuni kadang tidak tega jika harus melihat ibunya yang hanya seorang buruh tani dililit utang demi biaya kehidupan keluarga.

Kondisi keluarganya memang sangat memprihatikan, memiliki banyak saudara sedangkan ayah tidak bekerja membuat hidup mereka semakin sulit. Memang sangat disayangkan saat siswi yang selama sekolah selalu mendapatkan rangking satu ini harus meninggalkan bangku sekolah.

"Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah dengan penuh kesedihan, saya ingin sekolah, saya mempunyai mimpi ingin menjadi guru tapi apa daya ibu tidak punya banyak uang untuk menyekolahkan saya," lanjut Yuni.

Yuni memiliki cita-cita menjadi guru. Sedari kecil dia sudah senang dengan kegiatan belajar mengajar. Kemampuan akademik yang berada di atas rata-rata memang membuat Yuni berbeda dari teman-temannya. Mimpi jadi guru itu kini masih ada di dalam hati Yuni. Meski telah putus sekolah tapi kenginan untuk menjadi guru masih dipendamnya hingga saat ini. Itu sebabnya Yuni merasa marah melihat anak muda saat ini yang bolos sekolah dan mengabaikan kesempatan mereka untuk menempuh pendidikan. Padahal di luar sana ada orang sepertinya yang secara terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah.

Cerita ini disampaikan oleh Yuni melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

(brl/ani)

(brl/ani)