Brilio.net - Desember mungkin menjadi momen suka sekaligus duka bagi lelaki Perancis ini.  Pria tunawisma bernama Jean-Marie Roughol tersebut berhasil membuat memoir yang pada akhirnya menjadi best seller. Memoirnya berjudul Je tape la manche: Une vie dans la rue (Kehidupanku sebagai seorang pengemis: Kehidupanku di jalanan).

Novelnya terjual 50.000 copy. Karyanya menyimpan kisah inspiratif yang mengundang banyak pembaca. Ironisnya, dua bulan setelah publikasi, Roughol belum memiliki tempat tinggal alias masih status tunawisma. "Saya bahkan belum mendapat royalti apapun selama 10 bulan lebih," aku Roughol menjelaskan kenapa dirinya masih tetap miskin, dikutip brilio.net dari bustle.com, Senin (14/12).

Dan ketika royaltinya dibayar pada Oktober tahun depan, Roughol berharap bisa pindah ke apartemen dan membuka toko roti. Dia mengatakan, Je tape la manche bukan satu-satunya buku yang ditulisnya. "Saat saya memiliki apartemen sendiri saya akan membeli komputer dan melanjutkan menulis buku," ujar lelaki 47 tahun yang sudah tinggal di jalanan Kota Paris selama 27 tahun itu.

Satu kebahagiaan yang dirasakan Roughol semenjak karyanya dikenal luas publik adalah, kini, saudara-saudaranya yang dulu menjauhi mendadak ingin bertemu setelah menyaksikan Roughol tampil di acara televisi. "Sekarang saya memiliki keponakan yang ingin bertemu. Luar biasa! Biasanya saya selalu sendiri."