Brilio.net - Gigimu sehat, guys? Apa saja yang sudah kamu lakukan untuk menjaga gigimu tetap sehat dan saat tersenyum lebar tampak cemerlang?

Well, ternyata ada mitos kesehatan gigi yang wajib kamu tahu supaya tidak salah melakukan sesuatu demi kesehatan gigimu. Seperti dikutip brilio.net dari laman Patient, Rabu (10/6), berikut ini mitos-mitos tersebut.

1. Salon kecantikan tempat yang sangat baik memutihkan gigi

Jangan pernah sekali-sekali berupaya memutihkan gigimu di salon kecantikan, jelas ini ilegal. Di tangan yang salah, bahan kimia untuk memutihkan gigi bisa merusak kesehatan mulutmu, lho. Lebih baik kamu datang ke dokter gigi (yang jelas prakteknya legal) untuk merawat gigimu. Karena mereka pasti tahu penanganan terbaik dan tertepat untuk gigi dan mulutmu.

2. Bilas mulut dengan air setelah menggosok gigi

Loading...

Beberapa tahun lalu, nasihat inilah yang sering kamu dengar dari orangtua. Namun sekarang justru sebaliknya. Pasalnya, pasta gigi mengandung bahan-bahan yang berguna, termasuk fluoride yang membantu melindungi gigi terhadap kerusakan gigi, memperkuat enamel gigi, dan mengurangi jumlah asam akibat bakteri pada gigi. Jadi, setelah menyikat, lebih baik memuntahkan kelebihan pasta gigi dengan segala cara, tapi jangan bilas mulut dengan air atau bahkan obat kumur, guys. Tidak mau kan, bahan bermanfaat bagi gigimu yang berasal dari pasta gigi ikut keluar dengan air kumuran?

3. Sikat gigi setelah makan

Himbauan ini selalu kamu dengar, betul? Langsung menyikat gigi setelah makan untuk mengusir partikel makanan tersisa, hanya dapat merusak kesehatan gigi. Menyikat dalam waktu 30 menit pertama atau langsung setelah makan, dapat melemahkan enamel gigi, terutama jika kamu baru mengonsumsi makanan berasam seperti jeruk dan lemon, bahkan minuman bersifat asam. Sebaliknya, mengunyah permen karet bebas gula bisa merangsang lebih banyak aliran air liur, membersihkan mulut dari sisa-sisa makan, dan menetralkan asam plak. Bila kamu hendak sikat gigi pada waktu berikutnya, lebih baik kamu tidak menyikatkan terlalu keras.

4. Jus buah dan minuman diet jauh lebih sehat dari pada minuman manis

Jus buah dan minuman diet justru buruk bagi gigi, sebagaimana minuman manis. Mereka bisa meningkatkan keasaman pada gigi dan bahkan jus buah murni dapat mengandung banyak gula alami yang juga memiliki efek negatif. Bahkan, beberapa jus buah mengandung gula lebih banyak dari pada minuman ringan lainnya. Selama periode waktu dan jika dikonsumsi berlebihan, minuman ini dapat melemahkan enamel gigi, menyebabkan gigi berlubang, gigi sensitif, dan bisa juga gigi keropos. Cara mengatasinya adalah batasi saja asupan, atau perbanyak saja minum air putih saja.

5. Hindari menyikat gusi berdarah

Beberapa orang percaya bahwa ketika gusi berdarah, kita tidak boleh menyikatnya dan membiarkannya sembuh dengan sendirnya. Jelas keliru.

Pendarahan gusi merupakan sesuatu yang tidak normal dan sering merupakan tanda awal dari penyakit gusi (gingivitis). Faktor risiko termasuk merokok, diabetes, obat-obatan, dan perubahan hormonal pada wanita (seperti kehamilan). Jika tidak diobati dapat memperburuk dan akan berkembang menjadi periodontitis (radang di sekitar gigi), di mana gusi menyusut dan menarik diri dari gigi, membentuk kantong yang bisa menjadi infeksi.

Namun, jika diketahui dari awal, gusi berdarah bisa diobati. Datanglah ke dokter gigi untuk mendapat perawatan teratur dan nasihat untuk mengatur gaya hidup lebih sehat lagi supaya gusi tak lagi bermasalah.

6. Kalau gigi baik-baik saja dan tidak sakit, tidak perlu ke dokter gigi

Para ahli kesehatan gigi selalu menyarankan kita untuk rajin periksa gigi. Itu bukan saran ecek-ecek, guys! Memang, untuk mereka yang paling berisiko dengan masalah gigi, setidaknya periksa gigi tiga bulan sekali. Sedangkan untuk yang tidak terlalu berisiko, bisa setiap dua tahun sekali.

Kunjungan ke dokter gigi akan menjadi hal yang baik sekalipun kamu tidak memiliki masalah gigi. Dengan begitu kamu bisa tahu kondisi kesehatan gigi dan mulutmu, mulai misalnya dari masalah bau mulut, periksa gusi, plak, dan sebagainya. Bagaimanapun tak jarang penyakit gigi bisa menyebar ke bagian tubuh melalui bakteri dari gigi yang terbawa aliran darah, lho. Maka tak heran bila ada permasalahan jantung disebabkan gigi seperti dalam artikel "Malas sikat gigi bisa bikin kamu terkena serangan jantung, waduh!"

7. Kawat gigi hanya untuk anak-anak

Memang banyak perawatan ortodonti untuk kalangan anak-anak, termasuk pemasangan kawat gigi untuk membentuk gigi sempurna pada anak-anak. Namun faktanya kini sudah banyak orang dewasa memasang kawat gigi untuk memperbaiki deretan gigi mereka supaya lebih sehat dan terkesan indah. Misalnya untuk mengatasi maloklusi (suatu kondisi yang menyimpang dari relasi normal gigi terhadap gigi lainnya dalam satu lengkung dan terhadap gigi pada lengkung rahang lawannya).

BACA JUGA:

8 Hal yang perlu kamu tahu tentang pasta gigi dan cara pemakaiannya

Ini semut terganas dunia, gigitannya bisa bunuh orang dalam 15 menit

Gigi tanggal pada orang dewasa pertanda mulai pikun

Malas sikat gigi bisa bikin kamu terkena serangan jantung, waduh!

5 Kebiasaan ini ternyata membahayakan gigimu

Bawang putih manjur usir sakit gigi, begini cara memakainya

Ini dia 5 cara ampuh alami memutihkan gigi

Atasi liur saat pemeriksaan gigi, mahasiswa ini bikin alat praktisnya

Mahasiswa UGM ubah cangkang telur ayam jadi pencegah kerak gigi