Brilio.net - Siapa sih yang tidak kenal tempe? Tempe dengan berbagai olahannya selalu menemani sarapan, makan siang, ataupun makan malam masyarakat Indonesia.

Dengan kandungan gizi yang tinggi, ternyata tempe tak hanya baik dikonsumsi manusia. Di tangan Irana Maya Praditya (23), mahasiswa Ilmu dan Industri Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempe ternyata baik digunakan sebagai pakan ayam kampung.

Penelitian Maya tentang manfaat tempe sebagai campuran pakan ayam kampung yang bisa menghasilkan daging yang lebih sehat berhasil meraih juara 3 pada Alltech Young Scientist Competition regional Asia Pasifik beberapa waktu lalu. Maya merupakan satu dari tiga wakil Indonesia di ajang tersebut sekaligus satu-satunya yang mendapatkan juara.

"Alhamdulillah, saya bersaing dengan 2.600 peserta dari berbagai negara Asia Pasifik,” terang Maya saat ditemui brilio.net di Fakultas Peternakan UGM, Rabu (12/8).

Maya menerangkan, selain harganya yang lebih murah dan mudah didapatkan, tempe untuk ayam kampung ternyata menghasilkan daging dengan gizi yang lebih tinggi karena mengandung asam amino yang lebih lengkap dibandingkan asam amino sintesis buatan pabrik. Tempe mengandung 16 asam amino, sedangkan buatan pabrik hanya mengandung 2 asam amino.

Loading...

"Selain itu tempe juga rendah lemak dengan kandungan protein lebih tinggi tanpa kandungan residu antibiotik," kata Maya.

Dalam penelitiannya, Maya membagi 100 ayam kampung di Kelompok Ternak “Buras Mandiri” Pucanganom II, Murtigading, Sanden, Bantul menjadi 4 kelompok dengan perlakukan berbeda.

Masing-masing kelompok diberikan pakan biasa, pakan menggunakan asam amino pabrik, pakan dengan tepung tempe, dan terakhir pakan dengan tepung tempe yang ditambah dengan asam amino.

Maya mengungkap bahwa penelitian yang dilakukan dengan dampingan dosen Asih Kurniawati dan Chusnul Hanim ini berfokus pada nilai gizi, bukan pertumbuhan. Setelah dilakukan perlakuan selama 10 minggu, hasilnya daging ayam yang dihasilkan dari ayam yang diberi pakan basal ditambah tepung tempe memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan ayam yang diberi pakan basal ditambah asam amino sintesis buatan pabrik, tetapi lebih tinggi daripada ayam yang diberi pakan basal dan pakan basal ditambah asam amino sintesis dan tepung tempe.

Dengan begitu, tepung tempe yang terbuat dari tempe yang dihaluskan bisa menjadi pengganti asam amino sintesis. "Harga tempe yang lebih murah dari pada asam amino sintesis bisa menjadi solusi bagi peternak yang ingin memangkas biaya," jelas mahasiswa yang tinggal menunggu wisuda ini.

Saat ditanya realisasi, Maya menyatakan belum tahu tindak lanjut untuk memproduksi pakan ayam kampung hasil penelitiannya ini secara masal karena kendala beberapa hal. Ia menyerahkan tindak lanjut kepada pihak UGM. Meski begitu, Maya berharap hasil penelitiannya ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi peternak maupun penelitian selanjutnya.